Menu

Dark Mode
Wali Kota Bogor Ajak PKL Naik Kelas, Didukung KUR BJB Rp12 Miliar Tanamkan Karakter Tangguh, Kwarran Tanah Sareal Gelar Persari Ciptakan Generasi Tangguh, 320 Pramuka Siaga Bogor Selatan Ikuti Pesta Siaga Asah Kemandirian, 230 Pramuka Siaga Bogor Timur Ikuti Pesta Siaga dan Bazar  Ratusan Pramuka Kwarran Bogor Tengah Meriahkan Pesta Siaga Kwarran Bogor Utara Gelar Persari, 572 Pelajar Jadi Peserta

Kabar Bogor

Jembatan Otista Segera Dilebarkan

badge-check


					Jembatan Otista Segera Dilebarkan Perbesar

Saat ini progres pelebaran jembatan Otto Iskandar Dinata (Otista) masih berjalan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Bogor tengah mengajukan peta bidang ke Badan Pertahanan Nasional (BPN) Kota Bogor dan ditargetkan permasalahan tanah ditargetkan selesai awal tahun 2020.

Kepala DPUPR Kota Bogor Chusnul Rozaqi mengatakan, perencanaan tengah berjalan atau on progress, sampai saat ini sudah tahap role plan menjadi peta bidang ke BPN Kota Bogor.

“Appraisal nanti setelah kami mendapat peta bidang dari BPN Kota Bogor. Insya Allah terkejar. Tahun depan masih ada lanjutannya, sehingga diharapkan permasalahan tanah selesai.,” ungkap Chusnul.

Ia menjelaskan, nantinya pihaknya berharap pekerjaan fisik dilakukan Pemprov Jawa Barat. “Lebih aman dan lebih enak kalau tinggal nerima saja. Kami hasil identifikasi akan diajukan ke BPN. Kebutuhan estimasi Rp40 miliar untuk jembatan Otista,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor Dedie Rachim mengatakan, terkait pelebaran Jembatan Otista untuk memecah kemacetan akibat bottleneck, perlu mempertimbangkan berbagai aspek.

“Tahun depan kan sudah mulai akan dibangun. Saya berpesan pembangunan Jembatan Otista harus mempertimbangkan rencana program realisasi trem juga, misalnya dari sisi ketahanan beban dan lain sebagainya,” harapannya.

Dedie menjelaskan, pembangunan Jembatan Otista mulai dilakukan tahun 2020 mendatang dengan anggaran Rp40 miliar bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Detail Engineering Design (DED) tengah dianggarkan di APBD Perubahan 2019 ini. Sebelum pembangunan akan dilakukan studi kelayakan atau feasibility study (FS). Kajian menyeluruh dan mendalam ini penting terhadap aspek teknis, ekonomi, keuangan, lingkungan dan kelembagaan supaya sesuai dengan tujuan dan sasaran yang diharapkan,” ujarnya.

reporterdho

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Fokus Kekuatan Internal, Pramuka Kota Bogor Gelar Penyegaran dan Penguatan Andalan

11 April 2026 - 11:30 WIB

Rudy Susmanto Apresiasi Kegiatan Sosial dalam Rangka Hari Bakti Pemasyarakatan

9 April 2026 - 18:18 WIB

Ini Tanggapan Bupati Bogor Soal Isu Jual Beli Jabatan

9 April 2026 - 18:04 WIB

Luncurkan Alapadu Wara Wiri, BKPSDM Jemput Bola ke ASN

7 April 2026 - 21:39 WIB

Bupati Bogor Dorong TPA Galuga Jadi PSEL Berbasis Teknologi Modern

7 April 2026 - 18:35 WIB

Trending on Kabar Bogor