Menu ✖

Dark Mode
Jelang Nataru 2026, Dirut KAI Bobby Nasution Sidak Infrastruktur Daop 6 Jogja Tren Agentic AI Mulai Geser Era Call Center Tradisional Demokrat Menang, Saham Para Raksasa Teknologi Hancur Sejarah Times New Roman, Tahun Berapa Diciptakan? Starlink Mau Bangun Jaringan 5G Sendiri, Siap Saingi Operator Seluler Indonesia Targetkan PLTN Pertama Dibangun 2032, BRIN Soroti Aspek Ini

Kabar Politik

Pelayanan Perizinan di Luar Gedung Efektif

badge-check


					Pelayanan Perizinan di Luar Gedung Efektif Perbesar

Kegiatan pelayanan luar gedung yang digelar Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal (BPPT PM) Kota Bogor sejak April dan diperpanjang hingga Desember 2016 mendatang, ternyata mendapat respon luar biasa dari masyarakat. Hal ini terbukti dari banyaknya warga yang mengurus sejumlah perizinan di tiga pusat perbelanjaan di Kota Bogor.

Menurut Kepala BPPT PM Kota Bogor Denny Mulyadi, terhitung sejak pelayanan luar gedung dilaksanakan di April 2016 kemarin hingga Agustus ini, tercatat ada sekitar 340 izin yang diurus masyarakat.

“Dari April hingga sekarang aja sudah ada sekitar 340 izin yang diurus masyarakat kepada petugas pelayanan luar gedung. Jumlah tersebut pasti bertambah, pasalnya waktu pelayanan diperpanjang hingga Desember 2016 mendatang,” kata Denny kepada kabaronline.

Denny menambahkan, dari jumlah total izin yang diurus masyarakat selama April hingga Agustus tersebut, pengurusan Izin Penyelenggaraan Reklame (IPR) paling mendominasi diantara izin lainnya. Menurut catatan, ada sekitar 199 IPR yang diurus masyarakat. Disusul kemudian pengurusan Tanda Daftar Perusahaan (TDP) yang mencapai 34 izin, dan pengurusan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) yang mencapai 33 izin.

“Sementara untuk izin lainnya, seperti HO,IMB, PAUD, SALON, IPPT, IUJK dan IUI jumlahnya tidak terlalu signifikan. Tingginya animo masyarakat, menandakan kegiatan pelayanan luar gedung dimanfaatkan baik oleh masyarakat,” katanya.

PELAYANAN-LUAR-GEDUNGPelayanan perizinan di mal atau luar gtedung, lanjut Denny, merupakan salah satu program BPPT PM Kota Bogor untuk memudahkan pelayanan kepada masyarakat. Masyarakat dapat mengurus izin sambil berbelanja di mall, sehingga dapat mengefektifkan waktu.

“Sejak beberapa bulan lalu kami sudah membuka pelayanan pengurusan izin di luar gedung, seperti di Lippo Plaza Bogor, Botani Square, dan mal BTM. Alhamdulillah masyarakat memanfaatkannya dengan baik, mungkin karena lebih dekat, santai dan bisa sambil berbelanja,” ujarnya.

Sedikitnya, lanjut Denny, ada 13 jenis perizinan yang dapat diselesaikan dalam satu hari, salahsatunya Izin Penyelenggaraan Reklame (IPR) yang berada di dalam gedung. “Izin IPR kami bekerjasama dengan Dinas Pendapatan Daerah Kota Bogor. Jika kedapatan ada IPR yang izinnya sudah habis, bisa langsung mengurus diloket BPPT PM yang kami buka di pusat perbelanjaan tersebut,” katanya.

Soal IPR, lanjut mantan Kepala Dispenda ini, ada revisi peraturan daerah (Perda) nomer 4 tahun 2005 yang beribah menjadi perda nomer 1 tahun 2015 tentang penyelenggaraan reklame. Di situ disebutkan bahwa proses pelayanan perizinan IPR, pemohon harus terlebih dahulu membayar pajak sebelum izinnya dikeluarkan.

#pratama

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

DPRD Desak Diskominfo Bergerak Cepat, Perangi Judi Online dari Akarnya

6 November 2026 - 11:55 WIB

SIARAN PERS ‎ ‎ ‎14.595 Warga Bogor Terdampak Judi Online, DPRD Siapkan Langkah Penanganan ‎ ‎ ‎HUMPROPUB – Komisi I dan Komisi IV DPRD Kota Bogor memperkuat upaya pencegahan dan penanganan dampak judi online menyusul temuan ribuan warga yang bantuan sosialnya dinonaktifkan karena terindikasi terlibat aktivitas perjudian daring. Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) gabungan yang digelar di Ruang Serbaguna DPRD Kota Bogor, Rabu 4 November 2026. ‎Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor, Fajar Muhammad Nur, mengatakan data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menunjukkan bahwa Bogor Selatan dan Kota Bogor masuk dalam wilayah dengan transaksi judi online yang menjadi perhatian nasional. ‎ ‎“Ini bukan lagi soal angka, tapi hak warga yang direnggut,” ujar Fajar. ‎ ‎Berdasarkan temuan yang menjadi latar belakang RDP, sebanyak 14.595 warga Kota Bogor tercatat mengalami penonaktifan bantuan sosial karena terindikasi terlibat judi online. ‎ ‎Data PPATK yang dirilis melalui Menko Polhukam pada Juni 2024 menempatkan Kecamatan Bogor Selatan di posisi pertama nasional untuk nilai transaksi judi online tertinggi di tingkat kecamatan. Nilainya mencapai Rp349 miliar dengan jumlah 3.720 pelaku. ‎ ‎Sementara di tingkat kota dan kabupaten, Kota Bogor berada di peringkat kedua nasional dengan nilai transaksi mencapai Rp612 miliar, setelah Jakarta Barat. ‎ ‎Langkah penanganan yang dilakukan, kata Fajar, Komisi I, Komisi IV, dan Diskominfo berencana menggelar rapat kerja bersama seluruh operator seluler serta penyedia jaringan kabel dan Fiber to the Home (FTTH). ‎”Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat koordinasi dan mendorong keterlibatan operator dalam mencegah penyalahgunaan layanan telekomunikasi untuk aktivitas judi online,” katanya. ‎ ‎Selain itu, Bagian Hukum Setda bersama Komisi I akan mendorong penyusunan Peraturan Wali Kota sebagai aturan turunan Perda Nomor 11 Tahun 2005, dengan memasukkan ketentuan khusus mengenai judi daring. ‎ ‎Regulasi tersebut dinilai dapat menjadi langkah lebih cepat sembari menunggu proses pembahasan Raperda Perubahan. ‎ ‎Dari sisi administrasi kependudukan, Diskominfo, Disdukcapil, dan operator akan melakukan audit terhadap registrasi kartu SIM yang mencurigakan, termasuk penggunaan satu NIK untuk banyak nomor telepon. ‎ ‎”Masyarakat juga akan diberikan edukasi mengenai cara mengecek nomor ponsel yang terdaftar menggunakan NIK mereka. ‎Bagi warga yang merasa identitasnya disalahgunakan, pemerintah menyediakan mekanisme klarifikasi melalui portal sanggah di Dinas Sosial yang dikelola bersama Diskominfo dan Bagian Pemerintahan,” Jelasnya. ‎Pembaruan data dan deteksi dini juga akan dilakukan secara berkala mulai dari tingkat Dinas Sosial, kecamatan, kelurahan, hingga RT dan RW. Warga terdampak akan mendapatkan pendampingan secara tertutup. ‎ ‎Untuk jangka panjang, Fajar menyampaikan DPRD akan mengawal percepatan Raperda Perubahan melalui Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) 2027 serta mendorong pengesahan Perwali Penanggulangan Kemiskinan yang mengatur mekanisme reaktivasi dan penyaluran bantuan sosial. ‎ ‎”Perbaikan basis data DTKS/DTSEN bersama Kementerian Sosial juga menjadi prioritas. Portal sanggah akan diformalkan menjadi standar operasional prosedur (SOP), sementara kerja sama dengan OJK dan PPATK akan diperkuat untuk mendukung pemantauan transaksi mencurigakan,” ucapnya. ‎ ‎Selain penanganan administratif, penguatan ekonomi masyarakat juga menjadi bagian dari strategi pencegahan. ‎ ‎DPRD mendorong peran Perumda Bank Kota Bogor dan lembaga keuangan mikro komunitas, disertai edukasi serta literasi keuangan secara rutin. ‎ ‎ ‎ ‎ ‎ ‎

4 November 2026 - 11:56 WIB

Hut ke 62, Golkar Kota Bogor Lebih Dekat dengan Warga

20 October 2026 - 20:38 WIB

Pesan Haedar Nashir di Era Prabowo – Gibran : Perbaiki Kebijakan Jangan Bikin Pemerintah Turun Wibawa

14 October 2026 - 10:37 WIB

Mulyani Dukung Deteksi Dini Kanker Serviks, Apresiasi Gerakan Perempuan Sadar Sehat di Pasir Kuda

10 October 2026 - 13:17 WIB

Trending on Kabar Politik