Menu

Dark Mode
Laba Indocement Kuartal 1 Tahun 2026 Naik 2,1 Persen Berkontur Curam, Panaragan Jadi Pilot Project EWS Siap Hadapi Porprov, Dedie–Jenal Beri Dukungan untuk Cabor Dari Perlindungan hingga Kepedulian: Bukti Nyata Negara Hadir untuk Pekerja Indonesia Bukti Negara Hadir di Tengah Duka, Bpjs Ketenagkerjaan Serahkan Santunan JKK 494 Juta Menaker Pastikan Hak Jaminan Sosial Korban Kecelakaan KA Bekasi Terpenuhi

Kabar Bogor

Save Pelanggan PDAM

badge-check


					Save Pelanggan PDAM Perbesar

Ada beberapa catatan yang harus menjadi bahan perhatian dan evaluasi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor untuk setidaknya dapat memberikan layanan yang optimal kepada para pelanggannya. Yang pertama adalah sumber daya manusia, infrastruktur, dan yang ketiga adalah terkait dengan manajemen.

Hal itu diungkapkan pengamat kebijakan publik Abdul Fatah, saat menjadi salah satu nara sumber pada dialog RRI, Rabu (26/10/16), yang mengambil tema “Save Pelanggan PDAM.”

“Yang berkaitan dengan sumber daya manusia ini adalah berkaitan dengan kesiapan dan kemampuan. Sedangkan mengenai infrastruktur ini dengan harus melihat pesatnya pertumbuhan ekonomi di Kota Bogor yang ditandai dengan tingginya pertumbuhan industri perhotelan, apartemen, dan bidang jasa lainnya,” papar Fatah.

Sejak awal, bahkan mengenai infrastruktur itu dirinya telah mengusulkan agar adanya surat pernyataan kesiapan dari PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor untuk menyuplai pasokan air bersih. Soal ini, agar PDAM membedakan jaringan distribusinya antara untuk kelas bisnis dan rumah tangga.

“Ini harus dibedakan mana pipa untuk jalur bisnis, mana untuk rumah tangga. Sehingga tidak seperti sekarang ini yang malah menjadi korban adalah pelanggan rumah tangga, yang tidak lancar mendapatkan pasokan air. Soal ini harus menjadi perhatian PDAM. Save Pelanggan Pdam sangat tepat,” tegas Fatah.

Sedangkan mengenai manajemen, ia menyebutkan agar turut ditopang kemampuan finansial yang baik dan sehat. Ini termasuk juga dengan perencanaan yang baik dan dibutuhkannya konsistensi dalam perencanaan itu sendiri.

“Karena ini menyangkut hajat hidup sebanyak 140 ribu pelanggan PDAM. Pemerintah Kota Bogor bersama DPRD harus mengawal ini, jangan main-main. Sebenarnya ini kalau badan pengawasnya berjalan dengan baik, tidak akan terlalu berat bagi wali kota, wakil wali kota, dan direks. Karena ini mandulnya fungsi kontrol di badan pengawas,” paparnya.

Pada dialog yang disiarkan langsung ini, turut menjadi nara sumber yaitu Wakil Wali Kota Bogor Usmar Hariman, anggota Komisi B DPRD Kota Bogor Adityawarman, dan Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Deni Surya Senjaya.

#asya

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Hut ke-50, Summarecon Gelar Operasi Katarak Gratis di Bogor

4 May 2026 - 08:34 WIB

Wujudkan Dokter Cerdas dan Masyarakat Sehat, IDI Kota Bogor Tampilkan Inovasi Digital

2 May 2026 - 12:19 WIB

Rapat Paripurna DPRD, Dedie Rachim Sampaikan Penguatan Struktur Perangkat Daerah

30 April 2026 - 08:58 WIB

Kenalkan Pasar Tradisonal Sejak Dini, Pelajar SD High Scope Indonesia Serbu Pasar Gembrong

29 April 2026 - 15:12 WIB

Ikhtiar KONI Kota Bogor Penuhi Target 100 Emas

28 April 2026 - 09:32 WIB

Trending on Kabar Bogor