Ponpes Raksa Baya Jajal Kemampuan Santri

Berbicara di atas panggung dalam suatu acara bukanlah hal yang mudah dilakukan setiap orang, khususnya anak yang usianya masih terbilang sangat muda. Terlebih lagi materi yang disampaikan berhubungan dengan syiar agama.

Untuk mengatasi hal seperti itu agar tidak sampai terjadi, Pesantren Raksabaya Pimpinan KH.Ridwan Taufik yang dibantu putranya Ustadz Habibi, mendidik dan melatih santri dan santriwati untuk agar bisa berceramah di depan jamaah.

Menurut KH Taufik, ceramah sudah biasa dilakukan setiap minggu, namun hanya di depan teman santri dan santriwati saja. Untuk lebih mengembangkan bakat serta melatih mental para santri dan santriwati nya itu, pesantren Raksabaya yang berada di wilayah Kp. Margabhakti Kel. Kertamaya Kec. Bogor Selatan menggelar acara bertema “Silaturahmi menyambut ramadhan sekaligus Milad Pondok Pesantren Raksabaya”.

“Santri wajib tampil di atas panggung yang dihadiri ratusan jamaah,” kata putra dari pimpinan Pondok Pesantran Raksabaya, Ustadz Habibi.

Acara ini lanjutnya, bertujuan mendidik Santri agar mereka bisa tampil, minimal dapat PD (Percaya Diri) di hadapan masyarakat.

Lebih lanjut ustadz Habibi memaparkan, terkadang banyak orang yang tidak bisa tampil di depan para kyai, tapi kali ini Alhamdulillah dengan gigih mereka belajar, mereka mampu menampilkan yang terbaik bagi pesantren ini.

IMG-20170523-WA0011

Sebelum pesantren yang dibangun sejak tahun 1984 ini mempunyai badan hukum, pesantren ini hanya digunakan sebagai tempat mengaji biasa saja, namun setelah mempunyai legalitas badan hukum, setiap santri yang mempunyai talenta ustadz Habibi mendaftarkan santrinya dalam organisasi yang ada di Kota Bogor.

“Saya berharap para santri mampu membentengi generasi Islam, karena menurutnya saat ini tidak sedikit anak-anak yang berhenti ngaji, terjerat narkoba, minimal kita membentengi itu semua.Harapan kami sebagai pembimbing dan pengajar di Pesantren ini (Raksabaya) agar anak-anak dipesantren ini mampu membentengi generasi Islam, karena sekarang banyak anak-anak yang berhenti ngaji, sehingga mereka terjerat dengan minuman keras, obat-obatan terlarang, minimal kita membentengi itu semua untuk dirinya.”tutupnya.

Ahmad jumaedi

print

You may also like...