Menu

Dark Mode
Disidak Satpol PP, Pengelola Teras Nona Manis dan Tipzy Bears Beberkan Kronologi Legalitas Wakaf Alun-Alun Empang Teruji dan Sesuai Aturan Eropa Panas Menyengat, AC Unik China Jadi Penyelamat Kisah Tragis Bocah Dihinggapi Kelelawar Berujung Meninggal Dunia Meta Dituding Pakai Cara Kotor Ganggu Kompetitor untuk Kembangkan AI Fenomena Aphelion 2026, Buat Cuaca Lebih Dingin?

Kabar Bogor

Jembatan Otista Segera Dilebarkan

badge-check


					Jembatan Otista Segera Dilebarkan Perbesar

Saat ini progres pelebaran jembatan Otto Iskandar Dinata (Otista) masih berjalan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Bogor tengah mengajukan peta bidang ke Badan Pertahanan Nasional (BPN) Kota Bogor dan ditargetkan permasalahan tanah ditargetkan selesai awal tahun 2020.

Kepala DPUPR Kota Bogor Chusnul Rozaqi mengatakan, perencanaan tengah berjalan atau on progress, sampai saat ini sudah tahap role plan menjadi peta bidang ke BPN Kota Bogor.

“Appraisal nanti setelah kami mendapat peta bidang dari BPN Kota Bogor. Insya Allah terkejar. Tahun depan masih ada lanjutannya, sehingga diharapkan permasalahan tanah selesai.,” ungkap Chusnul.

Ia menjelaskan, nantinya pihaknya berharap pekerjaan fisik dilakukan Pemprov Jawa Barat. “Lebih aman dan lebih enak kalau tinggal nerima saja. Kami hasil identifikasi akan diajukan ke BPN. Kebutuhan estimasi Rp40 miliar untuk jembatan Otista,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor Dedie Rachim mengatakan, terkait pelebaran Jembatan Otista untuk memecah kemacetan akibat bottleneck, perlu mempertimbangkan berbagai aspek.

“Tahun depan kan sudah mulai akan dibangun. Saya berpesan pembangunan Jembatan Otista harus mempertimbangkan rencana program realisasi trem juga, misalnya dari sisi ketahanan beban dan lain sebagainya,” harapannya.

Dedie menjelaskan, pembangunan Jembatan Otista mulai dilakukan tahun 2020 mendatang dengan anggaran Rp40 miliar bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Detail Engineering Design (DED) tengah dianggarkan di APBD Perubahan 2019 ini. Sebelum pembangunan akan dilakukan studi kelayakan atau feasibility study (FS). Kajian menyeluruh dan mendalam ini penting terhadap aspek teknis, ekonomi, keuangan, lingkungan dan kelembagaan supaya sesuai dengan tujuan dan sasaran yang diharapkan,” ujarnya.

reporterdho

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Disidak Satpol PP, Pengelola Teras Nona Manis dan Tipzy Bears Beberkan Kronologi

8 July 2026 - 17:45 WIB

Legalitas Wakaf Alun-Alun Empang Teruji dan Sesuai Aturan

7 July 2026 - 18:29 WIB

Video Keributan di Tipzy Bearrs Bogor Viral,  Komisi I DPRD Panggil Satpol PP

6 July 2026 - 19:00 WIB

KADIN dan PWI Kota Bogor Siap Kolaborasi Majukan UMKM

3 July 2026 - 14:10 WIB

Hari Bhayangkara Ke-80, Dedie Rachim Apresiasi Polresta Bogor Kota

1 July 2026 - 23:00 WIB

Trending on Kabar Bogor