Menu

Dark Mode
Pasar Jambu Dua, Jadi Laboratorium UMKM Kuliner Kota Bogor Sumber Duit Manusia Rp 3.370 Triliun Dobel Tahun Depan Pengadilan Jerman Putuskan Meta Tanggung Jawab Atas Iklan Palsu di FB & IG Ada ‘Telor Ceplok’ di Kawah Gunung Anak Krakatau, Apa Artinya? Google Akui Gemini Melakukan Peretasan Sistem 3 Perusahaan Manusia Rp 3.369 Triliun Ternyata Pakai Smartphone Ini

Kabar Pendidikan

Harga Seragam SD 9,9 Juta, Bikin Geger

badge-check


					Harga Seragam SD 9,9 Juta, Bikin Geger Perbesar

SEBUAH sekolah dasar di Jepang mendapat kritikan keras dari publik, setelah mengumumkan rencana mengadopsi seragam yang didesain oleh rumah mode Italia, Armani.
Dilansir dari BBC pada Jumat (9/2/2018), sekolah dasar yang terletak di Kota Tokyo itu berencana mengajukan rencana pembuatan seragam baru yang dibanderol seharga 80.000 yen atau sekitar Rp 9,9 juta per potongnya.
Para orang tua siswa memprotes keras rencana itu dan bahkan akan melaporkannya ke parlemen Jepang.
Sekolah Dasar Taimen, nama sekolah tersebut, merupakan sebuah sekolah swasta yang berlokasi di Ginza, distrik yang dikenal sebagai kawasan termahal di seantero Jepang.
Pada November lalu, sekolah ini mengirim surat pemberitahuan kepada orang tua siswa tentang tentang rencana mengganti desain seragam, tulis laporan yang dimuat di laman Huffington Post edisi Jepang.
Kebijakan itu dimaksudkan untuk menjadikan para siswa Sekolah Dasar Taimen tampil lebih berkelas, mengingat reputasinya yang dikenal sebagai salah satu sekolah dasar terbaik di Negeri Matahari Terbit.
Rencana tersebut memicu lima buah protes keras yang dilayangkan langsung ke pihak sekolah. Kebijakan ini juga menuai kritik tajam dari para warganet ketika salinan surat pemberitahuannya bocor ke media sosial.
Meksipun pemerintah Jepang sejatinya tidak mewajibkan penggunaan seragam, cukup banyak sekolah yang menerapkan aturan terkait, terutama oleh sekolah-sekolah swasta.
Kabar mengenai rencana kontroversial tersebut juga menuai kecaman di kalangan warganet. “Setahu saya seragam sekolah dibuat agar anak-anak dari keluarga dengan pendapatan berbeda tidak merasa didiskriminasikan,” tulis seorang warganet di Twitter.
“Anak-anak tidak paham tentang merek terkenal …. Apakah anak yang mengenakan seragam Armani akan menjadi lebih baik dibandingkan mereka yang tidak?” tulis warganet lain.
Dalam sebuah pertemuan dengan Komite Pendanaan pada Parlemen Kekaisaran Jepang di hari Kamis, 8 Februari 2018, isu terkait diperkarakan secara hukum dengan tudingan menetapkan harga di atas batas wajar.
Sebagai tanggapan terhadap isu terkait, Menteri Keuangan Taro Aso mengatakan bahwa seragam tersebut terlalu mahal, dan dikhawatirkan tidak bisa dijangkau oleh siswa.
Tanggapan senada juga diungkap oleh Menteri Pendidikan Yoshimasa Hayashi, di mana ia menyebut harus ada pembicaraan terlebih dahulu dengan orang tua siswa, sebelum memutuskan suatu kebijakan.
Sementara itu, pimpinan Sekolah Dasar Taimen menyatakan telah menerima seluruh kritik serta masukan, dan berjanji akan memberi penjelasan langsung kepada orang tua siswa.
reporterasep
Sumber : BBC
Foto : liputan6

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Wujudkan Generasi Sehat Kota Bogor, Pemkot Bogor Gelar Aksi Bergizi dan Cek Kesehatan Gratis di Sekolah

26 August 2026 - 13:44 WIB

Cetak Talenta Vokasi Unggul, United Tractors Gelar Lomba Kompetensi Siswa

8 July 2026 - 20:55 WIB

941 Pramuka Garuda Kota Bogor Resmi Dikukuhkan

5 July 2026 - 21:54 WIB

Bahas Agenda Kerja dan Pilih Ketua, Kwaran Tansa Gelar Musran

24 June 2026 - 17:41 WIB

276 Anggota Pramuka Kwarran Bogor Barat Raih Predikat Pramuka Garuda

14 June 2026 - 20:15 WIB

Trending on Kabar Pendidikan