Menu ✖

Dark Mode
Kacamata Meta Masuk RI, Awas Privasi Warga Terancam Direkam Diam- Diam Ilmuwan Temukan Sel Darah Dinosaurus di Fosil untuk Pertama Kalinya Demokrat Menang, Ratusan Proyek Data Center AI Terancam Karhutla hingga Banjir Dominasi Bencana Indonesia Sepanjang 2026 Kenapa Hacker Targetkan Kulkas Supermarket di Eropa? Ini Kata Pakar Perjuangan Safiera Ikuti Fast Track Pertama di Kehutanan UGM, Lulus S2 di Usia 22 Tahun, Double Degree di NUS

Headline

Adem: KPU Mengecewakan

badge-check


					Adem: KPU Mengecewakan Perbesar

ademKekecewaan tak bisa terbendung dari raut wajah Bakal Calon (Balon) Wali Kota Bogor dari jalur Independen Ade Mashudi (Adem). Hal tersebut lantaran komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak hadir dalam sidang ketiga gugatan Ade Mashudi kepada KPU, di Kantor Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu), Senin (11/12/17).

Menurut Ade Mashudi, agenda sidang ketiga itu seharusnya memiliki agenda mencocokan alat bukti dan keterangan saksi pihak pelapor dan terlapor saat proses penyerahan bukti persyaratan Paslon Wali Kota Bogor perseorangan Ade Mashudi-Linda Dahlina.

“Sidang telah dijadwalkan pukul 10.00 WIB, dengan menghadirkan kedua belah pihak, dan sebelumnya telah terkonfirmasi perlapor akan menghadirkan dua saksi, dan terlapor (KPU-red) akan menghadirkan empat saksi. Tapi KPU tak ada yang hadir, meski jadwal diundur satu jam,” kata Ade kesal.

Ade menambahkan, proses sidang musyawarah merupakan langkah yang paling tepat dalam proses penyelesaian sengketa dan itu sangat penting.

“Ini dijadwalkan oleh lembaga negara yaitu Panwaslu Kota Bogor. Saya berharap KPU Kota Bogor lebih menghargai waktu, kami dan Panwaslu yang mempunyai kesibukan lain,” kata Ade di Kantor Panwaslu.

KPU lanjutnya, memang terlambat hadir dan oleh Panwaslu dinyatakan tidak hadir karena sudah melewati jam yang dijadwalkan, sehingga sidang ditunda sampai besok. “Dalam tata tertib disampaikan bahwa dari pihak termohon atau pemohon harus hadir tepat waktu. Oleh pimpinan musyawarah selalu disampaikan agar tepat waktu, saya mengapresiasi Panwaslu sudah bersikap tegas. Tetapi ini pelecehan, karena KPU tidak menghargai undangan,” tambah Ade.

Masih kata Ade, pihaknya ingin proses sidang tetap berjalan sehingga harus cepat ke tahap kesimpulan, tetapi pihak Panwaslu memohon untuk menunda sidang. “Kami hargai hal itu, saya menghargai proses musyawarah. Karena berseteru proses yang terbaik adalah musyawarah,” jelasnya.

Hal senada dituturkan Ketua Panwaslu Kota Bogor Yustinus Elyas Mau, menurutnya sidang ketiga gugatan terhadap KPU Kota Bogor ditunda hingga Selasa (12/12/17) pukul 10.00 WIB. Alasan penundaan, karena pihak termohon tidak hadir.

“Pukul 11.00 tidak datang dan kami beri waktu lagi hingga 11.30 tapi tidak datang juga, akhirnya sidang kami buka dengan mengambil sikap sidang diundur. Seharusnya KPU datang tepat waktu karena majlis ini bukan main-main. Kalau pihak termohon tidak hadir kami diharuskan memanggil kembali, sesuai mekanisme peraturan Bawaslu,” pungkasnya.

Sementara itu anggota KPU Kota Bogor yang hadir, Siti Natawaty, mengaku terlambat karena memang KPU sedang padat pekerjaan.

“Kami mohon maaf terlambat karena banyak pekerjaan KPU yang tidak bisa ditunda,” katanya.

reporterpratama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Perjuangan Safiera Ikuti Fast Track Pertama di Kehutanan UGM, Lulus S2 di Usia 22 Tahun, Double Degree di NUS

5 November 2026 - 15:49 WIB

Empat Emas Judo di Porprov XV Jabar 2026 Disabet Kota Bogor

5 November 2026 - 15:37 WIB

Buka OASE 2026 di UIN Jogja, Menag Nasaruddin Sebut Hilirisasi Teknologi Bisa Buat Bangkit Kejayaan Islam

4 November 2026 - 15:46 WIB

Sultan HB X Sentil Hasyim Wacana Pajaki Tukang Cukur: “Usung Kursi Mengko dipajaki, Kayak VOC Wae”

4 November 2026 - 15:40 WIB

Nazmi, Pesilat Kota Bogor Lolos ke Perempat Final

4 November 2026 - 15:12 WIB

Trending on Headline