Menu ✖

Dark Mode
Wacana Whoosh Sampai Jatim, Dosen UMY Ingatkan Menkeu Hari Kedua, Asap Masih Mengepul di Trans Home Sleman Akses Sempit Jadi Kendala Damkar Padamkan Trans Home Sleman Sleman Trans Home Sleman Terbakar, Dua Orang Meninggal Jalan Merdeka Ditata, Pemkot Bogor Tertibkan PKL dan Angkot Terekam Google Earth: Skala Kehancuran Gaza yang Mengguncang Nalar

Headline

Tenaga Pendidik Jadi Prioritas Penerima Vaksin Covid 19

badge-check


					Wali Kota Bogor Bima Arya memastikan tenaga pendidik menjadi salah satu prioritas penerima vaksin covid tahap pertama. foto prokompim Perbesar

Wali Kota Bogor Bima Arya memastikan tenaga pendidik menjadi salah satu prioritas penerima vaksin covid tahap pertama. foto prokompim

Tenaga pendidik atau guru dipastikan menjadi salah satu prioritas untuk mendapatkan vaksin covid 19 tahap pertama, yang rencananya akan dilaksanakan pada akhir Desember atau awal Januari 2021. Hal tersebut disampaikan Wali Kota Bogor Bima Arya dalam konfrensi pers virtual, Sabtu (21/11/2020) kemarin.

“Apabila vaksin sudah bisa dijalankan, semua tenaga pendidik akan diprioritaskan untuk menerima vaksin. Tetapi apabila vaksin masih menunggu waktu, maka secara bertahap tenaga pendidik akan diatur untuk melakukan test swab. Jadi saya sudah minta Dinas Kesehatan (Dinkes) berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan (Disdik) untuk mengatur pelaksanaan tes swab,” kata Bima.

Tenaga pendidik atau guru menjadi prioritas mendapatkan vaksin, dikarenakan Pemkot Bogor berencana membuka kembali sekolah tatap muka pada Januari 2021 mendatang.


Baca juga: Libur Gegara Covid, Pemkot Bogor Berencana Kembali Buka Sekolah


Jika ada kasus positif di sekolah, lanjut Bima, maka akan ditinjau ulang penerapan sekolah tatap mukanya. Tergantung kepada kondisinya per sekolah, jadi tidak berlaku secara umum.

“Apabila ada kasus di suatu sekolah atau sekolah tertentu kita akan tinjau kebijakan di situ. Namun apabila, bertambahnya itu kita lihat secara masif se-Kota Bogor dan terjadi karena diberlakukannya pembelajaran tatap muka maka tentu saja akan dievaluasi kebijakan ini,” katanya.

Meski akan mulai diberlakukan mulai 11 Januari 2021, kata Bima, tidak semua jenjang pendidikan dan semua siswa bisa mulai beraktivitas.

“Secara bertahap. Jadi tidak sekaligus. Dan bagi sekolah-sekolah yang ingin mulai pembelajaran tatap muka, bisa mengajukan permohonan kepada Pemkot Bogor dengan catatan permohonan itu didukung, disetujui dan disepakati oleh komite sekolah. Menyiapkan secara rinci terkait dengan tiga aspek utama, yakni konsep atau sistem pembelajarannya jelas, seperti apa pengaturan jadwal pemberian mata pelajarannya, pengaturan kelasnya dan lain-lain,” jelas Bima, seraya menambahkan, kesiapan protokol kesehatannya bagaimana.

“Disdik akan melakukan sosialisasi, daftar periksa apa yang harus dipenuhi oleh semua sekolah. Misalnya kesiapan thermogun, kemudian kesiapan apabila ada peristiwa darurat, dan hal-hal lain,” tambah Bima.

penulis/editor herman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Hari Kedua, Asap Masih Mengepul di Trans Home Sleman

2 October 2026 - 12:14 WIB

Akses Sempit Jadi Kendala Damkar Padamkan Trans Home Sleman Sleman

1 October 2026 - 21:16 WIB

Trans Home Sleman Terbakar, Dua Orang Meninggal

1 October 2026 - 19:10 WIB

Jalan Merdeka Ditata, Pemkot Bogor Tertibkan PKL dan Angkot

1 October 2026 - 15:47 WIB

Raperda Perubahan APBD 2026 Disepakati, Pemkot Bogor Fokus Perkuat Pelayanan Publik

30 September 2026 - 12:37 WIB

Trending on Kabar Bogor