Menu

Dark Mode
Peringatan Seram Pakar Jika Harga Bitcoin Terus Runtuh Garena Resmi Merilis Choppy Cuts, Ini Spesifikasi PC Untuk Memainkannya Vivo Siapkan Kamera Vlog Pesaing DJI Osmo Pocket Jejak Chip Apple M5 Max dan M5 Ultra Muncul di iOS 26.3 HPN 2026, PWI Kota Bogor Buka 3 Layanan Publik Sekaligus Gua Tersegel 40 Ribu Tahun Dibuka, Ungkap Neanderthal Sudah Canggih

Kabar Politik

Soal Politik Genderuwo, Ara Sepakat dengan Jokowi

badge-check


					Soal Politik Genderuwo, Ara Sepakat dengan Jokowi Perbesar

Politikus PDIP Maruarar Sirait sepakat dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang berbicara politik menakut-nakuti alias ‘politik genderuwo’.
Menurutnya, baik timses Jokowi ataupun Prabowo Subianto tidak boleh ‘berpolitik genderuwo’.
ara“Saya rasa itu penting sekali. Kemudian mereka yang ingin mengubah prinsip bernegara, keberagaman, persatuan, saya pikir tak boleh timses Jokowi dan Prabowo melakukan seperti itu (politik genderuwo),” ujar Maruarar saat dihubungi.
Politisi pdip yang sekarang maju sebagai caleg DPR RI dapil Kota Bogor dan Kab. Cianjur ini, menyebut politik genderuwo terjadi karena ada oknum yang menyebarkan hoax dan ujaran kebencian. Ia meminta Jokowi dan Prabowo bertindak tegas jika anggota timsesnya melakukan ‘politik genderuwo’.
“Harusnya masing-masing capres secara terbuka menyampaikan pikiran dan komitmennya, termasuk tegas kepada tim yang melakukan itu (hoax dan ujaran kebencian). Jadi ada koreksi juga. Dua capres ini silakan pada timnya masing-masing, siapa yang melakukan hoax dan ujaran kebencian harus ditindak tegas, kalau perlu dikeluarkan,” tutur influencer Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin ini.
Menurut Ara harusnya para timses capres lebih baik mengkampanyekan program unggulan masing-masing yang akan mereka jalankan untuk rakyat dan negara ini, apabila mereka terpilih nanti daripada melakukan hoax atau ujaran kebencian.
Sebelumnya, Jokowi mengungkap adanya pihak yang melakukan ‘politik genderuwo’ yang suka menakut-nakuti. Meski tak menyebut nama, Jokowi menjelaskan apa yang dia maksud sebagai ‘politik genderuwo’.
“Politikus genderuwo itu cara-cara berpolitik dengan propaganda menakut-nakuti, menimbulkan kekhawatiran, menimbulkan ketidakpastian, terakhir menjadi keragu-raguan masyarakat,” kata Jokowi di lokasi peresmian Jalan Tol Pejagan-Pemalang, Jawa Tengah, Jumat (9/11).
Dia pun mengatakan politik semacam itu harus segera dihentikan. “Ini cara-cara berpolitik yang tidak beretika seperti ini jangan diterus-teruskan. Setop, setop!” ujar Jokowi./*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Rapat Kerja dengan Dinkukmdagin, Komisi IV DPRD Bogor Fokus Inflasi dan Penguatan UMKM

27 January 2026 - 22:54 WIB

Perkuat Sinergitas, Kapolresta Temui Pimpinan DPRD Kota Bogor

27 January 2026 - 20:08 WIB

Ulang Tahun, Redpem dan PDI-P Gelar Baksos di Pandeglang

18 January 2026 - 22:02 WIB

 Komisi IV DPRD Kota Bogor Bahas Sinergi dan Pembentukan Panja

13 January 2026 - 22:14 WIB

Terima Kunjungan Perkumpulan Penyandang Disabilitas Kota Bogor, Ini Kata Ketua DPRD

8 January 2026 - 22:15 WIB

Trending on Kabar Politik