Menu ✖

Dark Mode
Bukan Coding, Skill Ini yang Bakal Jadi Modal Utama Pekerja di Era AI Dari Dapur ke Pasar Digital, Teknologi Bantu Ibu Rumah Tangga Jadi Bos China Buka Taman Hiburan AI Terbesar Pertama di Dunia, Dihuni 300 Robot Raksasa AI Ekspansi Besar-besaran di Singapura, Sewa Kantor Meroket Bukan Sekadar Alamat Website, Domain Dibidik Jadi Identitas IP Timnas Pokemon Unite Indonesia Lolos Perempat Final Asian Games 2026

Kabar Politik

Anton: UMKM Penopang Ekonomi Nasional

badge-check


					Anton: UMKM Penopang Ekonomi Nasional Perbesar

Pemerintah terus berupaya agar Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) bisa bertransformasi digital, dengan mengadopsi teknologi yang sekarang sedang berkembang. Upaya ini dilakukan agar eksistensi UMKM terus terjaga dan memberi andil positif dalam pemulihan ekonomi nasional. Demikian dikatakan Wakil Ketua Komisi I DPR RI Anton Sukartono Suratto, dalam webinar ‘Solusi Peningkatan UMKM Dalam Pemulihan Nasional di Masa Pandemi Covid-19’ yang digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan DPR RI di Bogor Valley, kemarin.

Menurut Anton, saat ini baru 15 persen saja UMKM yang sudah digitalisasi. Padahal di era industri 4.0 degitalisasi UMKM jadi kunci penting.

“UMKM sudah harus melakukan digitaliasi, pengembangan dari UMKM tradisional ke digital adalah solusi dan penting dilakukan sehingga UMKM mesti terus didorong mengadopsi teknologi,” ujar  Anton.

Anton meyakini UMKM bisa jadi penopang pemulihan ekonomi nasional dimasa pandemi sekarang ini sehingga masa pandemi ini juga jadi momentum pengembangan UMKM. “Teknologi memiliki peran penting dan pelaku UMKM pun sekarang ini banyak kaum muda,” jelas wakil rakyat dari Fraksi Partai Demokrat ini.

Sementara itu menurut Direktur Ekonomi Digital Kominfo I Nyoman Adhiarna, dirinya sependapat dengan Anton, Kominfo ini selama ini telah melakukan sejumlah program, dan pada tahun 2022 UMKM harus sudah mengadopsi teknologi.

“Tahun depan adopsi, sebenarnya tahun 2017, UMKM sudah go online dan 2020 sampai sekarang sudah active selling. Tinggal pembenahan di jumlah kendala. Ada tiga poin penting yaitu ekonomi, pemerintah dan masyarakat itu sendiri yang semuanya mesti bertransformasi ke digital,” kata  I Nyoman.

I Nyoman tidak memungkiri sekarang ini sejumlah masalah seperti infrastruktur, kualitas produk, konektivitas, akses perbankan dan culture, menghambat laju UMKM. Meski demikian dia optimistis sekarang ini banyak UMKM telah berjualan dengan platform digital.

“Data BPJS sudah ada 63 juta, hanya memang masih belum punya akun di marketplace. Jadi sudah 37 persen sudah jualan di sosmed,” katanya.

Hal senada dituturkan Founder Kopi Ranger Irwan Kurnia, UMKM memiliki prospek bagus. “Inovasi bisnis bisa dilakukan di platform medsos dan memang mesti ada bantuan teknologi jika mau berkembang. Tentu produsen juga mesti menjaga kualitas produk,” jelas Irwan.

Bisnisnya tampil beda dengan kopi seduh dingin atau coldbrew. Meski diakuinya, pandemi Covid-19 telah berdampak ke coffeeshop, namun sejumlah inovasi terus dilakukan salah satunya menyajikan cita rasa kopi tiap daerah yang memiliki karakteristik rasa unik.

Penulis Pratama/rls

Editor Aldho Herman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Ketua DPRD Kota Bogor Motivasi Mahasiswa Baru UIKA: Manfaatkan Kesempatan untuk Menuntut Ilmu

16 September 2026 - 12:13 WIB

DPRD dan Kajari Kota Bogor Sepakat Perkuat Kolaborasi

15 September 2026 - 09:07 WIB

H. Karnain Asyhar Dorong Tabligh Akbar Jadi Wadah Penguatan Mental Keluarga dan Rujukan Umat

13 September 2026 - 19:15 WIB

​Sinyal Bahaya di Bogor: Anak Usia 6 Tahun Mulai Terlibat Kasus Kekerasan, DPRD Desak RAD 2027

10 September 2026 - 19:47 WIB

DPRD Kota Bogor Bentuk 3 Pansus pada Masa Sidang Ketiga 2026

1 September 2026 - 09:20 WIB

Trending on Kabar Politik