Menu

Dark Mode
Kapolresta Kota Bogor dan Dandim Ajak Wartawan Kompak Amankan Kota Bogor Pengurus Gudep SDN Papandayan Dilantik, Ini Pesan Ka Kwarcab Kota Bogor Buku Pelajaran Perlu Diperbarui, Jupiter Ternyata Lebih Kecil dan Pipih Canon Rayakan 30 Tahun PowerShot Lewat G7 X Mark III Edisi Khusus ChromeOS Bakal Pensiun, Diganti Aluminium OS untuk Chromebook Bonobo Bisa Bermain Pura-pura Layaknya Manusia, Ilmuwan Kagum

Kabar PDAM

Tingkatkan Pelayanan, IPA Dekeng Dioptimalkan

badge-check


					Tingkatkan Pelayanan, IPA Dekeng Dioptimalkan Perbesar

Air bersih adalah kebutuhan pokok manusia yang tak bisa dihindari, untuk itu perlu dipenuhi kebutuhannya. Untuk itu PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor akan memaksimalkan fungsi Instalasi Pengolahan Air (IPA) Dekeng untuk meningkatkan pelayanan air bersih pelanggan di zona 3 dan 4.

Menurut Direktur Teknik PDAM Tirta Pakuan Ade Syaban Maulana, program optimalisasi IPA Dekeng ini berlangsung sejak Selasa 7 November 2017, hingga Januari 2018 mendatang. Optimalisasi IPA, Dekeng merupakan upaya PDAM meningkatkan kapasitas hasil pengolahan IPA.

“Kami berharap kapasitas produksi IPA yang dibangun pada tahun 1997 tersebut bisa bertambah dari 1500 liter perdetik (l/det) menjadi 1800 l/det. Saat ini kondisi pengaliran kita sudah seimbang. Artinya suplay air baku sudah sama dengan air yang dijual di pelanggan. Ini sangat sensitif. Karena kalau ada gangguan di produksi, maka akan terjadi gangguan pula di pelanggan. Ini terjadi karena kita sudah tidak punya idle capasity. Nah, Optimalisasi IPA Dekeng ini menjawab kebutuhkan itu. Kita akan punya idle capasity sebesar 300 l/det,” kata Syaban, saat jumpa pers di IPA Dekeng.

Fungsi masing-masing unit kogulasi, flok, sedimentasi dan filter lanjut Syaban,dapat berjalan secara optimal sesuai perencanaan. Selain itu dapat meminimalisir gangguan pengaliran akibat peningkatan tingkat kekeruhan air baku.

“Jadi ketika ada gangguan produksi, misalnya karena air baku keruh akibat hujan dan banyak sampah, kapasitas produksi kita tidak akan turun terlalu jauh. Kalau sebelumnya dari kondisi normal 1500 l/det bisa turun jadi 1200-1300 l/det saat ada gangguan, setelah diperbaiki 1800 l/det mungkin akan turun jadi 1700 l/det. Idealnya 1600 l/det. Jadi masih di atas ideal,” jelasnya.

Syaban menjelaskan, optimalisasi IPA Dekeng ini terdiri dari dua lingkup pengerjaan, yakni rehabilitasi fiat settler pada IPA Dekeng 1 dan optimalisasi kapasitas pada IPA Dekeng ll.

“Untuk IPA Dekeng 1, petugas akan mengganti flat settler di bak 1 dari jenis GRC ke Stainless Steel. Tujuan nya ada proses pengendapan lebih sempurna. Untuk bak 2 dan 3, flat settlernya akan kita perbaiki agar proses pengendapan lebih cepat,” jelasnya.

Untuk lPA Dekeng 2, petugas akan mengganti Gutter (saluran penangkap air bersih), agar air yang masuk lebih merata, sehingga lumpur tidak akan masuk lilter.

“Sekat pengarah pada aliran inlet sedimentasi akan kita buat, agar air yang masuk ke sedimen ini alirannya rata. Kalau sekarang kan kecepatannya nggak rata, sehingga pada saat kekeruhan tinggi, lumpur ikut terbawa,” katanya.

Terkait proses pengerjaan, jelasnya, PDAM berupaya menjaga sistem pengolahan untuk meminimalisasi gangguan pelayanan. Untuk pelanggan di zona 3 dan 4 dihimbau menampung air saat sedang mengalir.

“Pengerjaan dikerjakan setiap hari, pada pukul 08:00 s.d. 16:00 WIB, selama kurang lebih 11 12 minggu. Potensi gangguan diperkirakan berlangsung 2-3 minggu,” ujarnya.

Reporterpratama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

15 Balon Direksi Tirta Pakuan Lulus Verifikasi Administrasi

26 January 2026 - 11:13 WIB

Komitmen Jaga Kualitas, Tirta Pakuan Gelar Pelatihan Manajemen Halal

8 January 2026 - 12:18 WIB

Tingkatkan Layanan Zona 7, Perumda Tirta Pakuan Tuntaskan Penggantian Stop Valve Intake Pasir Angin Lebih Cepat

18 December 2025 - 18:18 WIB

Pasang Pipa Raksasa, Tirta Pakuan Komitmen Ikhtiar Distribusi Air 24 Jam

10 November 2025 - 15:54 WIB

Soal Jabatan Direksi Tirta Pakuan, Permendagri 37 Jadi Acuan

30 October 2025 - 18:07 WIB

Trending on Kabar Bogor