2019 Bandara di Sukabumi Dibangun

foto:beritatrans.com

Kementerian Perhubungan berencana membangun bandara di Sukabumi, Jawa Barat, pada 2019 seiring dengan mulai dibukanya jalur penerbangan komersial baru di Jawa selatan.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan Kemenhub telah menyepakati rencana pembangunan bandara dengan pemerintah kota dan kabupaten. Saat ini, lanjutnya, lokasi bandara tengah dikaji.

“Kami sudah sepakat akan merencananakan pembangunan bandara di Sukabumi. Namun, tempatnya akan kami kaji lagi. Semula, tempatnya itu jauh dari kota Sukabumi,” katanya pada Minggu (3/9/2017).

Menhub meminta agar lokasi bandara nantinya dapat berdekatan dengan kabupaten dan kota Sukabumi. Menurutnya, kelaikan pembangunan bandara ditentukan dari dekat tidaknya lokasi bandara dengan masyarakat.

Namun demikian, hal-hal lainnya seperti kecepatan angin dan kondisi lingkungan sekitar juga perlu diperhatikan sebelum membangun bandara. Hal itu juga bertujuan menjamin keamanan dan keselamatan penerbangan.

“Kami juga akan berkoordinasi dengan Pemkab Sukabumi dan Pemprov Jawa Barat supaya pembebasan tanahnya diselesaikan. Nanti, pemerintah pusat juga akan menyediakan dana kontribusi,” ujarnya.

Menhub menargetkan pembebasan lahan akan rampung pada 2018, dan pembangunan fisik dimulai pada 2019. Apabila tidak ada aral melintang, bandara baru tersebut akan beroperasi paling lambat awal 2020.

Dia berharap kehadiran bandara Sukabumi tersebut dapat memudahkan mobilitas masyarakat sekaligus meningkatkan geliat perekonomian, khususnya yang berada di Kabupaten dan Kota Sukabumi.

Sebelumnya, Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia menyampaikan pengoperasian jalur penerbangan di ruang udara Jawa bagian selatan mulai dibuka efektif pada 12 Oktober 2017.

Direktur Operasi Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI/AirNav Indonesia) Wisnu Darjono mengatakan publikasi rute baru di ruang udara Jawa selatan sudah dilakukan pada 17 Agustus 2017.

“Kami sudah memublikasikannya ke AIRAC [Aeronautical Information Regulation And Control]. Nanti, jalur udara itu akan efektif pada 56 hari ke depan, sesuai dengan standar internasional yang berlaku,” tuturnya.

Dengan AIRAC tersebut, lanjut Wisnu, seluruh masyarakat penerbangan sipil domestik dan internasional akan ternotifikasi. Dia berharap para pemangku kepentingan dapat menyiapkan diri, sebelum jalur udara baru itu beroperasi efektif.

Dia mengungkapkan bahwa jalur udara yang dibuka untuk penerbangan komersial tersebut berjarak 75 mil ke selatan Madiun. Selain itu, penerbangan komersial hanya dibuka mulai dari pukul 14.00 waktu setempat sampai dengan 06.00 waktu setempat.

sumberbisnis.com

print

You may also like...