Menu ✖

Dark Mode
Jelang Pembangunan JPO, Dedie Rachim Minta PKL Jalan MA Salmun Segera Relokasi Tanah Sareal Bakal Ditiru Pakistan Respons Tak Terduga China Setelah Trump Tiba-Tiba Rombak Nama AI Tergerus AI, Deret Jurusan Ini Dihapus dari Kampus-kampus China Astronom Temukan Bukti Matahari Pernah Makan Planet di Awal Tata Surya Manta Impact Bond Disiapkan untuk Lindungi Pari Manta Raja Ampat

Kabar Bogor

Audensi Tak Ditanggapi, Asosiasi Jasa Kontruksi Ngadu ke BK

badge-check


					Audensi Tak Ditanggapi, Asosiasi Jasa Kontruksi Ngadu ke BK Perbesar

Tak kunjung mendapatkan jawaban terkait permohonan audensi dengan pimpinan DPRD Kota Bogor, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Bogor beserta sejumlah asosiasi jasa konstruksi menyampaikan surat aduan kepada Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Bogor.

Menurut salah satu pimpinan asosiasi dari Gapensi Kota Bogor, Haekal Audah, surat aduan dilayangkan karena sudah satu bulan lebih surat permohonan audiensi kepada pimpinan DPRD Kota Bogor, belum ada ditindaklanjut.

“Kami merasa permohonan audiensi adalah bagian dari hak masyarakat, untuk dapat berdiskusi dengan wakil rakyat,” kata Haekal.

Pimpinan Gapeksindo Kota Bogor, Onang Suhendar menambahkan, sebagai warga yang baik pimpinan asosiasi berusaha dan mencoba menyampaikan aspirasi melalui audiensi, namun sayangnya tidak diindahkan.

Senada dengan Onang, Sekretaris Aspeknas Kota Bogor, Heri menyayangkan tidak adanya itikad baik dari pimpinan dewan untuk berdiskusi dengan asosiasi jasa konstruksi.

“Sempat ada kabar, kalau audiensi tersebut di disposisi ke salah satu pimpinan dewan, tapi sampai saat ini pimpinan dewan tersebut tidak menghubungi pihak asosiasi. Intinya kami ingin iklim usaha yang kondusif bisa terwujud di Kota Bogor. Tapi kami tidak bisa jalan sendiri, perlu penyamaan persepsi dari semua pihak,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua I DPRD Kota, Jenal Mutaqin mengaku belum menerima tembusan dan belum mengecek adanya surat aduan ke BK DPRD Kota Bogor. Akan tetapi pada prinsipnya audiensi dari manapun, DPRD akan menerima karena ini merupakan lembaga.

“Audiensi dari manapun pasti diterima oleh kami, ini kan lembaga. Intinya, bisa disposisi ke komisi terkait sesuai bidang, atau diterima oleh ketua atau pimpinan lain. Tinggal menyesuaikan waktu dan jadwal audiensi,” ujar Jenal.

Jenal mengaku saat ini selain Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto tengah sakit, jadwal DPRD Kota Bogor pun cukup padat terutama di akhir tahun seperti ini.

“Ketua lagi sakit, dan kita sedang padat kegiatan. Oktober sampai November 2022 DPRD estafet pembahasan pertama KUA PPAS tahun 2023, RAPD tahun 2023, Renja DPRD 2023 dan tiga raperda yang akan dipansuskan minggu depan. Kemudian  pansus berjalan,” pungkasnya.

Penulis Pratama

Editor Aldho Herman

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jelang Pembangunan JPO, Dedie Rachim Minta PKL Jalan MA Salmun Segera Relokasi

28 September 2026 - 18:17 WIB

Tanah Sareal Bakal Ditiru Pakistan

28 September 2026 - 14:16 WIB

Generasi Muda Kota Bogor Kenalkan Potensi Wisata Kota Hujan

27 September 2026 - 23:22 WIB

Puncak World Rabies Day 2026 Digelar di Bogor, Dedie Rachim Ajak Masyarakat Peduli Kesehatan Hewan

27 September 2026 - 21:26 WIB

Dedie Rachim Apresiasi Gerakan Wakaf Pohon Alpukat untuk Lingkungan dan Ekonomi

27 September 2026 - 21:22 WIB

Trending on Kabar Bogor