Menu

Dark Mode
Laba Indocement Kuartal 1 Tahun 2026 Naik 2,1 Persen Berkontur Curam, Panaragan Jadi Pilot Project EWS Siap Hadapi Porprov, Dedie–Jenal Beri Dukungan untuk Cabor Dari Perlindungan hingga Kepedulian: Bukti Nyata Negara Hadir untuk Pekerja Indonesia Bukti Negara Hadir di Tengah Duka, Bpjs Ketenagkerjaan Serahkan Santunan JKK 494 Juta Menaker Pastikan Hak Jaminan Sosial Korban Kecelakaan KA Bekasi Terpenuhi

Kabar Bogor

Perkuat Kesehatan Keluarga Melalui Self Healing

badge-check


					Perkuat Kesehatan Keluarga Melalui Self Healing Perbesar

Mengusung tema “Use Your Mind to Heal Your Body”, Bogor Women’s Club menggelar acara Self Healing Revolution di Paseban Sri Baduga, Balai Kota, Bogor, Rabu (27/02/2019). Acara dibuka Kepala Bagian (Kabag) Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Bogor, Iman.

Dihadapan para peserta acara, Iman mengatakan kegiatan Self Healing Revolution bagus untuk meningkatkan kualitas hidup para ibu sebagai ujung tombak keluarga karena sejalan dengan visi misi Kota Bogor 2020-2024, yakni mewujudkan Kota Bogor menjadi kota yang ramah keluarga. Disamping itu di Kota Bogor juga sudah memiliki program Sekolah Ibu yang memiliki tiga misi, yaitu mewujudkan Kota Bogor yang sehat, cerdas dan sejahtera.

“Kalau ketiga hal ini dirangkaikan, ditambah dengan ujung tombaknya adalah para ibu, maka self healing dapat membantu mengobati diri sendiri maupun keluarga. Semua penyakit itu kan tergantung dari hati nurani kita sendiri,” kata Iman.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor sambung Iman, mendukung kegiatan tersebut di samping mengapresiasi adanya komunitas perempuan. Kedepan ia berharap agar kegiatan tersebut terus berinovasi, berkarya dan mendukung program-program Pemkot Bogor dalam mewujudkan kota yang ramah keluarga.

“Kalau keluarganya nyaman dan ibu bapaknya ada komunikasi dengan anak-anaknya, ini tidak menutup kemungkinan berkurangnya kenakalan anak-anak. Inilah harapan kita,” ujarnya.

Hadir sebagai pembicara pasangan suami istri, Dewi Diana dan Muhammad Karebet Widjajakusuma. Dalam pemaparannya Dewi menyampaikan tentang tawadhu, yaitu rendah diri di hadapan Allah SWT dan rendah hati di hadapan sesama manusia.

Menurutnya, kesombongan hanya akan membawa kepada kehancuran. Ia menceritakan kisah tentang Azazil, yaitu iblis yang diusir dari surga karena kesombongannya dan kisah tentang Amr bin Hisyam. Dalam acara ini peserta dijelaskan bagaimana caranya belajar tawadhu dan belajar muhasabah serta bersyukur.

“Jadi, healing yang pertama adalah menghilangkan sombong dalam diri. Proses healing tidak hanya kuratif tetapi juga rehabilitasi dan preventif. Hati yang sehat adalah hati yang bergetar saat mengingat Allah SWT. Hati sehat adalah takut, cinta, rindu, syukur, malu, roja, dan sabar. Sedangkan hati yang sakit adalah adalah hati yang tidak lagi bergetar saat mengingat Allah SWT, itulah musibah terbesar karena sibuk mencari dunia dan penilaian manusia”, kata Dewi.

Sebelumnya, Ketua Bogor Women’s Club, Dewi Puspasari menyampaikan bahwa dalam diri setiap manusia ada penyakit yang tanpa disadari berasal dari psikisnya. Melalui acara ini, Bogor Women’s Club ingin membantu para ibu untuk bisa berpikir positif dan bisa membantu kesehatan keluarga.

Bogor Women’s clubs berdiri sejak 2015 di Kota Bogor yang fokus di kegiatan sosial dan pemberdayaan perempuan. Kegiatan tersebut diikuti sedikitnya 100 peserta. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Hut ke-50, Summarecon Gelar Operasi Katarak Gratis di Bogor

4 May 2026 - 08:34 WIB

Wujudkan Dokter Cerdas dan Masyarakat Sehat, IDI Kota Bogor Tampilkan Inovasi Digital

2 May 2026 - 12:19 WIB

Rapat Paripurna DPRD, Dedie Rachim Sampaikan Penguatan Struktur Perangkat Daerah

30 April 2026 - 08:58 WIB

Kenalkan Pasar Tradisonal Sejak Dini, Pelajar SD High Scope Indonesia Serbu Pasar Gembrong

29 April 2026 - 15:12 WIB

Ikhtiar KONI Kota Bogor Penuhi Target 100 Emas

28 April 2026 - 09:32 WIB

Trending on Kabar Bogor