Menu

Dark Mode
Griya Pekerja Batam Curhat ke Direksi BPJS Ketenagakerjaan  Luncurkan Alapadu Wara Wiri, BKPSDM Jemput Bola ke ASN Pemkot Ajak Konsistensi Jaga Kebersihan Kota Bogor April Sudah Masuk Kemarau, Kenapa Masih Hujan Deras? Tentara Israel Akui Iron Dome Cs Gagal Bendung Rudal Iran Unik! Astronaut Artemis II Tidur di Luar Angkasa Mirip Kelelawar

Headline

Selama Covid-19, Jumlah Warga Kabupaten Bogor Berkurang

badge-check


					Selama Covid-19, Jumlah Warga Kabupaten Bogor Berkurang Perbesar

Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bogor, mencatat ada pengurangan jumlah penduduk sekitar 500 ribu jiwa di wilayahnya selama pandemi Covid-19.

“Tahun 2019 sekitar 5,9 juta jiwa, hasil sensus penduduk 2020 menurun menjadi 5,4 juta jiwa,” ungkap Kasi Statistik Sosial BPS Kabupaten Bogor, Ujang Jaelani.

Dikatakannya, BPS telah memproyeksikan jumlah penduduk Kabupaten Bogor pada tahun 2020 sebanyak 6 juta jiwa sesuai asumsi pertambahan jumlah penduduk dari tahun ke tahun, tapi bukannya bertambah malah berkurang karena pandemi.

“Kita proyeksikan sekitar 6 juta (jiwa) awalnya. Waktu memproyeksikan asumsi pandemi belum diperhitungkan, proyeksi dihitung dua tahun lalu,” terang Ujang.

Meski tak merinci jumlahnya, tapi ia menyebutkan bahwa pengurangan penduduk terjadi karena banyak faktor, mulai dari perpindahan penduduk hingga meninggal dunia.

“Ada juga (warga) yang meninggal dunia, tapi dibanding yang bergerak ke luar Bogor, jauh lebih banyak yang bergerak ke luar Kabupaten Bogor,” imbuhnya.

Menyikapi hal itu Anggota DPRD Jawa Barat, Asep Wahyuwijaya mengatakan bahwa data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyatakan penduduk di Kabupaten Bogor menghilang sekitar 500 ribu jiwa selama pandemi Covid-19.


Baca juga: Vaksinasi Tahap 2 di Kota Bogor Dimulai Februari Sampai Mei 2021


“Pemkab Bogor harus mulai menjadikan basis data tersebut untuk memetakan dalam mengambil kebijakan,” katanya di Cibinong, Bogor, Jabar, Selasa 23 Februari 2021.

Menurut legislator asal Kabupaten Bogor itu, kondisi berkurangnya penduduk yang diduga karena ditinggal para pendatang selama pandemi, harus menjadi peluang bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dalam mengatasi masalah tingginya angka pengangguran.

“Kita tahu kawasan industri di Jawa Barat sebetulnya bukan menampung penduduk asli. Seperti di Karawang, itu unik. Tingkat kemiskinan tinggi, padahal kawasan industri. Jawabannya, yang bekerja itu bukan warga setempat,” tuturnya.

Sumber: Tempo
Editor: Adi Kurniawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Griya Pekerja Batam Curhat ke Direksi BPJS Ketenagakerjaan 

8 April 2026 - 14:34 WIB

Luncurkan Alapadu Wara Wiri, BKPSDM Jemput Bola ke ASN

7 April 2026 - 21:39 WIB

PDIP Kota Bogor Terima SK Pengurus

7 April 2026 - 08:58 WIB

Komdigi: Rating Gim IGRS di Steam Bukan Klasifikasi Resmi

6 April 2026 - 14:39 WIB

Gelar Diskusi Lintas Agama, PIKI Perkuat Sinergi Wujudkan Depok Kota Toleran

4 April 2026 - 22:07 WIB

Trending on Kabar Bogor