Menu

Dark Mode
Fakta-fakta dan Spesifikasi Lampung-1, Satelit AI Pertama Indonesia Daftar Inovasi BRIN Dipamerkan ke Prabowo: Genteng Hingga Nuklir Pertama di Dunia: Ilmuwan Ciptakan Virus Pakai AI Ahli Ungkap Penampakan Permukaan Matahari Terbaru, Begini Bentuknya Basmi 96 Ular Piton, Pemburu Ini Bawa Pulang Rp 179 Juta AI Permudah Hacker Cari Celah Keamanan, Begini Cara Melawannya

Headline

Karena Ini Warga Kampung atau Dukuh Ini Terisolasi dari Kehidupan

badge-check


					Karena Ini Warga Kampung atau Dukuh Ini Terisolasi dari Kehidupan Perbesar

Warga di Pedukuhan Tlogolelo, Kelurahan (desa) Hargomulyo, Kapanewon Kokap, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, terisolasi kehidupannya.

Mereka tidak bisa beraktivitas seperti ke sawah atau aktivitas lainnya. Mereka terisolasi dikarenakan 18 warga di salah satu RT dalam Pedukuhan itu terkonfirmasi Covid-19.

Jalan desa dan sawah menuju wilayah lain ditutup. Akses warga Tlogolelo jadi terbatas. Ada yang tidak mudah melewati akses jalan desa. Ada pula yang segan kembali menggarap sawah.

Menurut Suparno (64), asal Tlogolelo. Ia sehat dan tinggal di RT yang tidak terjangkit Covid-19. Dia mengungkapkan, dirinya bersama sang istri rutin jalan pagi keliling desa setelah shalat subuh.

Keduanya malah dicegat warga saat melewati jalan di tengah sawah pada kawasan yang masuk wilayah Kalurahan Karangwuluh, Kapanewon Temon, saat subuh. Warga meminta mereka kembali.


Baca juga:Segini Jumlah Kecamatan Terdampak Bencana di Kab Bogor


“Mereka takut kena imbas Covid-19. Padahal bukan RT kami, asalkan Tlogolelo tidak boleh jalan-jalan. Alasannya, mereka takut tertular,” kata Suparno, Selasa (22/9/2020) sore.

Tak ingin memantik keributan, akhirnya Suparno dan istrinya balik arah. “Kami sering keliling desa saat subuh. Lewat tengah sawah ada yang jaga. Katanya, baiknya pulang saja,” katanya.

Hal serupa dialami Supriyanto (47). Ia bersama tujuh warga asal Tlogolelo sedang memanen padi di lahan seluas 800 meter di kawasan Karangwuluh.

Supriyanto mengakui didatangi warga dan beberapa perangkat desa akhir pekan lalu. Mereka kemudian diselidik demi memastikan mereka bukan warga asal RT di mana berkembang Covid-19. Warga yang mendatangi mereka meminta segera menyelesaikan pekerjaan lantas pulang dan isolasi.

“Saya bilang kalau memang gitu ya saya pulang. Tapi saya dibiarkan menyelesaikan dulu. (Alasan mereka warga) kami resah,” imbuhnya.

Penolakan antar-warga terjadi setelah salah satu RT di Tlogolelo terjangkit Covid-19. Belasan orang positif Corona pasca mengikuti arisan RT yang digelar awal September ini.

Lebih dari 70 orang menjalani swab. Hasil sementara, 18 terpapar. Bahkan, dua warga pasar terdekat di luar pedukuhan, turut terpapar.

Warga Tlogolelo sebenarnya segera me-lockdown salah satu RT. Pihak pedukuhan mengisolasi hanya pada satu RT ini saja. Sedangkan warga di RT lain bisa menjalani aktivitas seperti biasanya.

Mereka yang positif benar-benar tidak boleh keluar rumah. Mereka yang negatif maupun non reaktif rapid test masih boleh keluar masuk dengan pengawasan ketat.

RT yang diisolasi ini berisi lebih 90 jiwa. Mayoritas petani dan buruh. Pada perkembangannya, warga di luar Tlogolelo, memberi pembatasan. Beberapa warga Tlogolelo yang RT-nya tidak termasuk isolasi, mengaku mengalami pembatasan saat memasuki Karangwuluh, Temon.

Lurah Karangwuluh Purwaka mengakui ada beberapa titik penutupan akses. Ia mengatakan bahwa penutupan bersifat sementara hingga persoalan Covid-19 di Tlogolelo selesai. “Untuk memudahkan pengawasan,” kata Purwaka di kantornya.

Penutupan akses tidak dimaksudkan melarang warga lain bekerja, terutama para petani Tlogolelo yang menggarap sawah di Karangwuluh.

Pihak desa hanya melarang warga asal satu RT di Tlogolelo saja yang tidak boleh masuk dan beraktivitas di sana. RT itu adalah yang kini diisolasi.

“Hanya khusus pada warga dari RT itu. Selain RT tertular, boleh,” kata Purwaka.

Purwaka mengaku, pembatasan ini adalah untuk kebaikan semua pihak. Ia berharap dengan langkah ini maka bisa meminimalkan penularan masuk ke desanya.

“Kami ingin melindungi lebih dari 1.100 jiwa yang ada di Desa Karangwuluh. Pembatasan dilakukan untuk menjaga agar tidak terjadi penularan di desa. Jadi yang tidak boleh adalah yang satu RT itu saja. Yang RT lain boleh,” tegasnya.

Sumber: Kompas.com
Editor: Adi Kurniawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Tantan Sodorkan Program Creative Hub Hingga 1.000 UKW Gratis

3 August 2026 - 20:49 WIB

Parkir Badan Jalan, Dishub Kota Bogor Soroti Valet Parkir Aroem Resto dan Cafe Bogor

27 July 2026 - 09:36 WIB

Empat Isu Strategis Jadi Bahasan di Rakorkomwil III Apeksi

23 July 2026 - 22:01 WIB

Tingkatkan Keandalan Listrik Lewat Inovasi Digital, PLN UPT Cirebon Kembangkan Ekosistem TRION

15 July 2026 - 16:05 WIB

Lagi, BPJS Ketenagakerjaan Raih Gold Awar

15 July 2026 - 12:27 WIB

Trending on Headline