Menu

Dark Mode
Laba Indocement Kuartal 1 Tahun 2026 Naik 2,1 Persen Berkontur Curam, Panaragan Jadi Pilot Project EWS Siap Hadapi Porprov, Dedie–Jenal Beri Dukungan untuk Cabor Dari Perlindungan hingga Kepedulian: Bukti Nyata Negara Hadir untuk Pekerja Indonesia Bukti Negara Hadir di Tengah Duka, Bpjs Ketenagkerjaan Serahkan Santunan JKK 494 Juta Menaker Pastikan Hak Jaminan Sosial Korban Kecelakaan KA Bekasi Terpenuhi

Kabar Bogor

PPLHI: Pemkot Jangan Obral Izin

badge-check


					PPLHI: Pemkot Jangan Obral Izin Perbesar

Pembangunan bangunan gedung Bank Central Asia (BCA) di Jalan Otista (samping hotel amarossa) yang bersebrangan dengan Tugu Kujang dan lawang salapan, mendapat sorotan berbagai pihak. Salahsatunya dari  LSM Pemerhati Pembangunan dan Lingkungan Hidup Indonesia (PPLHI).

Menurut Ketua PPLHI Muhamad Nurman, pembangunan gedung BCA bisa mempengaruhi estetika kawasan Tugu Kujang sebagai pintu gerbang masuk Kota Bogor, jika pembangunannya tidak mengikuti aturan estetika kota pusaka yang digembar-gemborkan Walikota Bogor Bima Arya.

“Bangunan tersebut berada di pintu masuk Kota Bogor, bersebrangan dengan Tugu Kujang dan Lawang Salapan yang jadi landmark Kota Bogor. Seharusnya kawasan tersebut dijadikan sebagai simbol-simbol daerah. Jadi Pemkot harus benar-benar melakukan penataan secara konsisten jika memang ingin kotanya tertata,” kata Muhamad Nurman, kepada kabaronline.

Saat ini Kota Bogor telah menjadi kota destinasi wisata, lanjut Nurman, untuk itu Pemkot harus segera melakukan penataan dengan tidak mengurangi estetika kota.

“Setelah SSA, daerah tersebut jangan malah jadi semrawut, karena pembangunan BCA jelas akan menambah kemacetan mengingat area perbankan dimana orang akan keluar masuk untuk melakukan transaksi perbankan. Untuk itu PPLHI menolak pembangunan gedung tersebut,” tegasnya.

Nurman juga mengingatkan Pemkot Bogor agar tidak mengobral izin. Keberadaan infrastruktur harus diimbangi, Pemkot jangan parsial.

“Harus dibuat grand design yang jelas, terkait bisnis, pemukiman, dan lain sebagainya. Jadi jangan juga setiap ganti pimpinan, ganti kebijakan. Pemkot harus punya komitmen terkait kepentingan daerah ke depan. Kami hingga kinipun masih mempertanyakan mengapa Hotel Amaroossa bisa ada dis itu, dan BCA itu bersifat bisnis, jadi tak boleh disitu,” ujarnya.

[pratama]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Hut ke-50, Summarecon Gelar Operasi Katarak Gratis di Bogor

4 May 2026 - 08:34 WIB

Wujudkan Dokter Cerdas dan Masyarakat Sehat, IDI Kota Bogor Tampilkan Inovasi Digital

2 May 2026 - 12:19 WIB

Rapat Paripurna DPRD, Dedie Rachim Sampaikan Penguatan Struktur Perangkat Daerah

30 April 2026 - 08:58 WIB

Kenalkan Pasar Tradisonal Sejak Dini, Pelajar SD High Scope Indonesia Serbu Pasar Gembrong

29 April 2026 - 15:12 WIB

Ikhtiar KONI Kota Bogor Penuhi Target 100 Emas

28 April 2026 - 09:32 WIB

Trending on Kabar Bogor