Menu ✖

Dark Mode
Soal Kebakaran, Manajemen Trans Home Akhirnya Buka Suara Viral Kemunculan Blue Fire di Papandayan, Ahli Ungkap Asal-usul Api Biru AI Makin Liar Tak Bisa Dikendalikan, OpenAI Kirim Surat Peringatan Nabi Krisis 2008 Ungkap Kebohongan Terbesar Nvidia, Warning Investor Dunia dalam Bahaya, Manusia Rp 3.500 T Muncul Jadi Juru Selamat Trump Ketemu Bos-Bos Teknologi Bahas Krisis Dunia, Begini Hasilnya

Kabar Politik

Badra Lestarikan Budaya, Reog Sunda Sapa Generasi Now Sore Ini

badge-check


					Badra Lestarikan Budaya, Reog Sunda Sapa Generasi Now Sore Ini Perbesar

Reog sunda, tak semuanya mengenal kesenian sunda ini. Terlebih generasi now. Agar generasi now mengenal kesenian daerahnya, barisan relawan bika arya (Badra) sore ini akan menampilkan reog sunda di Gang Bengkel Tajur, bertajuk DOREMI yang merupakan akronim dari Dogdog Reog Milenium, sabtu (24/2/2018).

Berbeda dengan Reog Ponorogo yang ada di Jawa Timur, Reog Sunda merupakan perpaduan antara seni tari, lawak, lagu, dan cerita yang berisikan kritik sosial dan hiburan.

Tak heran jika Reog Sunda ini dikatakan salah satu kesenian yang nyaris punah. Ya, kesenian ini bahkan jarang sekali tampil di media maupun di acara-acara masyarakat, peminatnya pun juga sudah mulai berkurang. Jika masih ada, para penonton pun hanya berasal dari kalangan generasi tua.

Di Kota Bogor, denyut nadi kesenian Reog Sunda masih cukup bisa dirasakan. Di bawah binaan Bima Arya Sugiarto, grup kesenian ini terus distimulus untuk tetap eksis.

“Sekarang coba cari grup Reog Sunda di Bogor. Tidak ada lagi selain yang akan kami tampilkan nanti. Nyaris punah. Nah, kami coba membangkitkannya lagi dengan sentuhan kekinian, makanya disebut Dogdog Reog Milenum (Doremi),” ungkap Koordinator Event, Iwan di Saung Badra.

Menurut Iwan, pertunjukan yang sudah langka itu sayang untuk dilewatkan. Karena selain unsur hiburan, ada nilai sosial dan juga pendidikan budi pekerti yang ditonjolkan.

Kesenian reog menggunakan dogdog (gendang) yang ditabuh, diiringi oleh gerak tari yang lucu dan lawak oleh para pemainnya. Biasanya disampaikan dengan pesan-pesan sosial dan keagamaan. Kesenian reog dimainkan oleh empat orang, yaitu seorang dalang yang mengendalikan permainan, wakilnya dan ditambah oleh dua orang lagi sebagai pembantu.

“Reog Sunda ini memang guyon, seperti Srimulat. Tapi Reog ini dipadukan antara seni tari, lawak, lagu, dan cerita. Dulu personel berempat, nanti yang akan tampil dengan formasi baru jadi berenam,” pungkas Iwan.

Reporterpratama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Sempat Terancam Nonaktif, Ratusan Ribuan BPJS Warga Kota Bogor Akhirnya Terselamatkan.

30 September 2026 - 10:09 WIB

Ketua DPRD Kota Bogor Lepas Delegasi PSM Agria Suara IPB ke Busan

26 September 2026 - 14:53 WIB

Ketua DPRD Kota Bogor Motivasi Mahasiswa Baru UIKA: Manfaatkan Kesempatan untuk Menuntut Ilmu

16 September 2026 - 12:13 WIB

DPRD dan Kajari Kota Bogor Sepakat Perkuat Kolaborasi

15 September 2026 - 09:07 WIB

H. Karnain Asyhar Dorong Tabligh Akbar Jadi Wadah Penguatan Mental Keluarga dan Rujukan Umat

13 September 2026 - 19:15 WIB

Trending on Kabar Politik