Menu ✖

Dark Mode
Para Wali Kota Peserta Mayor’s Talk Nikmati Kesejukan Kota Bogor. Hapkido Kota Bogor Raih Medali di Kejurnas Nvidia Rilis OpenShell dan Sentry, Platform Pengaman Agen AI Nakal Denny Mulyadi Resmi Menutup Mayor’s Talk: Climate and Urban Resilience 2026 Peneliti Bor Lokasi Diduga Bahtera Nabi Nuh, Mata Bor Mendadak Pecah Kalah di Pengadilan, Meta Terancam Denda Rp 3.900 Triliun

Headline

Selama Covid-19, Jumlah Warga Kabupaten Bogor Berkurang

badge-check


					Selama Covid-19, Jumlah Warga Kabupaten Bogor Berkurang Perbesar

Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bogor, mencatat ada pengurangan jumlah penduduk sekitar 500 ribu jiwa di wilayahnya selama pandemi Covid-19.

“Tahun 2019 sekitar 5,9 juta jiwa, hasil sensus penduduk 2020 menurun menjadi 5,4 juta jiwa,” ungkap Kasi Statistik Sosial BPS Kabupaten Bogor, Ujang Jaelani.

Dikatakannya, BPS telah memproyeksikan jumlah penduduk Kabupaten Bogor pada tahun 2020 sebanyak 6 juta jiwa sesuai asumsi pertambahan jumlah penduduk dari tahun ke tahun, tapi bukannya bertambah malah berkurang karena pandemi.

“Kita proyeksikan sekitar 6 juta (jiwa) awalnya. Waktu memproyeksikan asumsi pandemi belum diperhitungkan, proyeksi dihitung dua tahun lalu,” terang Ujang.

Meski tak merinci jumlahnya, tapi ia menyebutkan bahwa pengurangan penduduk terjadi karena banyak faktor, mulai dari perpindahan penduduk hingga meninggal dunia.

“Ada juga (warga) yang meninggal dunia, tapi dibanding yang bergerak ke luar Bogor, jauh lebih banyak yang bergerak ke luar Kabupaten Bogor,” imbuhnya.

Menyikapi hal itu Anggota DPRD Jawa Barat, Asep Wahyuwijaya mengatakan bahwa data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyatakan penduduk di Kabupaten Bogor menghilang sekitar 500 ribu jiwa selama pandemi Covid-19.


Baca juga: Vaksinasi Tahap 2 di Kota Bogor Dimulai Februari Sampai Mei 2021


“Pemkab Bogor harus mulai menjadikan basis data tersebut untuk memetakan dalam mengambil kebijakan,” katanya di Cibinong, Bogor, Jabar, Selasa 23 Februari 2021.

Menurut legislator asal Kabupaten Bogor itu, kondisi berkurangnya penduduk yang diduga karena ditinggal para pendatang selama pandemi, harus menjadi peluang bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dalam mengatasi masalah tingginya angka pengangguran.

“Kita tahu kawasan industri di Jawa Barat sebetulnya bukan menampung penduduk asli. Seperti di Karawang, itu unik. Tingkat kemiskinan tinggi, padahal kawasan industri. Jawabannya, yang bekerja itu bukan warga setempat,” tuturnya.

Sumber: Tempo
Editor: Adi Kurniawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Para Wali Kota Peserta Mayor’s Talk Nikmati Kesejukan Kota Bogor.

29 September 2026 - 22:00 WIB

Denny Mulyadi Resmi Menutup Mayor’s Talk: Climate and Urban Resilience 2026

29 September 2026 - 20:01 WIB

Kapolresta Baru Resmi Bertugas, Adityawarman Tekankan Sinergitas dan Pelayanan

29 September 2026 - 17:00 WIB

YKI Kota Bogor dan RRI Bogor Perkuat Edukasi Kanker Payudara dan Serviks

28 September 2026 - 18:29 WIB

Pemkot Bogor Tata Nyi Raja Permas, Pedagang Disiapkan Lokasi Usaha yang Lebih Representatif

28 September 2026 - 18:24 WIB

Trending on Kabar Bogor