Menu

Dark Mode
Nvidia Suntik Firmus, Pabrik AI 170.000 GPU di Batam Dikebut Mumi Cile Buktikan Bangsa Eropa Bawa Cacar Mematikan ke Amerika Model AI Meta Lepas Kendali dan Retas Perusahaan Lain Ilmuwan Makin Lirik Hiu untuk Pertajam Prediksi Badai Pakar Wanti-wanti Insiden AI Lepas Kendali Bakal Makin Sering Fakta-fakta dan Spesifikasi Lampung-1, Satelit AI Pertama Indonesia

Kabar Bogor

HUT ke-50, SEAMEO BIOTROP Luncurkan Kebun Buah Tanpa Musim

badge-check


					HUT ke-50, SEAMEO BIOTROP Luncurkan Kebun Buah Tanpa Musim Perbesar

Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemebdikbud) Indonesia, Didik Suhardi pada Senin (26/092/2018) pagi secara resmi meluncurkan program Pembangunan Kebun Buah Tanpa Musim untuk revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Indonesia.

“Melalui kegiatan ini saya berharap SEAMEO BIOTROP berperan aktif dalam pembangunan pengetahuan dan teknologi yang mampu membuat tamatan SMK menjadi wirausaha dan pekerja tingkat menengah yang handal dan bersama-sama membangun ekonomi Indonesia,” kata Didik saat memberikan sambutan dalam perayaan 50 Tahun SEAMEO BIOTROP tahun 2018 di BIOTROP Convention Hall, jalan Raya Tajur, Kota Bogor, Senin (26/02/2018).

Program Kebun Buah Tanpa Tanpa Musim merupakan kerja sama antara  Kemendikbud dengan SEAMEO BIOTROP yang sepenuhnya didanai Kemendikbud. Dengan dukungan yang diberikan Kemendikbud lanjut Didik menjadi jembatan dalam transfer ilmu dan teknologi berbasis biologi dari perguruan tinggi atau lembaga penelitian kepada sekolah-sekolah kejuruan khususnya.

Untuk tahap awal ada 4 SMK di Indonesia yang dilibatkan, diantaranya SMKN Unggul Negeri 2 Banyuasin pangkalan Balai yang menerima bibit pohon jeruk chokun, SMKN 4 Kota Bogor yang menerima bibit pohon buah Matoa dan SMK Lampung menerima bibit pohon jeruk Dekopon serta SMKN 1 Tapin Selatan Kalimantan Selatan.

Direktur SEAMEO BIOTROP, Irdika Mansur menyampaikan pada program pengembangan 5 tahunan ke-10, SEAMEO BIOTROP melakukan transfer ilmu pengetahuan dan teknologi ke sekolah-sekolah.

“Ini yang membedakan dengan program-program pengembangan sebelumnya. Namun kita tetap fokus pada biologi tropika, memformulasikan program kedalam 3 thrust. Pengelolaan ekosistem terdegradasi (tambang). Ekosistem budidaya dan ekosistem unik (kawasan konservasi) melalui penelitian, pelatihan dan publikasi,” pungkasnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Bupati Bogor Ajak Jadikan Malasari Titik Awal Kebangkitan Bogor, PPLI Perkuat Komitmen Lestarikan Alam dan Warisan Sejarah

28 July 2026 - 14:02 WIB

Dedie Rachim Apresiasi Wakaf Warga Sukadamai untuk Kepentingan Masyarakat

27 July 2026 - 09:46 WIB

TIngkatkan Efisiensi dan Efektivitas, Kendaraan Operasional Disperumkim Dipasangi GPS dan Fuel Sensor

22 July 2026 - 10:20 WIB

Pemkot Bogor Gencarkan Razia Angkot Tua

21 July 2026 - 22:12 WIB

Dedie-Jenal Perkuat Pelestarian Sejarah, Seni, dan Budaya melalui Berbagai Terobosan

20 July 2026 - 22:08 WIB

Trending on Kabar Bogor