Menu ✖

Dark Mode
Para Wali Kota Peserta Mayor’s Talk Nikmati Kesejukan Kota Bogor. Hapkido Kota Bogor Raih Medali di Kejurnas Nvidia Rilis OpenShell dan Sentry, Platform Pengaman Agen AI Nakal Denny Mulyadi Resmi Menutup Mayor’s Talk: Climate and Urban Resilience 2026 Peneliti Bor Lokasi Diduga Bahtera Nabi Nuh, Mata Bor Mendadak Pecah Kalah di Pengadilan, Meta Terancam Denda Rp 3.900 Triliun

Headline

Waspada, Long Covid Saat Long Weekend

badge-check


					Waspada, Long Covid Saat Long Weekend Perbesar

Fenomena Long Covid bikin resah warga. Pasalnya, belum tuntas Covid-19 yang sudah mewabah di Indonesia selama sembilan bulan, publik kembali diresahkan dengan munculnya fenomena Long Covid.

Laporan terbaru WHO tentang Efek Jangka Panjang Covid-19 yang dipublikasikan tanggal 9 September 2020, menyebutkan Covid-19 dapat menyebabkan penyakit yang berkepanjangan bagi sebagian orang. Hal ini lah yang disebut dengan fenomena Long Covid.

Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Agus Dwi Susanto menjelaskan, fenomena ini merupakan istilah baru dari Post Covid Syndrome yang sebelumnya dipakai pakar kesehatan untuk menyebut situasi atau keadaan pasien mengalami gejala lain setelah sembuh dari Covid-19.

“Itu istilah lama, tapi kemudian seiring dengan perkembangannya akhirnya difamiliarkan oleh WHO dengan Long Covid. Nah, Long Covid ini banyak diartikan sebagai satu kondisi gejala-gejala yang muncul pada pasien yang sudah sembuh dari Covid-19,” kata Agus dalam dialog virtual Satgas Penanganan Covid-19 bertajuk “Mewaspadai Efek Jangka Panjang Covid-19” Kamis (3/12/2020).

Agus melanjutkan, gejala-gejala tersebut bisa muncul selama berbulan-bulan dan menetap pada tubuh survivor atau orang yang sudah sembuh dari Covid-19.

Terkait gejalanya, sebut dia, bisa bervariasi mulai dari yang paling banyak adalah gejala kelelahan kronik.
“Kemudian gejala sesak nafas, nafasnya berat, dan juga jantung berdebar-debar ini kaitannya dengan jantung. Lalu nyeri sendi, nyeri otot, termasuk juga gangguan psikologis seperti depresi,” jelasnya.

Namun, Agus menegaskan bahwa Long Covid bukan merupakan virus yang tersisa di tubuh seorang survivor Covid-19.
Long Covid, kata dia, adalah gejala sisa yang muncul paska seseorang dinyatakan sembuh dari Covid-19, lalu dapat terjadi akibat kelainan yang ada ketika sakit.

“Contohnya, saya sebagai dokter paru sering ditemukan pasien Long Covid ini, parunya itu ada kekakuan pada jaringan paru yang sifatnya menetap bisa 2-3 bulan. Nah ini yang menyebabkan oksigen tidak bisa masuk, lalu pasien jadi nafasnya berat, sesak. Itu bisa ketahuan dari tes uji fungsi parunya,” tuturnya.

Selain itu, Agus juga mengatakan bahwa sejatinya siapa saja bisa terkena Long Covid, sehingga semua survivor perlu waspada.

Namun, kata dia, ada beberapa kelompok yang rentan dapat terkena Long Covid. Kelompok-kelompok ini di antaranya pasien komorbid, pasien lanjut usia, dan pasien dengan kebiasaan merokok.

“Tapi tetap tidak menutup kemungkinan siapa saja bisa terkena. Beberapa laporan memang menambahkan orang yang tidak punya komorbid bisa kena Long Covid juga. Jadi memang ada beberapa hal yang belum bisa kita ketahui pada beberapa populasi, semua bisa terjadi,” terang Agus.

Sumber: Kompas.com
Editor: Adi Kurniawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Website PWI Terkonsolidasi di 38 PWI Daerah, Serentak Dilaunching 1 Oktober 2026

22 September 2026 - 21:47 WIB

BNN DAN AFP SEPAKAT PERKUAT KEMITRAAN LAWAN ANCAMAN NARKOTIKA LINTAS NEGARA

22 September 2026 - 21:34 WIB

Pemerintah Tetapkan 18 Hari Libur Nasional dan 8 Hari Cuti Bersama Tahun 2027

15 September 2026 - 20:36 WIB

Abu Vulkanik Menyebar, Kalbe Consumer Health dan PWI Kota Bogor Bagikan Masker 

9 September 2026 - 18:42 WIB

Galuga Kebakaran, Pemkot Bogor Gercep Padamkan

8 September 2026 - 21:24 WIB

Trending on Headline