Menu ✖

Dark Mode
Pidato di PBB, Netanyahu Bawa Starlink Sambil Sindir Iran Mau Bikin Data Center di Luar Angkasa, Google Uji Chip AI di Orbit Komdigi Dorong Transfer AI – Cloud dalam Investasi Microsoft di RI ‘Nostradamus’ China Ramal Tragedi Serupa 9/11 Terjadi Lagi Bumi Makin Panas, 12 Triliun Ton Es Meleleh dalam 47 Tahun NASA Pamer ‘Hantu’ 5 Bintang Meledak dalam Satu Foto

Kabar Politik

Decan: Wacana Sistem Pemilu 2024 Adalah Penghianatan Demokrasi

badge-check


					Decan: Wacana Sistem Pemilu 2024 Adalah Penghianatan Demokrasi Perbesar

Wacana penerapan sistem proporsional tertutup pada Pemilihan Umum 2024 adalah bentuk penghianatan pada demokrasi. Hal tersebut ditegaskan Ketua DPC Partai Demokrat kabupaten Bogor, Dede Candra Sasmita.

Pria yang akrab diaapa Decan ini dengan tegas menolak wacana penerapan sistem proporsional tertutup pada Pemilihan Umum 2024.

“Menurut saya sistem proporsional terbuka adalah kemajuan esensial dalam demokrasi kita. Kerugian konstitusional yang dikeluhkan justru lebih besar apabila diterapkan sistem proporsional tertutup,” ujar Dede Candra sasmita, Jumat (30/12/22).

Lebih lanjut pria yang akrab disapa Kang Dhecan itu mengatakan, sebagai seorang calon legislatif, tentunya akan merasa hak konstitusionalnya dilaksanakan secara penuh ketika bisa mengkampanyekan dirinya sebagai individual wakil rakyat. Selain itu, bagi para pemilih akan lebih puas ketika dirinya mencoblos orang yang memang diinginkannya untuk menjadi wakilnya di parlemen.

“Kompetisi antar caleg itu bagus untuk memperkuat sistem merit dalam perekrutan anggota legislatif. Siapa yang punya rekam jejak, pemikiran dan kerja yang bagus, akan dipilih rakyat,” urainya.

Kang Dhecan meyakini betul bahwa Sistem Proporsional Terbuka sudah sesuai dengan keinginan pembentuk undang-undang dan tidak memiliki kelemahan konstitusional. Dia meyakini, Mahkamah Konstitusi (MK) akan konsisten mempertahankan keyakinan yang sama ketika memutus gugatan pemohon yang ingin mengembalikian sistem tertutup.

“Saya meyakini manakala Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan pelaksanaan Pemilu degan proporsional tertutup, masyarakat akan menilai hal ini merupakan kemunduran demokrasi di Indonesia dan rezim saat ini akan dinilai gagal dalam menjaga demokrasi, bahkan cenderung jadi langkah bodoh, karena hanya akan membuat citra di akhir jabatan menjadi buruk,” tegasnya.

Dalam kesempatan ini, Kang Dhecan mengajak kepada seluruh Rakyat Indonesia untuk menjadikan hal ini sebagai momentum rakyat agar semakin cerdas menggunakan hak pilihnya, bahwa memilih calon legislative jangan hanya berdasarkan uang yang di bagikan saat serangan fajar, menurutnya hal seperti ini benar-benar perbuatan bodoh dan Juhala, menyesalnya 5 tahun kedepan.

“Saya mengajak kepada semua rekan aktivis, para penggiat demokrasi, dan semua elemen bangsa untuk tetap konsisten menempatkan kedaulatan ditangan rakyat, semoga tetap MK tidak mengabulkan gugagatan ini, dan tetap menggunakan proporsional terbuka, agar masyarakat bena-benar memilih legislator yang diharapkan.

Penukis Pratama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Ketua DPRD Kota Bogor Motivasi Mahasiswa Baru UIKA: Manfaatkan Kesempatan untuk Menuntut Ilmu

16 September 2026 - 12:13 WIB

DPRD dan Kajari Kota Bogor Sepakat Perkuat Kolaborasi

15 September 2026 - 09:07 WIB

H. Karnain Asyhar Dorong Tabligh Akbar Jadi Wadah Penguatan Mental Keluarga dan Rujukan Umat

13 September 2026 - 19:15 WIB

​Sinyal Bahaya di Bogor: Anak Usia 6 Tahun Mulai Terlibat Kasus Kekerasan, DPRD Desak RAD 2027

10 September 2026 - 19:47 WIB

DPRD Kota Bogor Bentuk 3 Pansus pada Masa Sidang Ketiga 2026

1 September 2026 - 09:20 WIB

Trending on Kabar Politik