Menu

Dark Mode
Waspada Cuaca Ekstrem di Musim Kemarau, BMKG Ungkap Penyebabnya Mata Melotot Bisa Jadi Tanda Tiroid, Kenali Gejalanya SpaceX Mau Mega IPO, Kekayaan Elon Musk Makin Nggak Ngotak Google Rilis Fitur Deteksi Telepon Palsu di Android Bos Raksasa AI Malah Peringatkan Teknologinya Berbahaya Dollar Tembus Rp 18 Ribu, Masyarakat Bersuara: Udah 18K!

Kabar Lifestyle

Waspada Cuaca Ekstrem di Musim Kemarau, BMKG Ungkap Penyebabnya

badge-check


					Ilustrasi. BMKG peringatkan potensi cuaca ekstrem di Indonesia, termasuk 
hujan lebat dan angin kencang, akibat sederet dinamika atmosfer. (Foto: 
ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)
Perbesar

Ilustrasi. BMKG peringatkan potensi cuaca ekstrem di Indonesia, termasuk hujan lebat dan angin kencang, akibat sederet dinamika atmosfer. (Foto: ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan sejumlah wilayah masih berpotensi mengalami cuaca ekstrem berupa hujan sangat lebat hingga angin kencang di tengah musim kemarau ini.

Analisis indikator iklim global terkini menunjukkan kondisi El Niño di Samudra Pasifik, yang terlihat dari indeks Niño 3.4 sebesar +0,69 dan nilai SOI sebesar -16,0. BMKG menyebut kondisi ini umumnya berdampak pada pengurangan potensi curah hujan di sebagian wilayah Indonesia.

“Meskipun demikian, dinamika atmosfer skala regional masih berpotensi mendukung pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah,” kata BMKG dalam perkiraan Potensi Hujan Indonesia Sepekan ke Depan Periode 5-11 Juni.

Dalam sepekan ke depan, aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) diprediksi berada pada fase 7 (Western Pacific) hingga fase 8 (Western Hemisphere and Africa) sehingga kurang berpengaruh terhadap wilayah Indonesia. Meski demikian, pengaruh konvektif MJO masih diprediksi aktif di Papua bagian tengah hingga timur.

Gelombang Kelvin yang bergerak ke arah timur diprediksi aktif di sebagian besar wilayah Indonesia, sementara Gelombang Rossby Ekuatorial yang bergerak ke arah barat diprakirakan aktif di Sumatra bagian utara.

Kemudian, sirkulasi siklonik berpotensi terbentuk di Samudra Pasifik utara Papua dan membentuk daerah konvergensi yang memanjang dari Papua Pegunungan hingga Papua Tengah.

Selain itu, labilitas atmosfer yang kuat berpotensi mendukung proses konvektif lokal di Aceh, Kepulauan Bangka Belitung, Sulawesi Utara, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.

Sederet aktivitas gelombang atmosfer dan sirkulasi siklonik tersebut perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan potensi hujan di sebagian wilayah Indonesia.

Berikut daftar wilayah berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat serta angin kencang:

5-7 Juni

Hujan lebat hingga sangat lebat

– Maluku
– Papua Tengah
– Papua Pegunungan

Angin kencang

– Aceh
– Banten
– Jawa Barat
– Jawa Tengah
– DI Yogyakarta
– Jawa Timur
– Bali
– Nusa Tenggara Barat
– Nusa Tenggara Timur
– Kalimantan Barat
– Kalimantan Tengah
– Sulawesi Utara
– Sulawesi Selatan
– Sulawesi Tenggara
– Maluku
– Papua Barat Daya
– Papua Tengah

8-11 Juni

Hujan lebat hingga sangat lebat

– Papua Pegunungan

Angin kencang

– Aceh
– Kepulauan Bangka Belitung
– Lampung
– Banten
– Jawa Barat
– Jawa Tengah
– DI Yogyakarta
– Jawa Timur
– Kalimantan Barat
– Kalimantan Tengah
– Kalimantan Selatan
– Sulawesi Utara
– Sulawesi Selatan
– Nusa Tenggara Barat
– Maluku
– Papua Barat
– Papua Barat Daya
– Papua Selatan

Sumber: cnnindonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Mata Melotot Bisa Jadi Tanda Tiroid, Kenali Gejalanya

5 June 2026 - 14:06 WIB

SpaceX Mau Mega IPO, Kekayaan Elon Musk Makin Nggak Ngotak

5 June 2026 - 14:02 WIB

Google Rilis Fitur Deteksi Telepon Palsu di Android

5 June 2026 - 13:58 WIB

Bos Raksasa AI Malah Peringatkan Teknologinya Berbahaya

5 June 2026 - 13:53 WIB

Dollar Tembus Rp 18 Ribu, Masyarakat Bersuara: Udah 18K!

4 June 2026 - 14:36 WIB

Trending on Kabar Lifestyle