Menu

Dark Mode
Laba Indocement Kuartal 1 Tahun 2026 Naik 2,1 Persen Berkontur Curam, Panaragan Jadi Pilot Project EWS Siap Hadapi Porprov, Dedie–Jenal Beri Dukungan untuk Cabor Dari Perlindungan hingga Kepedulian: Bukti Nyata Negara Hadir untuk Pekerja Indonesia Bukti Negara Hadir di Tengah Duka, Bpjs Ketenagkerjaan Serahkan Santunan JKK 494 Juta Menaker Pastikan Hak Jaminan Sosial Korban Kecelakaan KA Bekasi Terpenuhi

Kabar Bogor

HUT ke-50, SEAMEO BIOTROP Luncurkan Kebun Buah Tanpa Musim

badge-check


					HUT ke-50, SEAMEO BIOTROP Luncurkan Kebun Buah Tanpa Musim Perbesar

Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemebdikbud) Indonesia, Didik Suhardi pada Senin (26/092/2018) pagi secara resmi meluncurkan program Pembangunan Kebun Buah Tanpa Musim untuk revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Indonesia.

“Melalui kegiatan ini saya berharap SEAMEO BIOTROP berperan aktif dalam pembangunan pengetahuan dan teknologi yang mampu membuat tamatan SMK menjadi wirausaha dan pekerja tingkat menengah yang handal dan bersama-sama membangun ekonomi Indonesia,” kata Didik saat memberikan sambutan dalam perayaan 50 Tahun SEAMEO BIOTROP tahun 2018 di BIOTROP Convention Hall, jalan Raya Tajur, Kota Bogor, Senin (26/02/2018).

Program Kebun Buah Tanpa Tanpa Musim merupakan kerja sama antara  Kemendikbud dengan SEAMEO BIOTROP yang sepenuhnya didanai Kemendikbud. Dengan dukungan yang diberikan Kemendikbud lanjut Didik menjadi jembatan dalam transfer ilmu dan teknologi berbasis biologi dari perguruan tinggi atau lembaga penelitian kepada sekolah-sekolah kejuruan khususnya.

Untuk tahap awal ada 4 SMK di Indonesia yang dilibatkan, diantaranya SMKN Unggul Negeri 2 Banyuasin pangkalan Balai yang menerima bibit pohon jeruk chokun, SMKN 4 Kota Bogor yang menerima bibit pohon buah Matoa dan SMK Lampung menerima bibit pohon jeruk Dekopon serta SMKN 1 Tapin Selatan Kalimantan Selatan.

Direktur SEAMEO BIOTROP, Irdika Mansur menyampaikan pada program pengembangan 5 tahunan ke-10, SEAMEO BIOTROP melakukan transfer ilmu pengetahuan dan teknologi ke sekolah-sekolah.

“Ini yang membedakan dengan program-program pengembangan sebelumnya. Namun kita tetap fokus pada biologi tropika, memformulasikan program kedalam 3 thrust. Pengelolaan ekosistem terdegradasi (tambang). Ekosistem budidaya dan ekosistem unik (kawasan konservasi) melalui penelitian, pelatihan dan publikasi,” pungkasnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Hut ke-50, Summarecon Gelar Operasi Katarak Gratis di Bogor

4 May 2026 - 08:34 WIB

Wujudkan Dokter Cerdas dan Masyarakat Sehat, IDI Kota Bogor Tampilkan Inovasi Digital

2 May 2026 - 12:19 WIB

Rapat Paripurna DPRD, Dedie Rachim Sampaikan Penguatan Struktur Perangkat Daerah

30 April 2026 - 08:58 WIB

Kenalkan Pasar Tradisonal Sejak Dini, Pelajar SD High Scope Indonesia Serbu Pasar Gembrong

29 April 2026 - 15:12 WIB

Ikhtiar KONI Kota Bogor Penuhi Target 100 Emas

28 April 2026 - 09:32 WIB

Trending on Kabar Bogor