Menu

Dark Mode
Cara Praktis Bikin Kartu Lebaran AI-Style di Galaxy S26 Series 1 Syawal Tak Seragam, Netizen Sepakat Tak Debatkan Penetapan Idul Fitri Tiba-tiba Ngetweet, Cristiano Ronaldo: Eid Mubarak Semuanya! Pemkot Bogor Silaturahmi ke Alim Ulama di Pekan Terakhir Ramadan PLN UPT Cirebon dan YBM PLN Gelar Berbagi Berkah Ramadhan Tim PDKB PLN UPT Cirebon Tuntaskan Perbaikan Hot Spot di GI Kamojang

Kabar Lifestyle

OpenAI Juara Turnamen Catur AI, Kalahkan Grok di Final

badge-check


					Foto: (Getty Images/Dean Mouhtaropoulos) Perbesar

Foto: (Getty Images/Dean Mouhtaropoulos)

Jakarta – Pembuat ChatGPT, OpenAI, mengalahkan Grok milik Elon Musk di final turnamen catur AI. Model o3 OpenAI tak terkalahkan dalam turnamen dan mengalahkan model Grok 4 buatan perushaan xAI di final, menambah api persaingan antara kedua perusahaan.

Musk dan Sam Altman, keduanya pendiri OpenAI, mengklaim model AI terbaru mereka adalah yang terpintar di dunia. Adapun model Google, Gemini, mengklaim tempat ketiga dalam turnamen ini, setelah mengalahkan model OpenAI yang berbeda.

Grok membuat sejumlah kesalahan di final, termasuk kehilangan ratunya berulang kali. “Hingga semifinal, sepertinya tidak ada yang bisa menghentikan Grok 4 dalam perjalanannya memenangkan turnamen,” ujar Pedro Pinhata, penulis Chess.com.

“Meskipun sempat melemah beberapa kali, AI X tampak menjadi pecatur terkuat sejauh ini. Namun, ilusi itu runtuh di hari terakhir turnamen,” imbuhnya yang dikutip detikINET dari BBC.

Blunder Grok memungkinkan o3 meraih serangkaian kemenangan meyakinkan. “Grok membuat banyak kesalahan dalam pertandingan-pertandingan ini, tapi OpenAI tidak,” kata grandmaster catur Hikaru Nakamura saat siaran langsung final.

Turnamen catur AI ini berlangsung di platform milik Google, Kaggle, yang memungkinkan ilmuwan mengevaluasi sistem mereka melalui kompetisi. Delapan model bahasa besar dari Anthropic, Google, OpenAI, xAI, serta pengembang asal China DeepSeek dan Moonshot AI, saling bertarung selama turnamen tiga hari itu.

Sebagai permainan strategi berbasis aturan yang kompleks, catur dan juga Go sering digunakan untuk menilai kemampuan model dalam mempelajari cara terbaik mencapai hasil tertentu atau dalam hal ini adalah mengalahkan lawan untuk menang.

Sebelumnya AlphaGo, program komputer yang dikembangkan lab AI Google DeepMind untuk memainkan permainan Go asal China, mengklaim serangkaian kemenangan melawan juara Go manusia di akhir tahun 2010-an.

Master Go Korea Selatan Lee Se-dol pensiun setelah beberapa kali dikalahkan oleh AlphaGo pada tahun 2019. “Ada entitas yang tidak dapat dikalahkan,” katanya saat itu.

Sementara itu di akhir 1990-an, para juara catur diadu melawan komputer-komputer canggih. Kemenangan komputer Deep Blue saat itu dianggap sebagai momen penting dalam menunjukkan kekuatan komputer untuk menandingi manusia.

Sumber: detik,com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Cara Praktis Bikin Kartu Lebaran AI-Style di Galaxy S26 Series

20 March 2026 - 21:44 WIB

1 Syawal Tak Seragam, Netizen Sepakat Tak Debatkan Penetapan Idul Fitri

20 March 2026 - 21:39 WIB

Tiba-tiba Ngetweet, Cristiano Ronaldo: Eid Mubarak Semuanya!

20 March 2026 - 21:35 WIB

PLN UPT Cirebon dan YBM PLN Gelar Berbagi Berkah Ramadhan

17 March 2026 - 13:52 WIB

Jaga Keandalan Pasokan Listrik di Wilayah Garut, PLN UPT Cirebon Tetap Laksanakan Sweeping Layangan

17 March 2026 - 13:34 WIB

Trending on Kabar Lifestyle