Menu ✖

Dark Mode
Werstling Kabupaten Bogor Penuhi Target Emas Porprov XV Jabar 2026 Sembilan Emas Porprov XV Jabar 2026 Diraih Judo Kota Bogor All Eyes on Papua Menggema, Karhutla Bumi Cenderawasih Bikin Khawatir Bubble AI Pecah Sampai Amerika, Rp18.000 Triliun Menguap Semalam Ini Cara Lacak Lokasi Orang, Bisa Pakai WhatsApp-Google Maps Balas Dendam soal Kumis Superman, Henry Cavill Bikin Game Pakai AI

Kabar Dunia

Keluarga di AS Kucurkan Rp 1.000 Triliun Demi Hewan Peliharaan

badge-check


					Keluarga di AS Kucurkan Rp 1.000 Triliun Demi Hewan Peliharaan Perbesar

Memelihara hewan tidak cukup hanya karena masalah lucu lalu dikurung begitu saja. Butuh beragam persiapan untuk memastikan kesejahteraan peliharaan terjaga.

Dalam hal ini, komitmen keluarga-keluarga di Amerika Serikat (AS) terhadap kesejahteraan hewan peliharaan mereka patut diacungi jempol. Total belanja mereka bagi hewan peliharaan hampir setara melewati orang terkaya di dunia.

Pada waktu satu tahun saja, mereka menghabiskan sekitar USD 75 miliar atau Rp 1.000 triliun (USD 1 = Rp 13.984) untuk belanja kebutuhan hewan. Sebagai perbandingan, kekayaan miliarder Mark Zuckerberg adalah USD 72 miliar dan merupakan orang terkaya keempat di dunia.

Ke mana saja anggaran belanja USD 75 miliar untuk mengalir? Di urutan teratas adalah belanja makanan hewan, setelah itu disusul perawatan kesehatan dari dokter hewan.

Ada juga biaya mainan, cemilan, pengasuh, tabungan, grooming, vaksin, tes laboratorium, pelatihan, suplai, dan obat-obatan, demikian laporan New York Post, Minggu (15/12/2019).

Data berasal dari American Pet Products Association (APSA). Rata-rata keluarga Amerika menghabiskan USD 1.100 (Rp 15,3 juta) hingga USD USD 2.000 (Rp 27,9 juta) pada tahun pertama saat punya peliharaan baru.

Penasihat keuangan di Brooklyn Plans, Kristen Euretig, berkata para pecinta hewan lebih baik merencanakan matang-matang sebelum mengadopsi hewan. Ia menegaskan memiliki hewan butuh berbagai komitmen.

“Sebuah hewan peliharaan adalah sebuah komitmen besar dan membutuhkan sumber daya di berbagai aspek: secara waktu, keuangan, dan emosional,” jelas Euretig.

Wakil Presiden American Society for the Prevention of Cruelty to Animals (ASPCA), Stephanie Janeczko, menyebut persiapan finansial dari punya hewan peliharaan masih tak sebanding dengan asyiknya memiliki peliharaan di rumah.

“Memiliki hewan memang membutuhkan beberapa perencanaan finansial,tetapi membawah seekor peliharaan ke rumah Anda bisa menambah rasa gembira yang tak terbandingi,” ujarnya.

Asuransi hewan pun menjadi pilihan bagi para pemilik. Ini termasuk biaya jaga-jaga bila hewan melukai orang lain, atau sebagai perencanaan merawat hewan dalam jangka waktu panjang.

Menurut data situs keuangan ValuePenguin, sebanyak 11 perusahaan asuransi hewan memiliki rata-rata iuran bulan sebesar USD 10 (Rp 139 ribu) hingga USD 70 (Rp 978 ribu).

Biaya termahal untuk anjing lebih tinggi, yakni mencapai USD 70. Sementara, biaya iuran tertinggi untuk kucing mencapai USD 40 (Rp 559 ribu).

Sumber : liputan6

Foto : liputan6

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Ada Apa Peneliti Roket, Satelit, dan Drone Sedunia Kumpul di Yogyakarta?

4 October 2026 - 16:51 WIB

Padamkan Karhutla, Pemerintah Libatkan 300 Unit Usaha

23 September 2026 - 16:05 WIB

5 Tanaman Unik dan Aneh di Dunia

22 September 2026 - 22:02 WIB

Sekolah Terluar Terbantu Internet Gratis Pemerintah, Tapi…

13 June 2026 - 14:28 WIB

Tak Mau AI Lepas Kendali, Pemerintah Pastikan Perpres AI Terbit Tahun Ini

12 June 2026 - 19:31 WIB

Trending on Kabar Dunia