Menu ✖

Dark Mode
Libas KBB, Basket Kota Bogor Berebut Tiket Semifinal Lawan Kabupaten Bandung Kacamata Meta Masuk RI, Awas Privasi Warga Terancam Direkam Diam- Diam Ilmuwan Temukan Sel Darah Dinosaurus di Fosil untuk Pertama Kalinya Demokrat Menang, Ratusan Proyek Data Center AI Terancam Karhutla hingga Banjir Dominasi Bencana Indonesia Sepanjang 2026 Kenapa Hacker Targetkan Kulkas Supermarket di Eropa? Ini Kata Pakar

Headline

Geger Tikus Besar Serbu Kota, Warga Mengungsi

badge-check


					Geger Tikus Besar Serbu Kota, Warga Mengungsi Perbesar

Tikus biasanya berukuran tak lebih besar dari seekor marmut atau hamster. Tapi tikus-tikus yang tinggal di Merseyside, Inggris, ini bikin orang yang melihatnya ketakutan.

Ukuran mereka besar-besar. Bisa dibilang ukuran tubuh tikus-tikus di Sefton Road, Litherland, ini sama besarnya dengan seekor kelinci.

Hama tikus sebesar kelinci ini telah meresahkan warga Sefton Road. Selain sulit diberantas, ukuran tikus-tikus ini makin hari makin membesar.

Dalam sebuah video yang viral di media sosial, seorang warga memamerkan tikus sebesar kelinci yang terjebak dalam perangkap tikus.

Hewan pengerat itu berlari-lari di dalamnya. Jika dilihat dari ukurannya, besarnya sekitar dua kali ukuran tikus normal.

” Yang ini baru saja masuk rumah. Kami menangkap lima ekor selama lockdown. Tapi ini yang terbesar,” kata warga tersebut.

Baca juga:Doa Bersama Lintas Agama Warnai Peringatan HUT ke-75 RI di Kota Bogor

 

Dia awalnya mengira yang terperangkap di jebakan tikus itu adalah kelinci karena saking besarnya.

” Kami sudah berusaha menutupnya, tapi mereka selalu bisa mencari jalan masuk yang baru. Mereka sudah mengambil alih kota,” katanya.

Sementara itu, warga bernama Sandra Berry yang tinggal di Peel Road, terpaksa mengungsi bersama putrinya karena sudah tak tahan dengan tikus-tikus itu.

” Saya yakin orang-orang di Bootle mengira hama tikus ini akibat sampah yang dibuang sembarangan.

” Tapi bukan seperti itu yang terjadi di sini. Kami selalu bersih. Kami tidak membuang sampah yang mengundang lalat dan semacamnya.

” Saya sendiri tidak tahu dari mana mereka (tikus-tikus) datang,” katanya.

Sementara itu, juru bicara Dewan Kota Sefton mengatakan tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa ada masalah tikus yang signifikan di Litherland.

” Namun, tim pengendalian hama kami baru-baru ini terus melakukan pengumpanan sistematis pada sistem saluran pembuangan, yang akan membantu mengurangi populasi hewan pengerat itu,” katanya.

Menurutnya, meningkatnya aktivitas tikus bisa disebabkan berbagai masalah. Mulai dari masalah drainase, pembuangan sampah yang sembarangan, atau pemberian makanan yang berlebihan pada burung di taman.

” Yang memungkinkan tikus keluar dari saluran pembuangan dan memberi mereka tempat berlindung, keamanan, dan sumber makanan,” katanya.

Sumber: Daily Star

Foto: Liverpool ECHO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Perjuangan Safiera Ikuti Fast Track Pertama di Kehutanan UGM, Lulus S2 di Usia 22 Tahun, Double Degree di NUS

5 November 2026 - 15:49 WIB

Empat Emas Judo di Porprov XV Jabar 2026 Disabet Kota Bogor

5 November 2026 - 15:37 WIB

Buka OASE 2026 di UIN Jogja, Menag Nasaruddin Sebut Hilirisasi Teknologi Bisa Buat Bangkit Kejayaan Islam

4 November 2026 - 15:46 WIB

Sultan HB X Sentil Hasyim Wacana Pajaki Tukang Cukur: “Usung Kursi Mengko dipajaki, Kayak VOC Wae”

4 November 2026 - 15:40 WIB

Nazmi, Pesilat Kota Bogor Lolos ke Perempat Final

4 November 2026 - 15:12 WIB

Trending on Headline