Menu

Dark Mode
Mahkota Binokasih Sampai di Bogor, Disambut Dedie Rachim Laba Indocement Kuartal 1 Tahun 2026 Naik 2,1 Persen Berkontur Curam, Panaragan Jadi Pilot Project EWS Siap Hadapi Porprov, Dedie–Jenal Beri Dukungan untuk Cabor Dari Perlindungan hingga Kepedulian: Bukti Nyata Negara Hadir untuk Pekerja Indonesia Bukti Negara Hadir di Tengah Duka, Bpjs Ketenagkerjaan Serahkan Santunan JKK 494 Juta

Kabar Lifestyle

Temuan Mengagetkan Hiu Warna Oranye dan Bermata Putih

badge-check


					Foto: Independent Perbesar

Foto: Independent

Seekor hiu dengan penampilan oranye mencolok dan bermata putih, ditangkap di lepas pantai Kosta Rika. Hiu berjenis perawat atau karpet itu, yang panjangnya sekitar 1,8 meter, menonjol dari warna spesies yang biasanya cokelat.

Seperti dikutip detikINET dari Independent, hiu itu ditangkap oleh pemancing setempat di dekat Taman Nasional Tortuguero, pada kedalaman 37 meter. Lalu bagaimana bisa warnanya oranye?

Para peneliti percaya penampilan yang tidak biasa itu disebabkan oleh kondisi xanthisme yang juga dikenal sebagai xanthochroism. Itu adalah suatu kondisi pigmentasi yang menciptakan warna kuning atau emas yang berlebihan pada kulit hewan karena kurangnya pigmentasi merah.

Menurut penelitian Universitas Federal Rio Grande, kondisi langka ini belum pernah terlihat pada ikan bertulang rawan, kelompok yang mencakup hiu, pari, dan ikan pari, di Karibia sebelumnya. Hiu itu juga menunjukkan ciri-ciri albinisme dengan sepasang mata putih yang mencolok.

Hiu perawat biasanya memiliki kulit cokelat untuk membantu mereka menyatu dengan dasar laut. Memiliki kulit oranye terang atau mata putih dalam kasus albinisme, membuat mereka lebih terlihat dan karenanya, lebih rentan terhadap predator di alam liar.

Tidak seperti kebanyakan hiu yang harus terus berenang untuk bernapas, spesies hiu perawat memiliki sistem khusus yang memungkinkan mereka bernapas tanpa berenang.

Peneliti berpendapat bahwa hewan dengan xantisme memiliki tingkat kelangsungan hidup lebih rendah, namun tampaknya hiu ini aman. Kondisi tersebut biasanya disebabkan oleh mutasi genetik, tetapi faktor-faktor lain, termasuk pola makan, juga dapat memengaruhi pigmentasi.

“Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi potensi faktor genetik atau lingkungan yang memengaruhi anomali pigmentasi langka ini pada hiu,” kata para peneliti.

Xantisme dianggap sangat langka di seluruh kerajaan hewan. Kasus terkonfirmasi terbatas di segelintir ikan, reptil, dan burung. Kondisi ini telah menghasilkan morf kuning cerah pada ikan air tawar, sementara burung seperti beo dan kenari terlihat memiliki bulu keemasan karena kondisi tersebut. Ada juga laporan sesekali tentang ular dan kadal berwarna kuning yang tidak biasa.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Laba Indocement Kuartal 1 Tahun 2026 Naik 2,1 Persen

6 May 2026 - 22:21 WIB

Ngeri! Buaya Raksasa Masuk Dapur Hotel Mewah, Heboh di Medsos

2 May 2026 - 14:08 WIB

Samsung QLED Q5F 43 Inci Rilis di RI, TV Rp 4 Jutaan 7 Tahun Update

2 May 2026 - 13:50 WIB

50+ Ucapan Selamat Hari Kartini 2026 untuk WhatsApp Status & IG Story

21 April 2026 - 11:22 WIB

Johny Srouji Jadi Bos Hardware Apple, Peran Makin Besar

21 April 2026 - 11:19 WIB

Trending on Kabar Lifestyle