Ini Sosok Dedie Pendamping Bima Arya

Meski nama Dedie Abdul Rachim sudah resmi menjadi Calon Wakil Walikota Bogor berpasangan dengan Calon Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto dalam Pilwalkot 2018 mendatang. Namun tak semua tau siapa Dedie A Rachim.

Dedie Abdul Rachim merupakan salah satu alumni Pondok Pesantren Al Ghazaly, yang terletak di Jalan Cempaka No 6, Kebon Kalapa, Bogor Tengah, Kota Bogor. Mantan Direktur Pembinaan Jaringan dan Kerja Sama Antar Komisi dan Instansi (PJKAKI) di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu tercatat menjadi santri di Al Ghazaly selama 7 tahun sejak 1973 hingga 1980.

dedieSaat itu, jenjang yang dijalani Dedie adalah Diniyah. Pendidikan diniyah adalah merupakan pendidikan yang mempersiapkan peserta didik untuk dapat menjalankan peranan yang menuntut penguasaan pengetahuan khusus tentang ajaran agama Islam baik formal, non-formal maupun informal.

Menurut Penanggung jawab Yayasan Islamic Center (YIC) Al Ghazaly, Ustadz Turmudi Hudri,  Dedie memang lulusan ponpes tersebut. “Al Ghazaly dulunya hanya sebuah majelis atau pengajian di lingkungan ini sekitar 1970. Kemudian konsern ke dunia pendidikan, murid awalnya sekitar 400-600 santri. Kang Dedie saya dapat kabar menjadi santri masuk dari 1973 hingga 1980. Beliau mengaji di jenjang Diniyah,” ungkap Turmudi.

Keluarga besar Al Ghazaly lanjutnya, mengaku sangat bangga dengan sosok Dedie A Rachim yang mengamalkan ilmu agamanya dalam kehidupan sehari-hari, termasuk mendidikasikan diri di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Alhamdulillah. Saya melihatnya beliau mau belajar ngaji, belajar ilmu agama, akhirnya sampai meningkat jadi pejabat di KPK. Menurut saya pas. Agama itu sebuah ajaran yg diwahyukan Allah untuk Rahmatan Lil Alamin. Nah, posisi di KPK ini kan menjaga, mencegah dan memberantas hal-hal yang tidak sesuai ketentuan Allah, termasuk korupsi. Karena korupsi salah satu PR berat di Indonesia,” jelasnya.

Turmudi berharap, Dedie tetap istiqomah agar ilmu yang didapat dulu bisa bermanfaat bagi orang banyak. “Alhamdulillah dari santri bisa seperi itu (pejabat KPK). Kami dari Al Ghazaly bangga punya alumni yang bisa ke lembaga negara dan bermanfaat buat negara seperti itu. Semoga tetap istiqomah,” katanya.

Dedie juga dinilai merupakan sosok yang santun di mata para pengajar dan rekan. “Orang banyak kenal Kang Dedie itu santun, mudah komunikasi, semoga beliau ini siap untuk menjadi abdi negara, bisa istiqomah, amanah dan benar dalam menajalankan tugas. Di mana pun dia berposisi, Al Ghazaly sangat senang dan bangga punya lulusan yang berkiprah untuk mengabdikan diri. Selama itu masih di jalan agama, kami mendukung,” pungkasnya.

Dedie A Rachim merupakan pria kelahiran Garut, Jawa Barat, 6 April 1966. Berkarir selama 12 tahun di KPK, Dedie pernah menduduki berbagai macam posisi strategis di lembaga anti-rasuah itu mulai dari Direktur Dikyanmas, Plt Direktur LHKPN, Plt Direktur Litbang, Plh Deputi Pencegahan dan terakhir di Direktur Pembinaan Jaringan dan Kerja Sama Antar Komisi dan Instansi (PJKAKI) KPK.

Lulusan sarjana Institut Teknologi Bandung (ITB) dan magister Universitas Indonesia (UI) ini menerima pinangan Bima Arya untuk menjadi wakilnya dalam kontestasi Pilwalkot Bogor 2018-2023.

reporterpratama

print

You may also like...