Pembongkaran dan Pembangunan 13 Shelter Transpakuan Habiskan 800 Jutaan

Sedikitnya 13 shelter yang berada di trans pakuan koridor (TPK) 2 mulai dari depan Mesjid Raya Jalan Pajajaran hingga Perumahan Rancamaya dibongkar. Setelah dibongkar, shelter-shelter yang saat ini kondisinya kumuh tersebut akan dibangun kembali dengan anggaran cukup besar yakni Rp802 juta.

Menurut Kepala Bidang Sarana dan Prasarana pada Dishub Kota Bogor, Dody Wahyudin, untuk pembongkaran dan pembangunan kembali 13 shelter di koridor dua tersebut sesuai hasil lelang senilai Rp802 juta, dan berasal dari APBD 2017.

“Pelaksananya CV. Bangkit, dan saat ini sudah memasuki minggu kedua. Tersisa dua shelter yang belum dibongkar. Mudah-mudahan sebelum berakhirnya masa kontrak pada tanggal 30 Desember, sudah selesai,” kata Dody.

Dody menambahkan, pembongkaran sekaligus pembangunan shelter itu dilakukan untuk persiapan pengoperasian kembali bus Trans Pakuan di koridor dua.

“Terlebih lagi ke 13 shelter tersebut kondisinya kumuh, penuh coretan dan sudah tak layak lagi digunakan. Kadang digunakan tidur gelandangan,” katanya.

Untuk mengantisipasi aksi corat coret (vandalisme) shelter dan digunakannya shelter untuk hal lain, lanjutnya, ke depan petugas Dishub dari PKWT akan melakukan pengawasan secara intensif.

“Mungkin ke depan akan dipasang CCTV, tapi yang terpenting adalah peran aktif masyarakat untuk ikut mengawasi, menjaga dan melaporkan ke call center kami jika melihat orang yang merusak shelter,” ujarnya.

Sementara itu menurut Wakil Wali Kota Bogor Usmar Hariman, shelter tersebut kembali akan difungsikan pada Januari 2018 mendatang untuk pengoperasian 10 bus bantuan hibah dari Kementerian Perhubungan.

reporterpratama

print

You may also like...