Viral video aksi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di media sosial membuat geger warga Bogor, Selasa (13/8/2024). Pasalnya korban yang memposting vidoe di akun pribadinya @cut.intannabila diduga merupakan warga Bogor.
Di awal video yang diduga dari kamera CCTV, terlihat seorang pria berkacamata mengenakan kaos berwarna hitam dan celana pendek terlihat memegang telepon genggang sambil berdebat dengan istrinya. Tiba-tiba saja perdebatan makin keras hingga sang suami menjambak rambut istri sambil menganiayanya.

Penganiyaan tersebut terus dilakukan sang suami, meski sang istri berteriak sambil menangis kesakita. Bahkan ironisnya dibelakang pelaku terlihat bayi yang tengah tertidur pulas terkena kaki pelaku, sampai sang bayi terbangun.
Dalam captionnya korban menuliskan kalimat, Selama ini saya bertahan karna anak, ini bukan pertama kalinya saya mengalami KDRT, ada puluhan video lain yang saya simpan sebagai bukti, 5 tahun sudah berumah tangga, banyak nama wanita mewarnai rumah tangga saya, beberapa bahkan teman saya. Sudah berkali-kali saya maafkan tapi tak pernah terbuka hatinya, ternyata benar, perselingkuhan dan KDRT tidak akan pernah berubah, maafkan saya jika selama ini menutup diri, membuat beberapa konten menyinggung, saya seorang diri tidak pernah membuka aib rumah tangga saya, saya jaga martabatnya, hari ini saya sudah tidak bisa menahan semua sendiri.
Video aksi KDRT yang diduga dilakukan suami korban pun viral, bahkan sampai dengan pukul 19.30 sudah dilike lebih dari 2,1 juta netizen, 778 ribu komentar dan 1,7 juta dishare.
Berbagai komentarpun terllihat ramai, bahkan ustad terkenal @ahilmanfauzi turut mengomentarinya, Astagfirullah… Ya Allah Tolong teh @cut.intannabila, kuatkan hati & tubuhnya untuk melewati semua.
Akun @polrestabogorkota pun berkomentar izin min @humaspolresbogor segera ditindaklanjuti, dan akun @humaspolresbogor berkomentar siap min meluncur tkp
Kasat Reskrim Polrss Bogor AKP Teguh Kumara saat dikonfirmasi mengaku tengah mengecek lokasi terkait kejadian dalam video beredar tersebut. “Anggota mengarah TKP,” singkatnya. Herman














