Menu

Dark Mode
Gua Tersegel 40 Ribu Tahun Dibuka, Ungkap Neanderthal Sudah Canggih TikTok Bantah Rumor Terkait Tokopedia, Tegaskan Komitmen Operasional Apple Uji Coba Layar Lipat Tangguh untuk iPhone Fold Nonton di IndoXXI dan LK21 Bisa Kuras Rekening, Ini Link Aman Kapolresta Kota Bogor dan Dandim Ajak Wartawan Kompak Amankan Kota Bogor Pengurus Gudep SDN Papandayan Dilantik, Ini Pesan Ka Kwarcab Kota Bogor

Kabar Dunia

Keluarga di AS Kucurkan Rp 1.000 Triliun Demi Hewan Peliharaan

badge-check


					Keluarga di AS Kucurkan Rp 1.000 Triliun Demi Hewan Peliharaan Perbesar

Memelihara hewan tidak cukup hanya karena masalah lucu lalu dikurung begitu saja. Butuh beragam persiapan untuk memastikan kesejahteraan peliharaan terjaga.

Dalam hal ini, komitmen keluarga-keluarga di Amerika Serikat (AS) terhadap kesejahteraan hewan peliharaan mereka patut diacungi jempol. Total belanja mereka bagi hewan peliharaan hampir setara melewati orang terkaya di dunia.

Pada waktu satu tahun saja, mereka menghabiskan sekitar USD 75 miliar atau Rp 1.000 triliun (USD 1 = Rp 13.984) untuk belanja kebutuhan hewan. Sebagai perbandingan, kekayaan miliarder Mark Zuckerberg adalah USD 72 miliar dan merupakan orang terkaya keempat di dunia.

Ke mana saja anggaran belanja USD 75 miliar untuk mengalir? Di urutan teratas adalah belanja makanan hewan, setelah itu disusul perawatan kesehatan dari dokter hewan.

Ada juga biaya mainan, cemilan, pengasuh, tabungan, grooming, vaksin, tes laboratorium, pelatihan, suplai, dan obat-obatan, demikian laporan New York Post, Minggu (15/12/2019).

Data berasal dari American Pet Products Association (APSA). Rata-rata keluarga Amerika menghabiskan USD 1.100 (Rp 15,3 juta) hingga USD USD 2.000 (Rp 27,9 juta) pada tahun pertama saat punya peliharaan baru.

Penasihat keuangan di Brooklyn Plans, Kristen Euretig, berkata para pecinta hewan lebih baik merencanakan matang-matang sebelum mengadopsi hewan. Ia menegaskan memiliki hewan butuh berbagai komitmen.

“Sebuah hewan peliharaan adalah sebuah komitmen besar dan membutuhkan sumber daya di berbagai aspek: secara waktu, keuangan, dan emosional,” jelas Euretig.

Wakil Presiden American Society for the Prevention of Cruelty to Animals (ASPCA), Stephanie Janeczko, menyebut persiapan finansial dari punya hewan peliharaan masih tak sebanding dengan asyiknya memiliki peliharaan di rumah.

“Memiliki hewan memang membutuhkan beberapa perencanaan finansial,tetapi membawah seekor peliharaan ke rumah Anda bisa menambah rasa gembira yang tak terbandingi,” ujarnya.

Asuransi hewan pun menjadi pilihan bagi para pemilik. Ini termasuk biaya jaga-jaga bila hewan melukai orang lain, atau sebagai perencanaan merawat hewan dalam jangka waktu panjang.

Menurut data situs keuangan ValuePenguin, sebanyak 11 perusahaan asuransi hewan memiliki rata-rata iuran bulan sebesar USD 10 (Rp 139 ribu) hingga USD 70 (Rp 978 ribu).

Biaya termahal untuk anjing lebih tinggi, yakni mencapai USD 70. Sementara, biaya iuran tertinggi untuk kucing mencapai USD 40 (Rp 559 ribu).

Sumber : liputan6

Foto : liputan6

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Elon Musk Jadi Manusia Pertama di Dunia dengan Kekayaan Rp 8.311 Triliun

5 October 2025 - 10:50 WIB

Orang-orang Abad ke-20 Santap Daging Gajah Mamut Jadi Steak

3 October 2025 - 11:15 WIB

Ilmuwan Prediksi Alam Semesta Bakal Mengalami Kiamat Kosmik

2 October 2025 - 11:16 WIB

Ledakan Kosmik Aneh Muncul di Luar Bima Sakti, Ilmuwan Kebingungan

29 September 2025 - 10:36 WIB

Berlian Aneh Asal Afrika Mengandung Unsur Kimia yang Mustahil

29 September 2025 - 10:33 WIB

Trending on Kabar Dunia