Menu

Dark Mode
PPLI Dukung Program 1 Hektar Hutan Kota Pemkab Bogor Peduli Lingkungan, PMC dan Kecamatan Bojonggede Tanam Pohon Anggota DPR AS Desak Bill Gates Bersaksi di Bawah Sumpah soal Epstein Elon Musk Tuding Perdana Menteri Spanyol Tiran, Kenapa? Galaxy S25 Ultra Akan Abadikan Pembukaan Olimpiade Musim Dingin Pinjam Pakai Eks Kantor Imigrasi, Pemkot Bogor Teken Perjanjian

Headline

5 Asteroid dalam Perjalanan Dekati Bumi

badge-check


					5 Asteroid dalam Perjalanan Dekati Bumi Perbesar

NASA telah mengidentifikasi lima asteroid sedang dalam perjalanan mendekati Bumi dalam beberapa hari mendatang.

Menurut para ahli, kelima asteroid itu melintas dalam jarak yang cukup dekat dengan Bumi dengan jeda hari yang cukup rapat.

Akhir pekan ini, dua batu ruang angkasa 2020 MU1 dan 2020 ML akan melesat melewati Bumi. Masing-masing asteroid itu berdiameter 36,5 meter dan 22,2 meter.

Untungnya, keduanya melintas relatif jauh dari Bumi. MU1 dan ML diperkirakan akan melintas dengan jarak masing-masing 7 juta Km dan 4,3 juta Km dari Bumi.

Baca juga:

Megastruktur Misterius Ditemukan di Dalam Perut Bumi

Menyusul dua batu ruang angkasa itu, tiga asteroid lainnya juga tak mau ketinggalan ikut ‘menyapa’ Bumi pada minggu depan.

Pada 13 Juli 2020, asteroid KJ7 yang berdiameter 29,2 meter, dan asteroid 2009 OS5 dengan diameter 42,6 meter akan melewati Bumi.

Lintasan asteroid KJ7 itu berada dalam jarak 4,5 juta Km dari Bumi. Sementara asteroid 2009 OS5 melintas dengan jarak 6,7 juta Km dari planet kita.

Asteroid kelima adalah 2020 MQ yang memiliki diameter 42,7 meter. Lintasan batu ruang angkasa ini akan berada dalam jarak 6,4 juta Km dari Bumi.

Sebagai penduduk Bumi, kita tak perlu merasa khawatir jika kelima asteroid itu akan menabrak planet ini.

Karena jarak Bumi dan Bulan adalah lebih dari 384 ribu Km. Sehingga Bumi cukup aman dari risiko bertabrakan dengan kelima asteroid tersebut.

Namun, satu asteroid bernama 2012 HG2 diperkirakan memiliki 469 peluang untuk bertabrakan dengan Bumi antara tahun 2052 dan 2119. Tabrakan paling awal kemungkinan terjadi pada 12 Februari 2052.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, NASA telah menciptakan sistem pemantau yang akan otomatis memindai asteroid yang berpotensi membahayakan Bumi.

“Sentry adalah sistem pemantauan tabrakan otomatis yang terus-menerus memindai asteroid terbaru yang mungkin bertabrakan dengan Bumi selama 100 tahun ke depan,” tulis NASA.

Meskipun 2012 HG2 punya kemungkinan bertabrakan dengan Bumi, tetapi ukurannya cukup kecil bagi standar asteroid.

Asteroid 2012 HG2 diperkirakan akan terbakar di atmosfer sehingga terlihat mirip dengan kembang api yang padam.

Meski ancaman asteroid hingga sekarang belum terbukti, pensiunan NASA tetap meminta penduduk Bumi waspada.

Hal ini dilakukan dengan berkaca pada kasus pandemi virus corona yang awalnya dianggap penyakit flu biasa.

” Pandemi virus corona adalah contoh kasus yang baik agar tidak terjadi kesalahan kedua ketika membuat rencana dalam mencegah dampak asteroid,” kata Thomas Jones yang juga ketua Association of Space Explorers’ Near Earth Objects Committee.

Sumber: DailyStar

Foto: Shutterstock

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

PPLI Dukung Program 1 Hektar Hutan Kota Pemkab Bogor

5 February 2026 - 23:26 WIB

HPN 2026 Banten Siap Digelar, PWI Pusat dan Panitia HPN Konsolidasi

3 February 2026 - 13:01 WIB

Kepala BNN RI Dukung Penguatan Koordinasi Nasional

2 February 2026 - 09:17 WIB

Jalan Batutulis Retak, Dedie Rachim Instruksikan Tutup Jalur Sepeda Motor

30 January 2026 - 18:56 WIB

Kasum TNI Tinjau Pembangunan Huntara-Huntap di Tapanuli Selatan

30 January 2026 - 18:17 WIB

Trending on Headline