Menu

Dark Mode
Kepala BGN Mundur untuk Berobat Jantung, Netizen Kaget & Ramai Mendoakan Hal Mencurigakan dari Aplikasi Waze Terkait Israel Trump Ingin Bos FIFA Jadi Sekjen PBB, Warganet Ramai Nyinyir Kimi K3 AI Bikin Heboh, Bos OpenAI Sampai Ketar-ketir AI Makin Canggih, tapi 4 Skill Manusia Ini Tak akan Bisa Ditiru Robot Spesies Monyet Baru Ditemukan di Kongo, Bibir Berwarna Oranye

Kabar Lifestyle

Turis Tewas, Jembatan Cunca di Labuan Bajo Lapuk dan Tak Layak Fungsi

badge-check


					2 turis Austria tewas terjatuh dari Jembatan Cunca Wulang di Labuan Bajo, NTT, yang ambruk. (Foto: CNN Indonesia/Petrus) Perbesar

2 turis Austria tewas terjatuh dari Jembatan Cunca Wulang di Labuan Bajo, NTT, yang ambruk. (Foto: CNN Indonesia/Petrus)

Aparat kepolisian membeberkan hasil investigasi mendalam terkait tragedi tewasnya pasangan suami istri (pasutri) asal Austria, Jurgen Perjul (55) dan Astrid Perjul (57), di kawasan wisata Air Terjun Cunca Wulang Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Berdasarkan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), jembatan gantung setinggi 20 meter tersebut roboh karena kondisinya sudah rusak parah dan tidak layak fungsi.

Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, mengungkapkan bahwa fatalitas kecelakaan ini dipicu oleh rapuhnya material utama jembatan penyeberangan berbahan papan kayu tersebut. Saat kedua korban melintas, pijakan jembatan mendadak jebol hingga membuat keduanya jatuh bebas ke dasar sungai yang dipenuhi bebatuan besar.

“Tim penyidik menemukan lubang menganga sepanjang 1,20 meter pada bagian lantai jembatan yang patah. Selain itu, kayu penyangga atau tulang utama jembatan dipastikan telah lapuk termakan usia,” ujar Christian, seperti dilansir Detik, Senin (25/5).

Investigasi fisik di lapangan juga menyingkap fakta mencengangkan lainnya, seperti fasilitas safety net di sisi kiri dan kanan jembatan sudah rusak berat dan hilang hingga 90 persen.

“Tim penyidik menemukan lubang menganga sepanjang 1,20 meter pada bagian lantai jembatan yang patah. Selain itu, kayu penyangga atau tulang utama jembatan dipastikan telah lapuk termakan usia,” ujar Christian, seperti dilansir Detik, Senin (25/5).

Investigasi fisik di lapangan juga menyingkap fakta mencengangkan lainnya, seperti fasilitas safety net di sisi kiri dan kanan jembatan sudah rusak berat dan hilang hingga 90 persen.

Mayoritas papan kayu untuk tumpuan kaki terpantau sudah goyang, terangkat, bahkan terlepas dari rangka besi pengikatnya.

Meskipun pemandu wisata sempat mengingatkan korban mengenai jalur trekking yang licin akibat faktor cuaca, polisi menegaskan bahwa kelayakan infrastruktur jembatan yang buruk menjadi faktor penentu utama terjadinya kecelakaan maut ini.

Selain masalah fisik infrastruktur, Polres Manggarai Barat juga menyoroti bobroknya manajemen keselamatan di destinasi wisata unggulan tersebut.

Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Kebudayaan Manggarai Barat selaku pengelola dinilai abai dalam menyediakan sistem keselamatan yang memadai.

Polisi menemukan bahwa pengelola tidak memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) tertulis mengenai pemeliharaan dan pengecekan berkala terhadap fasilitas jembatan gantung Cunca Wulang.

Lebih parah lagi, tidak ada rambu peringatan bahaya di titik-titik rawan, serta tidak tersedianya jaminan asuransi kecelakaan bagi para wisatawan yang berkunjung.

Untuk mengusut tuntas unsur pidana atau kelalaian dalam kasus ini, Satreskrim Polres Manggarai Barat telah memeriksa lima orang saksi kunci, di antaranya:

1. Kepala Desa Cunca Wulang (otoritas wilayah setempat).
2. Petugas pos retribusi tiket masuk.
3. Pramuwisata (tour guide) lokal yang mendampingi korban.
4. Sopir mobil sewaan korban.
5. Anggota Bhabinkamtibmas yang pertama kali mengamankan TKP.

Christian menegaskan proses hukum akan berjalan secara transparan demi memberikan kepastian hukum, sekaligus menjadi momentum evaluasi total bagi sektor pariwisata Labuan Bajo yang menyandang status Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP).

Sementara itu, proses pemulangan jenazah Jurgen dan Astrid ke negara asal mereka di Austria dijadwalkan berlangsung pada hari ini, Selasa (26/5), setelah pihak kepolisian merampungkan koordinasi kedutaan bersama Kedutaan Besar Austria di Jakarta.

Sumber: cnnindonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Kepala BGN Mundur untuk Berobat Jantung, Netizen Kaget & Ramai Mendoakan

22 July 2026 - 12:40 WIB

Hal Mencurigakan dari Aplikasi Waze Terkait Israel

22 July 2026 - 12:34 WIB

Trump Ingin Bos FIFA Jadi Sekjen PBB, Warganet Ramai Nyinyir

22 July 2026 - 12:32 WIB

Kimi K3 AI Bikin Heboh, Bos OpenAI Sampai Ketar-ketir

22 July 2026 - 12:28 WIB

AI Makin Canggih, tapi 4 Skill Manusia Ini Tak akan Bisa Ditiru Robot

22 July 2026 - 12:24 WIB

Trending on Kabar Lifestyle