Menu

Dark Mode
Pasar Jambu Dua, Jadi Laboratorium UMKM Kuliner Kota Bogor Sumber Duit Manusia Rp 3.370 Triliun Dobel Tahun Depan Pengadilan Jerman Putuskan Meta Tanggung Jawab Atas Iklan Palsu di FB & IG Ada ‘Telor Ceplok’ di Kawah Gunung Anak Krakatau, Apa Artinya? Google Akui Gemini Melakukan Peretasan Sistem 3 Perusahaan Manusia Rp 3.369 Triliun Ternyata Pakai Smartphone Ini

Headline

Dishub Jateng Larang Perantau Mudik

badge-check


					Dishub Jateng Larang Perantau Mudik Perbesar

Dinas Perhubungan Jawa Tengah meminta perantau asal Jateng, terutama dari Jakarta, untuk tidak mudik selama masa tanggap darurat COVID-19. Seruan itu dilakukan demi mencegah penyebaran virus corona.

“Mudik ndak boleh,” ucap Kadishub Jateng, Satriyo Hidayat, kepada kumparan, Kamis (26/3).
Satriyo tak menjelaskan lebih lanjut terkait pelarangan mudik tersebut. Ia mengingatkan terkait bahaya penularan corona yang tidak bisa terdeteksi secara kasat mata.
Terkait mudik, dia mengaku belum bisa mendata jumlah penumpang dari Jakarta yang masuk ke Jateng. Satriyo mengaku sedang menyusun rumusan untuk menghadapi pemudik dari Jabodetabek.
“Ini sedang disusun protokolnya. Sudah dibahas, sehingga teman-teman kabupaten/kota melakukan satu langkah. Aturan ini yang harus kita bakukan supaya kita selamat dan pergerakan mereka minimal kita tahu, mereka (pemudik) ditolak juga enggak bisa kan,” jelasnya.
Salah satu langkah yang dilakukan saat ini adalah memeriksa kesehatan para pemudik untuk mencegah virus corona. Misal seperti rombongan pemudik dari Jakarta di Jepara.
“Di Jakarta dilakukan (pemeriksaan suhu tubuh), kemudian di Jepara juga dilakukan. Ini bagus, ini yang kita sebarkan sembari menunggu instruksi dari pusat yang bisa kita terjemahkan lagi nantinya,” kata Satriyo.
Terlepas dari itu, Satriyo meminta seluruh terminal mengadakan protokol kesehatan. Mulai dari penyemprotan bus yang baru masuk dengan disinfektan hingga menyediakan hand sanitizer.
“Protap bus datang disemprot, jadi alat angkut tidak jadi alat penularan. Jadi intinya, apa yang bisa tak lakoni, tak lakoni dhisik (yang bisa dilakukan, dilakukan dulu),” ucap Satriyo.
Imbauan ini, kata Satriyo, diharap bisa dilakukan sesegera mungkin oleh pengelola terminal. Pihaknya juga sudah memerintahkan ke OPD di daerah untuk mengupayakan pengadaan disinfektan secepatnya.
“Segera hari ini kalau bisa bus bus masuk terminal disemproti. Agar masyarakat enggak gaduh,” tegasnya.
sumber kumparan.com
foto kampusnesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pemerintah Tetapkan 18 Hari Libur Nasional dan 8 Hari Cuti Bersama Tahun 2027

15 September 2026 - 20:36 WIB

Abu Vulkanik Menyebar, Kalbe Consumer Health dan PWI Kota Bogor Bagikan Masker 

9 September 2026 - 18:42 WIB

Galuga Kebakaran, Pemkot Bogor Gercep Padamkan

8 September 2026 - 21:24 WIB

Kopi Darat Bersama KGMP, BPJS Ketenagakerjaan Kebayoran Baru Perkuat Sinergi dan Perlindungan bagi Mitra Gojek

8 September 2026 - 10:03 WIB

Sinergi BPJS Ketenagakerjaan dan DMI Kebayoran Baru, Dorong Perlindungan Jaminan Sosial bagi Seluruh Perangkat Masjid

7 September 2026 - 10:18 WIB

Trending on Headline