Menu ✖

Dark Mode
Partai Donald Trump Kalah Telak, Donasi Elon Musk Gagal Total Ilmuwan Temukan Mineral Mirip Kryptonite Superman, Ini Faktanya HP China Sudah Tidak Laku, Ramai-Ramai Beralih ke iPhone Karyawan Terancam Dipenjara Usai Sadap Ucapan Bos Saat Rapat Teleskop Antariksa NASA Jatuh ke Bumi Hari Ini, Apa Berbahaya? Sultan HB X Sentil Hasyim Wacana Pajaki Tukang Cukur: “Usung Kursi Mengko dipajaki, Kayak VOC Wae”

Kabar Sport

Cedera dan Fisik Halangi Pedrosa Juarai MotoGP

badge-check


					Cedera dan Fisik Halangi Pedrosa Juarai MotoGP Perbesar

DANIPedrosa termasuk pembalap yang kurang beruntung di MotoGP. Meski sudah menggeluti balapan bergengsi ini sejak lama, namun Pedrosa tak sekalipun mampu menjadi juara MotoGP.

Pedrosa sendiri sudah mencicipi kelas MotoGP sejak 2006. Saat itu ia datang dengan status sebagai juara dunia 125cc 2003, 250cc 2004, dan 250cc 2005. Artinya, kualitas Pedrosa memang sudah teruji di kelas yang lebih rendah.

Karenanya, sangat mengherankan jika sampai saat ini pembalap asal Spanyol tersebut tak kunjung memenangkan gelar juara dunia MotoGP. Mike Leitner, mantan kepala kru Pedrosa, tahu betul penyebab eks bosnya pacekil gelar.

Penyebab utamanya adalah karena Pedrosa menjadi pembalap yang rentan akan cedera. Padahal, ia sempat memiliki musim-musim di mana ia sangat berpeluang menobatkan diri sebagai juara dunia MotoGP.

“Dani kerap mengalami cedera pada waktu yang salah, di tahun-tahun ketika ia memenangkan banyak balapan dan tengah memperjuangkan gelar. Saya tak yakin apakan ia lebih gampang cedera dibandingkan pembalap lain,” kata Leitner yang bekerja dengan Pedrosa selama 11 tahun, dilansir Speedweek.

Sampai saat ini, prestasi terbaik pembalap berusia 32 tahun itu di kelas MotoGP adalah menjadi runner-up. Sukses itu sudah ia dapatkan pada musim 2007, 2010, dan 2012. Dalam empat musim terakhir, rapor terbaiknya hanya finis urutan keempat.

Selain cedera, postur tubuhnya yang terlalu mungil juga diyakini Leitner sebagai salah satu masalah. Biasanya, pembalap dengan postur kecil akan menguntungkan dalam hal kecepatan. Tapi, bisa saja hal itu justru menjadi bumerang bagi pembalap tersebut.

“Posturnya tak selalu menjadi keuntungan baginya. Apalagi dengan motor besar 1.000cc. Tenaganya terlalu kuat dengan tinggi badannya. Anda bisa melihat terkadang ia berjuang keras. Jika kondisinya tidak bagus, akan ada fluktuasi,” ungkap Leitner.

Rapor Pedrosa di Semua Kelas

125cc

46 balapan, 8 menang, 17 podium, 9 pole, 5 fastest lap, 566 poin

250cc

32 balapan, 15 menang, 24 podium, 9 pole, 15 fastest lap, 626 poin

MotoGP

199 balapan, 31 menang, 112 podium, 31 pole, 44 fastest lap, 2.853 poin

***

Sumber : www.bola.com

Foto : www.bola.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Nazmi, Pesilat Kota Bogor Lolos ke Perempat Final

4 November 2026 - 15:12 WIB

Ketua Kontingen Kota Bogor Beri Dukungan kepada Atlet Pencak Silat

4 November 2026 - 14:48 WIB

Basket Putera Kota Bogor Libas Cianjur 100-39

3 November 2026 - 17:12 WIB

Fighter Muaythai Putri Kabupaten Bogor Indah Marini Amankan Tiket Semifinal  ‎

3 November 2026 - 09:30 WIB

Tim Hoki Putra Kota Bogor Sukses Menangkan Derby Bogor

2 November 2026 - 15:44 WIB

Trending on Kabar Sport