Menu

Dark Mode
Dukung Karya Anak Bangsa, MKBB Gelar Nobar Film ‘Semua Akan Baik-Baik Saja’ di Dua Bioskop Bogor Terpisah dari Orang Tua, Bocah 11 Tahun Tewas Jatuh dari Puncak Gunung Ramalan Mengerikan Ledakan Populasi Tikus Pembawa Virus Mematikan Studi Temukan Spons Dapur Bekas Mengandung Bakteri Setara Feses Gila, Gajah Terbesar di Dunia Ini Lebih Berat dan Besar dari T Rex! Ramai soal Tren ‘Date Cancelled’ di Media Sosial, Apa Itu?

Kabar Sport

Cedera dan Fisik Halangi Pedrosa Juarai MotoGP

badge-check


					Cedera dan Fisik Halangi Pedrosa Juarai MotoGP Perbesar

DANIPedrosa termasuk pembalap yang kurang beruntung di MotoGP. Meski sudah menggeluti balapan bergengsi ini sejak lama, namun Pedrosa tak sekalipun mampu menjadi juara MotoGP.

Pedrosa sendiri sudah mencicipi kelas MotoGP sejak 2006. Saat itu ia datang dengan status sebagai juara dunia 125cc 2003, 250cc 2004, dan 250cc 2005. Artinya, kualitas Pedrosa memang sudah teruji di kelas yang lebih rendah.

Karenanya, sangat mengherankan jika sampai saat ini pembalap asal Spanyol tersebut tak kunjung memenangkan gelar juara dunia MotoGP. Mike Leitner, mantan kepala kru Pedrosa, tahu betul penyebab eks bosnya pacekil gelar.

Penyebab utamanya adalah karena Pedrosa menjadi pembalap yang rentan akan cedera. Padahal, ia sempat memiliki musim-musim di mana ia sangat berpeluang menobatkan diri sebagai juara dunia MotoGP.

“Dani kerap mengalami cedera pada waktu yang salah, di tahun-tahun ketika ia memenangkan banyak balapan dan tengah memperjuangkan gelar. Saya tak yakin apakan ia lebih gampang cedera dibandingkan pembalap lain,” kata Leitner yang bekerja dengan Pedrosa selama 11 tahun, dilansir Speedweek.

Sampai saat ini, prestasi terbaik pembalap berusia 32 tahun itu di kelas MotoGP adalah menjadi runner-up. Sukses itu sudah ia dapatkan pada musim 2007, 2010, dan 2012. Dalam empat musim terakhir, rapor terbaiknya hanya finis urutan keempat.

Selain cedera, postur tubuhnya yang terlalu mungil juga diyakini Leitner sebagai salah satu masalah. Biasanya, pembalap dengan postur kecil akan menguntungkan dalam hal kecepatan. Tapi, bisa saja hal itu justru menjadi bumerang bagi pembalap tersebut.

“Posturnya tak selalu menjadi keuntungan baginya. Apalagi dengan motor besar 1.000cc. Tenaganya terlalu kuat dengan tinggi badannya. Anda bisa melihat terkadang ia berjuang keras. Jika kondisinya tidak bagus, akan ada fluktuasi,” ungkap Leitner.

Rapor Pedrosa di Semua Kelas

125cc

46 balapan, 8 menang, 17 podium, 9 pole, 5 fastest lap, 566 poin

250cc

32 balapan, 15 menang, 24 podium, 9 pole, 15 fastest lap, 626 poin

MotoGP

199 balapan, 31 menang, 112 podium, 31 pole, 44 fastest lap, 2.853 poin

***

Sumber : www.bola.com

Foto : www.bola.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Siap Hadapi Porprov, Dedie–Jenal Beri Dukungan untuk Cabor

6 May 2026 - 08:43 WIB

572 Atlet Kota Bogor Siap Raih 100 Emas Porprov

29 April 2026 - 10:26 WIB

750 Atlet Kontingen Kota Bogor Siap Bertarung di Porprov Jabar 2026

6 March 2026 - 23:58 WIB

Insan Pers Apresiasi Turnamen Tenis Meja PWI Kota Bogor di Momen HPN 2026

16 February 2026 - 20:04 WIB

Satukan Insan Pers, PWI Kota Bogor Gelar Turnamen Tenis Meja

16 February 2026 - 19:59 WIB

Trending on Kabar Sport