Menu

Dark Mode
Serang Diego Garcia, Rudal Iran Mungkin Lebih Seram dari Perkiraan Ini Rudal Majid Iran yang Rontokkan Jet Siluman Amerika Google Ungkap Cara Sideloading Baru di Android, Harus Tunggu 24 Jam Cara Praktis Bikin Kartu Lebaran AI-Style di Galaxy S26 Series 1 Syawal Tak Seragam, Netizen Sepakat Tak Debatkan Penetapan Idul Fitri Tiba-tiba Ngetweet, Cristiano Ronaldo: Eid Mubarak Semuanya!

Kabar Bogor

Bima Tugaskan Inspektorat Audit Gedung DPRD Kota Bogor

badge-check


					Bima Tugaskan Inspektorat Audit Gedung DPRD Kota Bogor Perbesar

Dua hari paksa ambruknya sebagian atap gedung DPRD Kota Bogor yang baru diresmikan penggunaannya April 2019 kemarin, Walikota Bogor Bima Arya langsung menungaskan Kepala Inspektora yang barusa aja dilantik, Pupung W Purnama agar melakukan audit.

Hal tersebut diungkapkan Bima saat melantik tiga pejabat hasil open bidding dan kepala sekolah  di ruang Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor Senin (28/10/2019) sore . Ketiga pejabat tersbeut yakni, Kepala Inspektorat Kota Bogor diisi oleh Pupung W Purnama, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) diisi Deni Hendana dan Direktur Utama RSUD Kota Bogor Ilham Chaidir.

Meski baru saja dilantik, Bima langsung mengintruksikan kepala inspektorat mengaudit gedung DPRD Kota Bogor paska ambruk, dan Dirut RSUD Kota Bogor Ilham Chaidir diminta mengejar pembangunan blok 3 gedung RSUD Kota Bogor yang harus segera selesai. Sedangkan Kepala Bapenda Deni Hendana yang baru masuk Kota Bogor diminta untuk melanjutkan inovasi Bapenda Kota Bogor yang telah berjalan.

Menurut Bima, dirinya mengapresiasi proses open bidding, disitu dipadukan rekam jejak dan hal lainnya. Bima berharap, Deni yang berpengalaman di kementerian keuangan dan bertugas di pajak, bisa membangun sistem dan aturan yang berbeda dengan teman-teman Bapenda yang sudah ada.

“Tugas pertama inspektorat adalah audit pembangunan gedung DPRD yang kemarin itu saya lihat. Apakah ada persoalan dalam hal pelaksanaan, perencanaan dan pengawasan,” ungkap Bima.

Bima menjelaskan, eselon II yang baru hatus bekerja maksimal, karena sesuai aturan, eselon II itu tidak bisa dipindah sebelum dua tahun kecuali ada tindak pidana.

“Saya minta maksimalkan betul, RSUD harus profesional pembangunan, inspektorat harus menjadi terdepan untuk membangun sistem bukan saja di ujung ketika ada persoalan. Bapenda membangun sistem yang baik transparan anti korupsi dan terobosan-terobosan ke meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” tuturnya.

Terkait atap gedung dewan yang ambruk, Kepala Inspektorat Kota Bogor, Pupung W Purnama mengatakan, akan mempelajari terlebih dahulu dan akan mencoba konsolidasi di internal inspektorat untuk melakukan langkah-langkah yang memang sesuai dengan perintah wali kota.

“Ya tadi perintahnya untuk dilakukan audit gedung DPRD Kota Bogor tersebut. Secepatnya kami akan lakukan audit, karena hari ini saya baru dilantik saya kan ada konsolidasi internal dahulu. Secepatnya kami akan melaksanakan kegiatan tersebut,” ungkap Pupung.

reporter pratama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Libur Lebaran 1447 H, Ini Layanan Dinkes Kota Bogor

17 March 2026 - 10:24 WIB

Yantie Rachim Serukan Masyarakat Perkuat Semangat Berbagi kepada Anak Yatim

13 March 2026 - 09:55 WIB

Program Kerja 2026 Ditetapkan, Pramuka Kota Bogor Makin Tancap Gas

12 March 2026 - 20:55 WIB

Kwarran Bogor Barat Gelar Ramadan Fest 2026

12 March 2026 - 11:27 WIB

Balkot Ramadan Festival 2026 Resmi Dibuka, UMKM dan Layanan Publik Hadir di Balai Kota

12 March 2026 - 10:36 WIB

Trending on Kabar Bogor