Menu

Dark Mode
Laba Indocement Kuartal 1 Tahun 2026 Naik 2,1 Persen Berkontur Curam, Panaragan Jadi Pilot Project EWS Siap Hadapi Porprov, Dedie–Jenal Beri Dukungan untuk Cabor Dari Perlindungan hingga Kepedulian: Bukti Nyata Negara Hadir untuk Pekerja Indonesia Bukti Negara Hadir di Tengah Duka, Bpjs Ketenagkerjaan Serahkan Santunan JKK 494 Juta Menaker Pastikan Hak Jaminan Sosial Korban Kecelakaan KA Bekasi Terpenuhi

Kabar Bogor

Bima : Parkir Persoalan Utama di Kota Bogor

badge-check


					Bima : Parkir Persoalan Utama di Kota Bogor Perbesar

Warga yang masuk ke Kota Bogor selama ini kerap kali mengalami kesulitan memarkir kendaraannya. Hal itu  terus berulang setiap hari dan setiap minggu. Kesulitan yang sama juga dialami para pengunjung Kebun Raya Bogor (KRB), karena KRB tidak memiliki tempat parkir. Akibatnya mereka harus berjuang sendiri-sendiri mencari lokasi parkir. Padahal  jumlah mereka bisa mencapai 1.000 orang per hari dan bisa menjadi 10 ribu pada akhir pekan atau  25 ribu pada saat libur panjang.

“Kami akhirnya di-bully habis-habisan. Jadi parkir ini menjadi persoalan utama di Kota Bogor,” kata Wali Kota Bogor, Bima Arya saat menjadi pembicara pada Expo Comm Indonesia 2016 broadband-cyber security-smart city infrastructure    di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (10/11). Untuk mengatasi hal itu, saat ini Pemerintah Kota Bogor sedang berkoordinasi dan meminta pemerintah pusat bersama KRB untuk memikirkan slot-slot parkir.

Sebetulnya pengadaan lahan parkir menurut Bima  bukan menjadii solusi utama selama paradigma transportasi belum berubah. Itu sebabnya Pemkot Bogor terus berusaha membangun paradigma baru dalam bertransportasi. Antara lain dengan mengarahkan masyarakat agar menggunakan angkutan umum.

“Pada initinya kita harus kenalkan terus hirarkhi moda transportasi,” lanjut Bima. Dalam hirarkhi tersebut jelas, pejalan kaki berada para kedudukan paling tinggi yang disusul kemudian dengan para pengguna angkutan umum. “Jadi yang kita lakukan adalah memaksa warga untuk naik angkutan umum, karena kalau tetap dimanja dengan mobil pribadi, susah dan (perubahan paradigma) tidak akan bisa berjalan,” terangnya.

Perubahan paradigma itulah yang kini tengah dicoba di Kota Bogor. Seperti yang telah dilakukan di beberapa kota di negara-negara Amerika Latin seperti di Bogota, Kolumbia dan juga di negara maju. Dengan begitu maka  “Angkot nanti akan direformasi, secara bertahap akan digantikan bus transpakuan,” lanjutnya.  Seiring dengan itu pedestrian diperbaiki sehingga warga nyaman berjalan kaki. Juga dipersiapkan Bus Rapid Transit dengan jalur-jalur khusus  agar warga mau menggunakan angkutan umum.

#pratama

[sumber kotabogor.go.id]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Hut ke-50, Summarecon Gelar Operasi Katarak Gratis di Bogor

4 May 2026 - 08:34 WIB

Wujudkan Dokter Cerdas dan Masyarakat Sehat, IDI Kota Bogor Tampilkan Inovasi Digital

2 May 2026 - 12:19 WIB

Rapat Paripurna DPRD, Dedie Rachim Sampaikan Penguatan Struktur Perangkat Daerah

30 April 2026 - 08:58 WIB

Kenalkan Pasar Tradisonal Sejak Dini, Pelajar SD High Scope Indonesia Serbu Pasar Gembrong

29 April 2026 - 15:12 WIB

Ikhtiar KONI Kota Bogor Penuhi Target 100 Emas

28 April 2026 - 09:32 WIB

Trending on Kabar Bogor