Menu ✖

Dark Mode
Tim Judo Kota Bogor Tambah Satu Emas di Porprov XV Jabar 2026 ‎Gilbert Eliezer Sumbang Emas untuk Kabupaten Bogor dari Cabor Renang Pemkot Bogor Tetapkan Status Siaga Darurat Bencana Hidrometerologi Basah Soft Tenis Kabupaten Bogor Bidik Dua Emas Nomor Tunggal Putra dan Putri ‎ DPRD Desak Diskominfo Bergerak Cepat, Perangi Judi Online dari Akarnya Libas KBB, Basket Kota Bogor Berebut Tiket Semifinal Lawan Kabupaten Bandung

Kabar Dunia

Tas Ransel Anti-Peluru Laku Keras Usai Penembakan Florida

badge-check


					Tas Ransel Anti-Peluru Laku Keras Usai Penembakan Florida Perbesar

Amerika Serikat kembali dikejutkan dengan penembakan Florida yang terjadi di Marjory Stoneman Douglas High School di Parkland, Amerika Serikat. Insiden itu menewaskan 17 orang dan 17 lainnya dilarikan ke rumah sakit pada Rabu, 14 Februari 2018 waktu setempat.
Pelaku bernama Nikolas Cruz merupakan mantan siswa sekolah tersebut. Ia dikenal sebagai sosok yang menyukai senjata api.
Usai penembakan Florida itu, produsen tas anti-peluru, Bullet Blocker dari Massachusetts, alami kenaikan penjualan hingga 30 persen. Padahal, tas itu dibandrol dengan harga cukup mahal yakni Rp 6,8 juta.
Dikutip dari News.com.au pada Minggu (18/2/2018), usai penembakan Florida yang terjadi pada Rabu, keesokan harinya, perusahaan itu menjual setidaknya 500 tas dalam sehari. Joe Curran, pemilik merek dagang tas itu mengatakan, mayoritas pembeli berasal dari Florida.
Ransel itu memiliki berat tak lebih dari dua kilogram, dilapisi dengan Kevlar, serat yang digunakan pada rompi antipeluru yang digunakan oleh penegak hukum.
Bullet Blocker digambarkan oleh Curran di situsnya sebagai “Ayah yang nyata yang ingin melakukan semua yang dia bisa untuk melindungi kedua anak usia sekolahnya setelah menyaksikan kengerian pembantaian di Virginia Tech.”
Menurut perusahaan itu, penemu tas tersebut adalah mantan Ranger Angkatan Darat AS, wakil sheriff dan instruktur senjata api. Ia melabel temuannya dengan nama “My Child’s Pack,” ransel antipeluru pertama yang dirancang untuk siswa.
Salah satu ransel yang terdaftar di situs ini adalah BulletBlocker NIJ IIIA, seharga Rp 4,1 juta yang tersedia dalam tiga warna dan berisi panel anti-balistik dengan berat lebih dari 500 gram.
Bullet Blocker mengatakan bahwa mereka mampu menghentikan peluru dari senjata berkaliber 35.357, kaliber 44 Magnum, peluru 9mm, amunisi kaliber 45, dan lainnya.
Perusahaan ini juga melayani pelanggan dewasa dengan harga fantastis, termasuk tas popok Gucci seharga Rp 43 juta, jaket Gucci seharga Rp 44 juta, tas Hermes seharga Rp 70 juta dan setelan Armani seharga Rp 79 juta.
Sementara itu, ransel antipeluru di perusahaan lainnya telah dites dengan kekuataan peluru penembakan Florida, yakni .40 kaliber, pistol 9mm, dan senapan 12-gauge.
Pengetesan itu membuktikan bahwa ransel yang dibuat oleh Guard Dog Security rupanya berhasil menahan laju peluru tersebut.
Meski demikian, ransel itu tidak mampu menghentikan peluru-peluru logam full-metal yang ditembakkan dari AR-15, jenis senjata penyerangan yang digunakan dalam pertumpahan darah minggu ini.
Yasir Sheikh, presiden Guard Dog Security, mengatakan bahwa perusahaannya tidak mengincar ketakutan orang tua.
“Ini tidak asing lagi,” kata Sheikh kepada WFTV.
“Beberapa tahun yang lalu, orang-orang kesal dengan pada ransel antipeluru, tapi sekarang, mereka menerima gagasan itu,” ucapnya usai mendapati angka penjualan ransel anti-peluru yang meningkat setelah tragedi penembakan Florida.
Reporterasep
Sumber : News.com.au
Foto : liputan6

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Ada Apa Peneliti Roket, Satelit, dan Drone Sedunia Kumpul di Yogyakarta?

4 October 2026 - 16:51 WIB

Padamkan Karhutla, Pemerintah Libatkan 300 Unit Usaha

23 September 2026 - 16:05 WIB

5 Tanaman Unik dan Aneh di Dunia

22 September 2026 - 22:02 WIB

Sekolah Terluar Terbantu Internet Gratis Pemerintah, Tapi…

13 June 2026 - 14:28 WIB

Tak Mau AI Lepas Kendali, Pemerintah Pastikan Perpres AI Terbit Tahun Ini

12 June 2026 - 19:31 WIB

Trending on Kabar Dunia