Menu

Dark Mode
Mahkota Binokasih Sampai di Bogor, Disambut Dedie Rachim Laba Indocement Kuartal 1 Tahun 2026 Naik 2,1 Persen Berkontur Curam, Panaragan Jadi Pilot Project EWS Siap Hadapi Porprov, Dedie–Jenal Beri Dukungan untuk Cabor Dari Perlindungan hingga Kepedulian: Bukti Nyata Negara Hadir untuk Pekerja Indonesia Bukti Negara Hadir di Tengah Duka, Bpjs Ketenagkerjaan Serahkan Santunan JKK 494 Juta

Headline

Waduh, Ribuan Gadis Rusia Jual Keperawanan Via Online, Alasannya Bikin Miris

badge-check


					Waduh, Ribuan Gadis Rusia Jual Keperawanan Via Online, Alasannya Bikin Miris Perbesar

RIBUAN gadis Rusia rela menjual keperawanan mereka secara online dalam sebuah situs web bernama Bad Girls Club.
“Mahkota” mereka dijual kepada “pecinta wanita” yang kaya raya. Harganya mencapai 20,000 poundsterling atau sekitar Rp 381 juta.
Perempuan-perempuan muda tersebut rupanya direkrut oleh jaringan spesialis yang menghubungkan mereka dengan pengusaha tajir dan scout atau pencari perawan.
Biasanya, scout akan menjual sekitar 10 perawan dalam satu bulan dan akan mengambil keuntungan ganda dari setiap penjualan.
Pada kasus lain, selain lewat “agen”, sang gadis yang berniat menjual keperawanannya bisa mempromosikan dirinya sendiri di forum dan situs kencan tersebut.
Forum media sosial Rusia lainnya, yang juga merekrut gadis perawan, diketahui bernama “Desperate Virgins’ Club”.
Alasan di balik penjualan perawan beragam. Ada yang karena bisnis, ada juga yang ingin membantu keluarga.
Beberapa dari mereka (member) mengakui bahwa mereka bisa membeli apartemen dengan uang tersebut.
Sementara satu orang mengatakan, dia terpaksa menjual satu-satunya “perhiasan” yang dimilikinya demi perawatan kanker sang ibu.
Dengan cara inilah, dia berhasil mendapatkan dana sebesar 3,750 poundsterling atau sekitar Rp 71,5 juta.
Lain halnya dengan gadis asal Krasnoyarsk, Rusia tengah, satu ini. Remaja 17 tahun yang memakai nama alias Shatuniha tersebut dilaporkan telah menjual keperawanannya dalam sebuah lelang online seharga sekitar 20,000 poundsterling atau Rp 381,3 juta.
“Daripada kehilangan keperawanan karena masalah cinta, lebih baik aku menjualnya, jadi aku bisa mendatangkan manfaat (uang) dari itu,” ucapnya, dilansir Metro, Sabtu 19 Februari 2018.
Ada pun syarat khusus yang harus dipenuhi, yaitu mereka yang hendak menjual keperawanannya harus memiliki sertifikat medis yang menyatakan tak pernah berhubungan seks sebelumnya.
Meski demikian, masih banyak ditemui wanita yang menjalani operasi selaput dara demi mendapatkan uang yang menggiurkan.
“Banyak yang menjalani operasi ini beberapa kali, bahkan ada yang melakukannya sampai 15 kali,” papar Sergey Chumakov, direktur umum Lancet Surgery Center.
Contohnya saja Elena, perempuan 22 tahun asal Moskow. Dia mengaku menjual keperawanan sebanyak dua kali dan berniat melakukannya terus menerus.
“Ini jadi pekerjaanku dan aku bisa menghidupi diri sendiri dari uang tersebut,” akunya.
Di sisi lain, banyak perempuan yang tak menyetujui fenomena seperti itu.
***
Sumber : liputan6
Foto : liputan6

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Dari Perlindungan hingga Kepedulian: Bukti Nyata Negara Hadir untuk Pekerja Indonesia

6 May 2026 - 08:29 WIB

Bukti Negara Hadir di Tengah Duka, Bpjs Ketenagkerjaan Serahkan Santunan JKK 494 Juta

5 May 2026 - 08:30 WIB

Menaker Pastikan Hak Jaminan Sosial Korban Kecelakaan KA Bekasi Terpenuhi

4 May 2026 - 22:29 WIB

May Day 2026, BPJS Ketenagakerjaan se-Jakarta Selatan Sebar Ratusan Sembako

1 May 2026 - 11:55 WIB

Wamenaker: Dunia Kerja Tak Hanya Lihat Ijazah

25 April 2026 - 10:01 WIB

Trending on Headline