Menu ✖

Dark Mode
Rakor Pemprov Jabar Bahas Layanan Kesehatan hingga Rencana BRT Pemkot Bogor Tekankan Pentingnya Standar Higiene bagi Pengelola Depot Air Minum Kota Bogor Optimis Raih 100 Medali Emas Dalam Ajang Porprov XV Gebyar Sakura, YKI Kota Bogor Ajak Perempuan Berani Periksa Kanker Sejak Dini Pembangunan Trase Baru Jalan Saleh Danasasmita Melaju, Capai 79 Persen Kisah Rui Pinto, Hacker yang Bocorkan Skandal Finansial Manchester City

Kabar Politik

Belajar Makna Kepemimpinan dari Sepiring Kerak Telor

badge-check

Jakarta, Kerak telor. Salah satu makanan khas Betawi yang paling dicari dalam berbagai perhelatan kebudayaan.

Bukan hanya saat melahapnya, tapi banyak orang juga dengan antusias memandangi kelihaian penjual kerak telor saat memasak. Mata membelalak, tapi tak banyak yang tahu bahwa setiap bahan dan langkah pembuatan sepiring kerak telor memiliki makna kepemimpinan.

Salah satu anggota Komite Kesenian dan Pemasaran Lembaga Pengelola Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Indra Sutisna, menjabarkan makna tersebut kepada CNN Indonesia beberapa waktu lalu.

“Makan itu jangan cuma kenyang. Harus nikmat, sehat, dan kenal filosofinya,” ujar Indra.

Indra menjelaskan, bahan yang digunakan untuk membuat kerak telor yaitu ketan, memiliki karakteristik pemimpin. “Teksturnya kental dan memimpin keseluruhan rasa kerak telor.”

Sifat kepemimpinan tersebut dikuatkan dengan kehadiran telur yang menyatukan. “Segala wawasan yang dipunya itu harus dikuatkan. Idealisme juga harus ada penguatnya supaya enggak lemah dan terlepas,” tutur Indra.

Tak hanya dari bahan, filosofi juga terkandung dalam cara memasak. Hal utama yang harus diperhatikan saat membuat kerak telor adalah waktu.

Jika terlalu cepat ditelungkupkan, ketan dan telur belum terlalu matang sehingga akan hancur. “Begitu pula dengan pemimpin. Kalau belum siap, jangan dulu dijadikan pemimpin,” kata Indra.

Jika sudah berhasil ditelungkupkan dengan sempurna, waktu tetap harus diperhatikan. “Jangan kelamaan jadi pemimpin. Nanti gosong, angus, enggak enak dimakan, bisa dibuang,” ucap Indra.

Sementara itu, tambahan bumbu lain dalam kerak telor melambangan cara pemimpin berdinamika. “Kalau pedas itu ngomongnya keras. Kalau gurih itu murah senyum. Belajarlah kepemimpinan dari kerak telor,” katanya.

:> (mer) | CNN Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Sidang Gugatan Pendidikan Gibran Masuk Babak Akhir, Pakar UMY Sebut Jabatan Wapres Tetap Sah

6 October 2026 - 11:09 WIB

Sempat Terancam Nonaktif, Ratusan Ribuan BPJS Warga Kota Bogor Akhirnya Terselamatkan.

30 September 2026 - 10:09 WIB

Ketua DPRD Kota Bogor Lepas Delegasi PSM Agria Suara IPB ke Busan

26 September 2026 - 14:53 WIB

Ketua DPRD Kota Bogor Motivasi Mahasiswa Baru UIKA: Manfaatkan Kesempatan untuk Menuntut Ilmu

16 September 2026 - 12:13 WIB

DPRD dan Kajari Kota Bogor Sepakat Perkuat Kolaborasi

15 September 2026 - 09:07 WIB

Trending on Kabar Politik