Peringati Maulid Nabi, Dadang Tegaskan PDI-P Bukan PKI

Ulangtahun PDI-P ke 44 dilaksanakan Ranting PDI-P Bogor Utara dengan menggelar syukuran yang dirangkai dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, akhir pekan kemarin. Bukan itu saja panitia pun melaksanakan santunan anak yatim.

IMG-20170213-WA0002Acara yang dihadiri sekitar 300 kader PDI-P se Bogor Utara dan masyarakat umum ini, dihadiri pula oleh sejumlah petinggi partai. Seperti Ketua DPC PDI-P Kota Bogor H. Dadang Danubrata, Diah Pitaloka anggota DPR RI, Ujang Sugandi, Lania Sari dan Budi dari DPRD Kota Bogor.

Menurut ketua panitia Junaedi, acara ini murni inisiatif seluruh pengurus ranting Bogor Utara sebagai bentuk konsolidasi partai di tingkat ranting se Bogor Utara, sekaligus memperingati ulangtahun partai.

“Konsolidasi internal dibarengi dengan peringatan ulangtahun partai sekaligus  memperingati Maulid Nabi Muhammad. Sebagai bentuk kepedulian, kami juga menyerahkan santunan anak yatim,” kata Junaedi.

Sementara itu Ketua DPC PDI-P Kota Bogor Dadang Danubrata mengapresiasi setinggi-tingginya kepada pengurus ranting se Bogor Utara yang berinisiatif menyelenggarakan acara tersebut. “Ini bentuk nyata kepada masyarakat bahwa PDI-P bukanlah PKI, mana ada partai komunis yang mengadakan acara Maulid Nabi Muhammad. Selain itu jelas bahwa PDI-P memiliki ideologi pancasila 1 juni 1945, yang dalam pasal pertama seperti tercantum pada pembukaan uud 1945 yakni Ketuhanan yang Maha Esa. Artinya semua kader pdi perjuangan Kota Bogor percaya adanya Tuhan yang Maha Esa. Dan kita memiliki agama semuanya, serta mayoritas beragama islam. Jadi sangat berbeda dengan faham komunis yang dianut PKI yang tidak percaya adanya Tuhan. Saya akan mengagendakan agar kegiatan keagamaan seperti ini bisa dilaksanakan oleh ranting lain di seluruh Kota Bogor, agar terjalin hubungan dengan masyarakat, karena mereka adalah ujung tombak partai,” tegas Dadang.

IMG-20170213-WA0001

Dadang menambahkan, banyak hal yang bisa diambil hikmah dari peringatan Nabi Muhammad SAW ini, salahsatunya adalah kita tidak boleh pantang menyerah seperti Nabi Muhammad SAW pada awal awal penyebaran agama islam. “Walau beliau dihina, diserang ataupun disakiti, Nabi Muhammad tidak pernah menyerah dan mendendam. Demikian juga dengan PDI-P, walau dalam perjalanan sejarahnya dari sejak berdirinya partai pada 10 Januari 1973 sampai sekarang, PDI-P tidak pernah menyerah dan terus bergerak demi memperjuangakan tujuan partai yakni bekerja untuk kesejahteraan rakyat dan berusaha menjadikan PDI-P sebagai rumah kebangsaan bagi Indonesia Raya,” jelasnya.

Acara sendiri ditutup dgn pembagian santuanan bagi anak yatim dan hiburan marawis.

Pratama

print

You may also like...