Menu

Dark Mode
Tim Sepakbola Kota Bogor Tampil Gemilang di Popwilda 2026 Ini Langkah Awal Arwinsyah Putra Usai Terpilih Jadi Ketua Kadin Apa Penyebab Tubuh Pegal Saat di Ruangan Ber-AC? Ini Kata Dokter Dukung Konektivitas Digital, MoraRepublic Operasikan SKKL Rising 8 Ada Organisme Raksasa di Bawah Tanah yang Menjaga Bumi Ancaman Hak Kekayaan Intelektual Makin Masif, Komdigi Perkuat Pengawasan

Kabar Politik

Petahana Dinilai Layak Memimpin Kembali

badge-check


					Petahana Dinilai Layak Memimpin Kembali Perbesar

Dari empat pasangan calon Walikota Bogor yang hadir dalam acara dialog politik bertajuk Membedah Visi Misi Calon Bupati/Walikota Bogor 2018-2022,Selasa (13/3/2018), penampilan Bima Arya mendapat apresiasi lebih dari sejumlah pengamat.

Dosen IPB yang juga merupakan salah satu panelis diskusi, Sofyan Sjaf menyebut pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Bogor nomor urut 3, Bima Arya – Dedie Rachim pantas untuk memimpin kembali. Menurut dia, hal itu terlihat dari penjelasan visi misi yang telah dipaparkan oleh para paslon. “Saya melihat yang paling mendekati penjabaran visinya adalah paslon nomor 3 jika dibandikan paslon lain. Jika dipersentase sekira 30 persen. Kalau paslon lain belum mengarah dari penjelasannya,” ucap Sofyan seusai acara dialog politik di aula Graha Pena, Radar Bogor, Selasa (13/03/2018) siang.

Sofyan melanjutkan, mayoritas paslon yang memaparkan visi misi pada acara dialog tersebut terkesan sumir, tidak fokus membahas mengenai subjeknya. Sepertihalnya pembahasan mengenai kemiskinan dan pengangguran. “Subjeknya belum jelas, misal pembahasan kemiskinan dan penggangguran. Perlu penyelesaian, ada sistem yang dibangun, misalnya sosial sekuriti. Ya seperti persoalan hajat hidup orang banyak begitu,” katanya.

Dia memprediksi bawha kegiatan debat paslon ke depan para paslon akan lebih fokus terhadap subjek materi. Dia berharap para paslon dan tim lebih giat untuk menjaring aspirasi dari masyarakat. “Saya berharap para paslon nantinya lebih memahami tentang materi pada subjek pembahasan. Selain itu para paslon dan tim perlu juga menjaring aspirasi sebanyak mungkin. Itu dilakukan untuk mengentasksn persoalan penggangguran dan kemiskinan,” tuturnya.

Selain itu, masih kata Sofyan, baik petahana dan diluar petahana tidak fokus dalam mengaitkan variabel-variabel permasalahan yang seharusnya diselesaikan. “Permainan data dan angka yang disjaikan saya kira tidak dapat menjawab apa yang harus dilakukan para paslon nantinya,” tandasnya.

Selain Sofyan Sjaf, turut hadir pula Rektor Universitas Ibnu Khaldun (UIKA) Ending E Bahrudin, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB Aji Hermawan, Pengamat Tata Kota dari Universitas Pakuan Budi Arief dan Wakil Ketua Bidang Teknis Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Bogor Agus Lukman serta ketiga paslon lainnya.

Reporterpratama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jadi Khotib Idul Adha 1447 H, Ketua DPRD Kota Bogor Ajak Jamaah Teladani Nabi Ibrahim AS

27 May 2026 - 20:35 WIB

Dikomplain Warga, Komisi lll Sidak Proyek Hotel Prima

19 May 2026 - 08:04 WIB

Ketua DPRD Kota Bogor Tekankan Pentingnya ‘Listening Skill’ dalam Kepemimpinan

11 May 2026 - 10:25 WIB

Perlindungan Masyarakat Adat hingga Evaluasi Kinerja Bupati Jadi Fokus DPRD Kabupaten Bogor

6 May 2026 - 21:53 WIB

Kejar Target 30 Persen RTH, DPRD dan Pemkot Bogor Godok Aturan Sanksi Tegas bagi Pelanggar

5 May 2026 - 16:12 WIB

Trending on Kabar Politik