Menu

Dark Mode
Asal Muasal Gelombang Raksasa Lebih dari 20 Meter Terungkap Mengenal Subduksi yang Dikaitkan dengan Gempa Megathrust Bongkahan Meteorit 2,8 Ton Diselundupkan dari Rusia, Kok Bisa? Perang Lawan Penipuan Digital, Tri Kini Bisa Blokir Scam WhatsApp Call Perkuat Fondasi Bisnis, PGN Tingkatkan Kompetensi SDM Pemda se-Jabar Bahas Implementasi Satu Data Indonesia

Kabar Politik

Badra Lestarikan Budaya, Reog Sunda Sapa Generasi Now Sore Ini

badge-check


					Badra Lestarikan Budaya, Reog Sunda Sapa Generasi Now Sore Ini Perbesar

Reog sunda, tak semuanya mengenal kesenian sunda ini. Terlebih generasi now. Agar generasi now mengenal kesenian daerahnya, barisan relawan bika arya (Badra) sore ini akan menampilkan reog sunda di Gang Bengkel Tajur, bertajuk DOREMI yang merupakan akronim dari Dogdog Reog Milenium, sabtu (24/2/2018).

Berbeda dengan Reog Ponorogo yang ada di Jawa Timur, Reog Sunda merupakan perpaduan antara seni tari, lawak, lagu, dan cerita yang berisikan kritik sosial dan hiburan.

Tak heran jika Reog Sunda ini dikatakan salah satu kesenian yang nyaris punah. Ya, kesenian ini bahkan jarang sekali tampil di media maupun di acara-acara masyarakat, peminatnya pun juga sudah mulai berkurang. Jika masih ada, para penonton pun hanya berasal dari kalangan generasi tua.

Di Kota Bogor, denyut nadi kesenian Reog Sunda masih cukup bisa dirasakan. Di bawah binaan Bima Arya Sugiarto, grup kesenian ini terus distimulus untuk tetap eksis.

“Sekarang coba cari grup Reog Sunda di Bogor. Tidak ada lagi selain yang akan kami tampilkan nanti. Nyaris punah. Nah, kami coba membangkitkannya lagi dengan sentuhan kekinian, makanya disebut Dogdog Reog Milenum (Doremi),” ungkap Koordinator Event, Iwan di Saung Badra.

Menurut Iwan, pertunjukan yang sudah langka itu sayang untuk dilewatkan. Karena selain unsur hiburan, ada nilai sosial dan juga pendidikan budi pekerti yang ditonjolkan.

Kesenian reog menggunakan dogdog (gendang) yang ditabuh, diiringi oleh gerak tari yang lucu dan lawak oleh para pemainnya. Biasanya disampaikan dengan pesan-pesan sosial dan keagamaan. Kesenian reog dimainkan oleh empat orang, yaitu seorang dalang yang mengendalikan permainan, wakilnya dan ditambah oleh dua orang lagi sebagai pembantu.

“Reog Sunda ini memang guyon, seperti Srimulat. Tapi Reog ini dipadukan antara seni tari, lawak, lagu, dan cerita. Dulu personel berempat, nanti yang akan tampil dengan formasi baru jadi berenam,” pungkas Iwan.

Reporterpratama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Rapat Kerja dengan Dinkukmdagin, Komisi IV DPRD Bogor Fokus Inflasi dan Penguatan UMKM

27 January 2026 - 22:54 WIB

Perkuat Sinergitas, Kapolresta Temui Pimpinan DPRD Kota Bogor

27 January 2026 - 20:08 WIB

Ulang Tahun, Redpem dan PDI-P Gelar Baksos di Pandeglang

18 January 2026 - 22:02 WIB

 Komisi IV DPRD Kota Bogor Bahas Sinergi dan Pembentukan Panja

13 January 2026 - 22:14 WIB

Terima Kunjungan Perkumpulan Penyandang Disabilitas Kota Bogor, Ini Kata Ketua DPRD

8 January 2026 - 22:15 WIB

Trending on Kabar Politik