Menu

Dark Mode
Buku Pelajaran Perlu Diperbarui, Jupiter Ternyata Lebih Kecil dan Pipih Canon Rayakan 30 Tahun PowerShot Lewat G7 X Mark III Edisi Khusus ChromeOS Bakal Pensiun, Diganti Aluminium OS untuk Chromebook Bonobo Bisa Bermain Pura-pura Layaknya Manusia, Ilmuwan Kagum PPLI Dukung Program 1 Hektar Hutan Kota Pemkab Bogor Peduli Lingkungan, PMC dan Kecamatan Bojonggede Tanam Pohon

Kabar Pendidikan

Harga Seragam SD 9,9 Juta, Bikin Geger

badge-check


					Harga Seragam SD 9,9 Juta, Bikin Geger Perbesar

SEBUAH sekolah dasar di Jepang mendapat kritikan keras dari publik, setelah mengumumkan rencana mengadopsi seragam yang didesain oleh rumah mode Italia, Armani.
Dilansir dari BBC pada Jumat (9/2/2018), sekolah dasar yang terletak di Kota Tokyo itu berencana mengajukan rencana pembuatan seragam baru yang dibanderol seharga 80.000 yen atau sekitar Rp 9,9 juta per potongnya.
Para orang tua siswa memprotes keras rencana itu dan bahkan akan melaporkannya ke parlemen Jepang.
Sekolah Dasar Taimen, nama sekolah tersebut, merupakan sebuah sekolah swasta yang berlokasi di Ginza, distrik yang dikenal sebagai kawasan termahal di seantero Jepang.
Pada November lalu, sekolah ini mengirim surat pemberitahuan kepada orang tua siswa tentang tentang rencana mengganti desain seragam, tulis laporan yang dimuat di laman Huffington Post edisi Jepang.
Kebijakan itu dimaksudkan untuk menjadikan para siswa Sekolah Dasar Taimen tampil lebih berkelas, mengingat reputasinya yang dikenal sebagai salah satu sekolah dasar terbaik di Negeri Matahari Terbit.
Rencana tersebut memicu lima buah protes keras yang dilayangkan langsung ke pihak sekolah. Kebijakan ini juga menuai kritik tajam dari para warganet ketika salinan surat pemberitahuannya bocor ke media sosial.
Meksipun pemerintah Jepang sejatinya tidak mewajibkan penggunaan seragam, cukup banyak sekolah yang menerapkan aturan terkait, terutama oleh sekolah-sekolah swasta.
Kabar mengenai rencana kontroversial tersebut juga menuai kecaman di kalangan warganet. “Setahu saya seragam sekolah dibuat agar anak-anak dari keluarga dengan pendapatan berbeda tidak merasa didiskriminasikan,” tulis seorang warganet di Twitter.
“Anak-anak tidak paham tentang merek terkenal …. Apakah anak yang mengenakan seragam Armani akan menjadi lebih baik dibandingkan mereka yang tidak?” tulis warganet lain.
Dalam sebuah pertemuan dengan Komite Pendanaan pada Parlemen Kekaisaran Jepang di hari Kamis, 8 Februari 2018, isu terkait diperkarakan secara hukum dengan tudingan menetapkan harga di atas batas wajar.
Sebagai tanggapan terhadap isu terkait, Menteri Keuangan Taro Aso mengatakan bahwa seragam tersebut terlalu mahal, dan dikhawatirkan tidak bisa dijangkau oleh siswa.
Tanggapan senada juga diungkap oleh Menteri Pendidikan Yoshimasa Hayashi, di mana ia menyebut harus ada pembicaraan terlebih dahulu dengan orang tua siswa, sebelum memutuskan suatu kebijakan.
Sementara itu, pimpinan Sekolah Dasar Taimen menyatakan telah menerima seluruh kritik serta masukan, dan berjanji akan memberi penjelasan langsung kepada orang tua siswa.
reporterasep
Sumber : BBC
Foto : liputan6

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Cakupan JKN di Atas 98 Persen, Pemkot Bogor Raih UHC Award 2026

27 January 2026 - 20:44 WIB

SDN Cimanggu dan Kencana 1 Diresmikan, Komisi IV DPRD Kota Bogor Minta Pemkot Komitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan

15 December 2025 - 17:38 WIB

Pengabdian Masyarakat, Mahasiswa Universitas Esa Unggul Hadir di Kelurahan Duri Kepa

8 December 2025 - 22:35 WIB

Baru Dilantik, Komite SMPN 22 Kota Bogor Gandeng PT AKB

15 November 2025 - 13:23 WIB

Sumpah Pemuda, Siswa PKBM Bakti Nusa Ramaikan Bumi Perkemahan Sukamantri

27 October 2025 - 19:03 WIB

Trending on Kabar Pendidikan