Menu

Dark Mode
Kapolresta Kota Bogor dan Dandim Ajak Wartawan Kompak Amankan Kota Bogor Pengurus Gudep SDN Papandayan Dilantik, Ini Pesan Ka Kwarcab Kota Bogor Buku Pelajaran Perlu Diperbarui, Jupiter Ternyata Lebih Kecil dan Pipih Canon Rayakan 30 Tahun PowerShot Lewat G7 X Mark III Edisi Khusus ChromeOS Bakal Pensiun, Diganti Aluminium OS untuk Chromebook Bonobo Bisa Bermain Pura-pura Layaknya Manusia, Ilmuwan Kagum

Citizen Journalist

Calon Walikota Harus Memegang Nilai-Nilai Karuhun

badge-check


					Calon Walikota Harus Memegang Nilai-Nilai Karuhun Perbesar

harry-arraBakal calon Wakil Walikota dari partai Gerindra  Harry Arra, berjanji akan menjaga kearifan budaya sunda. Demikian dituturkan Harry Arra kepada wartawan.

“Siapa pun yang akan direkomendasi dan memimpin Kota Bogor ke depan harus memegang teguh nilai-nilai karuhun di tataran pasundan. Silih asah, silih asih, silih asuh merupakan satu istilah yang lahir dari kearifan masyarakat sunda,” kata Hary Arra, Senin (11/12/17).

Menurut politisi yang juga anggota Tim Percepatan pelaksanaan Priorotas Pembangunan (TP4 Kota Bogor) tersebut, istilah itu tidak asing bagi masyarkat sunda karena telah menjadi falsafah hidupnya termasuk dirinya yang tinggal di Kota Bogor.

“Silih asah, silih asih, silih asuh bukanlah bahasa kuno peninggalan sejarah. Tetapi merupakan falsafah bagi kehidupan orang sunda yang harus terus dibumikan dimanapun dan kapanpun,” ujarnya.

Dia menambahkan, keutamaan dari falsafah itu merupakan satu kesatuan sikap, nilai dan rukun hidup yang harus dijiwai oleh masyarakat dalam menjalakan kehidupannya demi terwujudnya masyarakat yang kuat, cerdas, egaliter dan saling menebar cinta kasih sesamanya.

“Silih asah tambah dia, berarti saling memberi pengetahuan, baik dengan cara saling mengingatkan saling membangun kesadaran akan ilmu pengetahuan dan saling mendukung dalam pengembangan diri sesamanya. Ini demi terbentuknya satu kesatuan masyarakat yang cerdas. Sebuah masyarakat yang cerdas merupakan satu syarat terbentuknya masyarakat yang kuat, tanpa kecedasan dan kesadaran akan ilmu pengetahuan,  masyarakat akan kehilangan hakikat dan kemerdekaannya sebagai manusia sehingga masyarakat akan mudah untuk dibodohi,didiskriminasi dan dieksploitasi,” tuturnya.

Sementara, semangat silih asah tambah Harry, merupakan semangat membangun dan menumbuhkembangkan khazanah keilmuan.

“Dalam masyarakat yang menjiwai rukun hidup silih asah, ilmu pengetahuan akan berdampingan dengan dimensi etis sehingga ilmu pengetahuan tidak lagi menjadi alat penindasan yang angkuh tetapi ilmu pengetahuan akan menjelma menjadi anggun yang akan membebaskan dan mengangkat derajat masyarakat dari keterbelakangan,” jelas dia.

Masih kata dia, untuk kata silih asih, berarti saling menebar cinta kasih atau rasa saling menyayangi. Tentulah harus menjadi falsafah yang mendarah daging bagi masyarakat sunda.

“Silih asih merupakan salah satu bentuk ikhtiar interaksi manusia dengan Tuhan demi mendapat cinta kasih-Nya, dengan cara menyayangi sesamanya. Semangat silih asih merupakan semangat membumikan nilai-nilai ketauhidan,” tambahnya.

Masyarakat kota Bogor yang silih asih dalam prakteknya akan saling menghormati satu sama lain serta akan menjungjung tinggi nilai persamaan dengan tidak menganggap adanya kelas sosial.

“Dengan ajaran karuhun ini, jika dipegang teguh ketika memimpin niscaya akan amanah memimpin kota hujan 5 tahun ke depan,” pungkasnya.

reporterpratama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Longsor dan Banjir Terjang Sukabumi, Komunitas PMC Turun Tangan Kirim Bantuan

10 November 2025 - 15:47 WIB

Ordinariatus Castrensis Indonesia Turut Ambil Bagian Perdana dalam SAGKI 2025

4 November 2025 - 13:49 WIB

IPSM Bogor Selatan Peringati Isra Miraj

10 February 2025 - 14:05 WIB

Edufarm Malakasari: Transformasi Lahan Kota Menjadi Oase Pendidikan

6 July 2024 - 17:10 WIB

Perkuat Silaturahmi, Bogor Berkumpul 2024 Gelar Nobar Timnas

30 April 2024 - 13:54 WIB

Trending on Citizen Journalist