Menu ✖

Dark Mode
Kacamata Meta Masuk RI, Awas Privasi Warga Terancam Direkam Diam- Diam Ilmuwan Temukan Sel Darah Dinosaurus di Fosil untuk Pertama Kalinya Demokrat Menang, Ratusan Proyek Data Center AI Terancam Karhutla hingga Banjir Dominasi Bencana Indonesia Sepanjang 2026 Kenapa Hacker Targetkan Kulkas Supermarket di Eropa? Ini Kata Pakar Perjuangan Safiera Ikuti Fast Track Pertama di Kehutanan UGM, Lulus S2 di Usia 22 Tahun, Double Degree di NUS

Kabar Bogor

Orientasi Isi Piringku Bersama Kepala Sekolah TK dan PAUD

badge-check


					Orientasi Isi Piringku Bersama Kepala Sekolah TK dan PAUD Perbesar

Sekitar tujuh juta balita di Indonesia mengalami stunting, hal ini menjadi permasalahan gizi di Indonesia. Karena itu Indonesia termasuk ke dalam 17 negara yang mengalami beban ganda permasalahan gizi.

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis, sehingga tinggi anak terlihat pendek untuk usianya. Kondisi kekurangan gizi ini terjadi sejak bayi dalam kandungan dan pada masa awal setelah lahiran. Namun stunting baru terlihat setelah anak berusia 2 tahun.

Dari permasalahan tersebut, Dinas Kesehatan Kota Bogor dibawahi oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, dr. Ida Djubaedah, M.Si sekaligus pemateri bekerjasama dengan Puskesmas Pancasan pada kegiatan orientasi mengenai “Isi Piringku” yang dihadiri oleh beberapa kepala sekolah TK/Paud di Aula Puskesmas Pancasan Kota Bogor, Kamis (8/8/2019).

Puskesmas Pancasan adalah puskesmas pertama di Kota Bogor yang melatih para guru TK/Paud mengenai gizi buruk.  Selain menyebarkan secara luas informasi mengenai stunting, kegiatan tersebut juga bertujuan untuk memperhatikan anak didik di sekolah karena stunting merupakan penyakit agar diberi metode yang tepat serta mengetahui status gizi pada anak didik.

Kegiatan orientasi mengenai “Isi Piringku” ditujukan sebagai panduan edukasi gizi yang dapat digunakan oleh guru Pendidikan anak Usia Dini (PAUD) untuk memperkenalkan konsep gizi seimbang bagi anak usia 4-6 tahun.

Setelah menyampaikan materi tersebut, dr. Ida mengajak para guru untuk memperhatikan anak didik dengan mempraktekan timbang badan dan mengukur tinggi badan. Setelah itu mengirim data tersebut ke puskesmas yang bersangkutan atau masuk data ke e-PPGBM yang merupakan aplikasi online pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat.

“selain memperhatikan asupan makanan yang bergizi, para guru juga perlu mengajak anak didik untuk berjemur di bawah matahari pagi, hal ini untuk menambah vitamin D dalam tubuh” ujar dr. Ida

Pada pidato visi Indonesia Jokowi menyebutkan bahwa balita dan anak usia sekolah merupakan usia emas untuk mencetak manusia Indonesia yang unggul ke depan. Dengan itu permasalahan gizi ini perlu diperhatikan karena gizi merupakan investasi bangsa.

rls

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Kemenko Kumham Imipas Apresiasi Capaian Reformasi Hukum di Kota Bogor

5 November 2026 - 14:41 WIB

43 Pejabat Dikukuhkan, Denny Mulyadi Minta Pelayanan RSUD Terus Ditingkatkan

4 November 2026 - 14:51 WIB

Ketua Kontingen Kota Bogor Beri Dukungan kepada Atlet Pencak Silat

4 November 2026 - 14:48 WIB

Dedie Rachim: Kendaraan Listrik Jadi Peluang Besar Dukung Kota Ramah Lingkungan

3 November 2026 - 18:43 WIB

DIY Punya 14 Titik Potensi Bencana, DPRD DIY Minta Sistem Peringatan Dini Diperkuat

3 November 2026 - 17:46 WIB

Trending on Kabar Bogor