Menu

Dark Mode
Mahkota Binokasih Sampai di Bogor, Disambut Dedie Rachim Laba Indocement Kuartal 1 Tahun 2026 Naik 2,1 Persen Berkontur Curam, Panaragan Jadi Pilot Project EWS Siap Hadapi Porprov, Dedie–Jenal Beri Dukungan untuk Cabor Dari Perlindungan hingga Kepedulian: Bukti Nyata Negara Hadir untuk Pekerja Indonesia Bukti Negara Hadir di Tengah Duka, Bpjs Ketenagkerjaan Serahkan Santunan JKK 494 Juta

Kabar Lifestyle

Waspada, Makan Mi Instan Kemasan Cup Berbahaya

badge-check


					Waspada, Makan Mi Instan Kemasan Cup Berbahaya Perbesar

MESKIPUN mi instan adalah makanan favorit Indonesia, semua orang pasti mengetahui bahaya yang ditimbulkan akibat terlalu banyak mengkonsumsi mi instan. Meski demikian, cara pengolahannya yang mudah, serta rasanya yang gurih membuat banyak orang tetap memilih makanan ini sebagai pengganjal perut.

Kandungan mi instan yang berisi zat pengawet, bahan kimia dan juga penyedap rasa bagai menjadi resep untuk masalah. Penyakit jantung adalah penyakit nomor satu yang disebabkan oleh seringnya makan mi dalam kemasan ini. Namun tahukah Anda jika makan mi instan dalam kemasan cup lebih berbahaya bagi kesehatan dibanding mi instan dalam bungkus plastik?

Dikutip dari NDTV, dr Sunil Sharma selaku dokter umum dan kepala UGD RS Madan Mohan Malviya, New Delhi, India mengungkapkan bahwa MSG yang terkandung dalam mi instan dapat menyebabkan masalah kesehatan yang sangat parah. Dan faktanya, mi instan dalam kemasan cup jauh lebih berbahaya daripada kemasan plastik.

Styrofoam yang digunakan sebagai bahan kemasan dibuat dari kopolimer styrene yang terbukti dapat menyebabkan penyakit Endocrine Distruption (EDC). EDC merupakan penyakit yang terjadi akibat adanya gangguan pada sistem reproduksi manusia. Kandungan kalori dalam satu mi instan cup yang berisi mie, bumbu, serta sayuran kering mengandung sekitar 300 kalori.

Tapi bukan berarti mi instan bungkus plastik aman dikonsumsi. Mi instan rendah akan gizi melainkan tinggi lemak, tinggi kalori dan sodium, yang merupakan bibit penyakit jika terlalu banyak dikonsumsi. Selain itu, mi instan dibuat dengan pewarna buatan, pengawet dan zat aditif lainnya sebagai sumber penyakit bagi tubuh.

Sebagian makanan olahan memiliki kadar lemak jahat yang sangat tinggi, seperti lemak jenuh dan lemak trans. Dan jika dikonsumsi secara berlebihan, maka akan menyebabkan tingginya tingkat kolesterol dalam darah. Dengan tingginya kolesterol, dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes. Sebaiknya anda menghindari makan mi instan secara berlebihan terutama dalam kemasan cup, karena jika dibiasakan maka penyakit mematikan bisa saja menghampiri.

reporterasep

Sumber : NDTV

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Laba Indocement Kuartal 1 Tahun 2026 Naik 2,1 Persen

6 May 2026 - 22:21 WIB

Ngeri! Buaya Raksasa Masuk Dapur Hotel Mewah, Heboh di Medsos

2 May 2026 - 14:08 WIB

Samsung QLED Q5F 43 Inci Rilis di RI, TV Rp 4 Jutaan 7 Tahun Update

2 May 2026 - 13:50 WIB

50+ Ucapan Selamat Hari Kartini 2026 untuk WhatsApp Status & IG Story

21 April 2026 - 11:22 WIB

Johny Srouji Jadi Bos Hardware Apple, Peran Makin Besar

21 April 2026 - 11:19 WIB

Trending on Kabar Lifestyle