Menu

Dark Mode
50+ Ucapan Selamat Hari Kartini 2026 untuk WhatsApp Status & IG Story Johny Srouji Jadi Bos Hardware Apple, Peran Makin Besar Pelihara Puluhan Ribu Ular Mematikan, Gadis Ini Dapat Rp 2,5 Miliar Dedie Rachim Usulkan Moratorium Angkot Kabupaten ke Dishub Jabar Penembakan di Papua: Dua Insiden Berbeda, Tidak Saling Berkaitan Jakarta Dorong UMKM Go Digital, Perputaran Ekonomi Capai Rp67,5 Triliun

Kabar Politik

Diduga Miliki KTA Dua Parpol, Dokter Rayendra Picu Polemik

badge-check


					Diduga Miliki KTA Dua Parpol, Dokter Rayendra Picu Polemik Perbesar

Dugaan salah satu bakal calon Wali Kota Bogor Dokter Raendi Rayendra memiliki dua kartu tanda anggota (KTA) partai berbeda, menimbulkan polemik. Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Bogor, Atty Somaddikarya, pun angkat bicara terkait dugaan kepemilikan 2 KTA dari 2 partai berbeda tersebut.

Menurut Atty, polemik muncul setelah dokter Raendi Rayendra yang telah memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) PDI Perjuangan dan  mendapat surat tugas calon wali kota Bogor, tiba-tiba saja diduga dokter Rayendra juga memiliki KTA partai Golkar usai bertandang ke kantor DPD Partai Golkar, Minggu (18/09/2024).

Atty menilai langkah tersebut sebagai tindakan sepihak yang berpotensi terjadi kesalahpahaman dengan unsur kesengajaan untuk menciptakan konflik antara dua partai besar.

“Dokter Rayendra sudah memiliki KTA PDI Perjuangan tanpa ada paksaan, kemudian yang besangkutan diduga membuat KTA Golkar. Ini merupakan langkah yang kurang beretika, jangan pernah menggeser aturan main berpolitik apa lagi menabraknya tanpa berhitung dampak buruk atas hubungan yang sudah lama terjalin kompak antar partai, ada hal utama yang dijunjung tinggi secara terukur,” tegas Atty.

Atty menambahkan, partai politik memiliki aturan main dan kebijakan yang berbeda-beda. Sebagai syarat wajib bagi siapapun yang ingin maju dengan tiket dari PDI Perjuangan, harus siap menjadi kader dan memiliki KTA.

“Kami sangat menyayangkan minimnya penghormatan terhadap etika berpolitik. Padahal seorang calon kepala daerah memiliki hak menentukan bendera politiknya sebagai warga negara, namun harus dilakukan dengan mempertimbangkan etika politik,” kata Atty.

Lebih lanjut, Atty menyatakan bahwa PDI Perjuangan dan Golkar adalah dua partai besar yang sarat akan pengalaman politik yang sudah punya jam terbang .

“Seharusnya partai tidak masuk terlalu jauh ke dalam urusan rumah tangga partai lain seperti yang saya lakukan. Kesalahan dan tidak pahamnya sebuah etika tidak sepenuhnya ada pada Golkar, namun ada juga kesalahan dari calon yang mengejar tiket Pilkada demi mencari partai koalisi tapi lupa memperhatikan etika politiknya,” tambahnya.

Sebelumnya, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bogor, Dadang Iskandar Danubrata (DID) mengaku, telah memanggil dan mengklarifikasi Dokter Rayendra terkait dugaan kepemilikan KTA Partai Golkar.

“Kami telah klarifikasi dokter Rayendra soal kabar kepemilikan KTA itu, karena saat beredar kemarin-kemarin, saya belum dapat penjelasan langsung. Yang jelas tidak boleh (dua KTA). Sekarang kan semua KTA terintegrasi KPU, harus jelas orangnya,” terang Dadang.

Apabila yang bersangkutan mempunyai dua KTA dari partai berbeda, lanjut Dadang, pihaknya akan meminta yang bersangkutan memilih salah satu di antaranya.

“Hasil pemanggilan Rayendra akan disampaikan ke DPP PDIP. Nanti DPP yang akan putuskan apakah kita akan lanjut mendukung dokter atau tidak di Pilwalkot Bogor. Yang pasti, DPC, DPD Jabar dan DPP sangat kecewa dengan kondisi tersebut,” tegasnya. Pratama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Penembakan di Papua: Dua Insiden Berbeda, Tidak Saling Berkaitan

19 April 2026 - 20:17 WIB

Deklarasi Gerakan 100 Persen Pilah Sampah, Jakarta Utara Diapresiasi Wamen LH

18 April 2026 - 21:40 WIB

Magang Nasional Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku Peserta

18 April 2026 - 19:59 WIB

Ketua DPRD Kota Bogor Ikuti Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah di Akmil Magelang

16 April 2026 - 09:24 WIB

Buka Rekrutmen Karyawan, BPJS Ketenagakerjaan Siap Perkuat Layanan dan Perluas Cakupan Kepesertaan

11 April 2026 - 19:22 WIB

Trending on Headline