Menu ✖

Dark Mode
Soal Kebakaran, Manajemen Trans Home Akhirnya Buka Suara Viral Kemunculan Blue Fire di Papandayan, Ahli Ungkap Asal-usul Api Biru AI Makin Liar Tak Bisa Dikendalikan, OpenAI Kirim Surat Peringatan Nabi Krisis 2008 Ungkap Kebohongan Terbesar Nvidia, Warning Investor Dunia dalam Bahaya, Manusia Rp 3.500 T Muncul Jadi Juru Selamat Trump Ketemu Bos-Bos Teknologi Bahas Krisis Dunia, Begini Hasilnya

Kabar Politik

Petahana Dinilai Layak Memimpin Kembali

badge-check


					Petahana Dinilai Layak Memimpin Kembali Perbesar

Dari empat pasangan calon Walikota Bogor yang hadir dalam acara dialog politik bertajuk Membedah Visi Misi Calon Bupati/Walikota Bogor 2018-2022,Selasa (13/3/2018), penampilan Bima Arya mendapat apresiasi lebih dari sejumlah pengamat.

Dosen IPB yang juga merupakan salah satu panelis diskusi, Sofyan Sjaf menyebut pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Bogor nomor urut 3, Bima Arya – Dedie Rachim pantas untuk memimpin kembali. Menurut dia, hal itu terlihat dari penjelasan visi misi yang telah dipaparkan oleh para paslon. “Saya melihat yang paling mendekati penjabaran visinya adalah paslon nomor 3 jika dibandikan paslon lain. Jika dipersentase sekira 30 persen. Kalau paslon lain belum mengarah dari penjelasannya,” ucap Sofyan seusai acara dialog politik di aula Graha Pena, Radar Bogor, Selasa (13/03/2018) siang.

Sofyan melanjutkan, mayoritas paslon yang memaparkan visi misi pada acara dialog tersebut terkesan sumir, tidak fokus membahas mengenai subjeknya. Sepertihalnya pembahasan mengenai kemiskinan dan pengangguran. “Subjeknya belum jelas, misal pembahasan kemiskinan dan penggangguran. Perlu penyelesaian, ada sistem yang dibangun, misalnya sosial sekuriti. Ya seperti persoalan hajat hidup orang banyak begitu,” katanya.

Dia memprediksi bawha kegiatan debat paslon ke depan para paslon akan lebih fokus terhadap subjek materi. Dia berharap para paslon dan tim lebih giat untuk menjaring aspirasi dari masyarakat. “Saya berharap para paslon nantinya lebih memahami tentang materi pada subjek pembahasan. Selain itu para paslon dan tim perlu juga menjaring aspirasi sebanyak mungkin. Itu dilakukan untuk mengentasksn persoalan penggangguran dan kemiskinan,” tuturnya.

Selain itu, masih kata Sofyan, baik petahana dan diluar petahana tidak fokus dalam mengaitkan variabel-variabel permasalahan yang seharusnya diselesaikan. “Permainan data dan angka yang disjaikan saya kira tidak dapat menjawab apa yang harus dilakukan para paslon nantinya,” tandasnya.

Selain Sofyan Sjaf, turut hadir pula Rektor Universitas Ibnu Khaldun (UIKA) Ending E Bahrudin, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB Aji Hermawan, Pengamat Tata Kota dari Universitas Pakuan Budi Arief dan Wakil Ketua Bidang Teknis Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Bogor Agus Lukman serta ketiga paslon lainnya.

Reporterpratama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Sempat Terancam Nonaktif, Ratusan Ribuan BPJS Warga Kota Bogor Akhirnya Terselamatkan.

30 September 2026 - 10:09 WIB

Ketua DPRD Kota Bogor Lepas Delegasi PSM Agria Suara IPB ke Busan

26 September 2026 - 14:53 WIB

Ketua DPRD Kota Bogor Motivasi Mahasiswa Baru UIKA: Manfaatkan Kesempatan untuk Menuntut Ilmu

16 September 2026 - 12:13 WIB

DPRD dan Kajari Kota Bogor Sepakat Perkuat Kolaborasi

15 September 2026 - 09:07 WIB

H. Karnain Asyhar Dorong Tabligh Akbar Jadi Wadah Penguatan Mental Keluarga dan Rujukan Umat

13 September 2026 - 19:15 WIB

Trending on Kabar Politik