Menu

Dark Mode
China Klaim Ada ‘Ikan Mata-mata’ yang Pantau Perairannya China Perketat Ekspor Indium untuk Chip AI, Ini Fakta-faktanya Microsoft Akan Cabut Dukungan Office 2021, Catat Tanggalnya! Norwegia Larang Anak SD Pakai AI Agar Tak Lupa Baca Tulis Co-founder Ubisoft Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Pesawat Proyek Raksasa di Gurun Nevada: 1.650 Antena untuk Mengintip Semesta

Kabar Politik

Stop Politik Uang dan Sara

badge-check


					Stop Politik Uang dan Sara Perbesar

PILWALKOT ITU AJANG ADU GAGASAN

Pilwalkot Bogor itu ajang adu ide dan program dari masing-masing paslon (pasangan calon) Walikota-wakil walikota Bogor. Jangan sampai proses demokrasi tercoreng, hanya karena lebih banyak membahas isu suku, agama, ras dan antargolongan (SARA). Demikian ditegaskan cawalkot Bima Arya usai mengikuti Deklarasi Tolak dan Lawan Politik Uang dan Politisasi SARA, Rabu (14/2/2018).

“Sangat tidak pas memainkan isu SARA dalam pilkada. Terpenting adalah beradu gagasan. Itu yg penting. Pilkada yang kita impikan adalah Pilkada yang berbasis gagasan,” ungkap Bima didampingi Dedie, usai deklarasi damai bersama Panwaslu di Hotel Pangrango, Kota Bogor.

Dengan adu gagasan, Bima berharap memberi peluang bagi warga Kota Bogor untuk memilih calonnya berdasarkan visi dan misinya. “Jika itu terjadi, itu luar biasa nikmatnya dan indahnya proses demokrasi kita. Intinya, kami siap berbagi gagasan,” terang pria kelahiran Bogor, 17 Desember 1972 itu.

Ia menambahkan, munculnya wacana kepala daerah dipilih oleh DPRD pada 2014 lalu karena maraknya politik uang dan konflik di daerah karena Pilkada. “Waktu itu banyak yg tidak setuju. Akhirnya sepakat bahwa pilkada masih dilakukan secara pemilihan langsung. Tapi dengan catatan adanya perbaikan pada politik uang dan politisasi SARA,” terangnya.

Makanya, apa yang dilakukan Panwaslu dalam deklarasi ini merupakan sebuah partisipasi dalam mewujudkan demokrasi yang berkualitas.

“Nah ini sebetulnya komitmennya. Tinggal bagaimana di lapangan ini bisa disepakati dengan konsisten. Pengawasnya konsisten, pelaksananya konsisten, paslon dan timnya konsisten,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Panwaslu Kota Bogor, Yustinus Elias, mengatakan politik uang dan politisasi SARA dalam Pilkada merupakan ancaman besar bagi demokrasi dan kedaulatan rakyat.

“Panwaslu mengajak pemilih untuk menentukan pilihannya secara cerdas berdasarkan visi, misi dan program kerja, bukan karena politik uang dan SARA,” jelasnya.

Dalam acara ‘Deklarasi Tolak dan Lawan Politik Uang dan Politisasi SARA’, pasangan nomor urut 1 dihadiri hanya oleh Ahmad Ru’yat, nomor dua Edgar-Syefwelly, pasangan nomor urut tiga dihadiri oleh Bima Arya-Dedie A Rachim dan nomor 4 hanya dihadiri oleh Dadang Danubrata.

reporterpratama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jadi Khotib Idul Adha 1447 H, Ketua DPRD Kota Bogor Ajak Jamaah Teladani Nabi Ibrahim AS

27 May 2026 - 20:35 WIB

Dikomplain Warga, Komisi lll Sidak Proyek Hotel Prima

19 May 2026 - 08:04 WIB

Ketua DPRD Kota Bogor Tekankan Pentingnya ‘Listening Skill’ dalam Kepemimpinan

11 May 2026 - 10:25 WIB

Perlindungan Masyarakat Adat hingga Evaluasi Kinerja Bupati Jadi Fokus DPRD Kabupaten Bogor

6 May 2026 - 21:53 WIB

Kejar Target 30 Persen RTH, DPRD dan Pemkot Bogor Godok Aturan Sanksi Tegas bagi Pelanggar

5 May 2026 - 16:12 WIB

Trending on Kabar Politik