Menu

Dark Mode
Peduli Lingkungan, PMC dan Kecamatan Bojonggede Tanam Pohon Anggota DPR AS Desak Bill Gates Bersaksi di Bawah Sumpah soal Epstein Elon Musk Tuding Perdana Menteri Spanyol Tiran, Kenapa? Galaxy S25 Ultra Akan Abadikan Pembukaan Olimpiade Musim Dingin Pinjam Pakai Eks Kantor Imigrasi, Pemkot Bogor Teken Perjanjian Layanan Publik Makin Mudah, Imigrasi dan Dukcapil Buka Layanan di PWI Kota Bogor

Kabar Lifestyle

Telkom Optimistis, Infranexia Bakal Jadi The Next Telkomsel

badge-check


					Telkom optimistis, Infranexia bakal jadi The Next Telkomsel (Foto: Fitraya Ramadhanny/detikINET) Perbesar

Telkom optimistis, Infranexia bakal jadi The Next Telkomsel (Foto: Fitraya Ramadhanny/detikINET)

Telkom optimistis untuk melakukan spin off bisnis fiber connectivity menjadi entitas baru Infranexia. Unit baru ini digadang-gadang bakal sebesar Telkomsel.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkom, Arthur Angelo Syailendra dan Direktur Strategic Business Development Portfolio Telkom, Seno Soemadji membeberkan perkembangan terbaru Infranexia dalam Executive Media Briefing Telkom di Gedung Telkom Landmark Tower, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Senin (1/12/2025) malam.

Seno mengatakan strategi Telkom sebagai holding sampai 2030 atau TLKM 30 adalah menjalankan 4 bisnis utama yaitu B2C lewat Telkomsel, B2B internasional lewat Telin dan kabel lautnya, B2B ICT Services yang lagi digodok untuk integrasi sistem, layanan IT dll. Satu lagi adalah B2B Infra yang mencakup Telkomsat (satelit), NeutraDC (hyperscale data center), Mitratel (tower), neuCentrIX (data center). Satu lagi yang terbaru adalah Infranexia.

“Yang berikutnya sedang kita lakukan adalah infraco, kita akan spin off fiber asset kita ke dalam 1 perusahaan yang namanya Telkom Infrastruktur Indonesia (TIF). Kita menyebutnya sebagai brandnya adalah Infranexia,” kata Seno.

Dalam kesempatan yang sama, Angelo menjelaskan untuk Infranexia sudah selesai valuasi final dan corporate approval. Di tanggal 12 Desember 2025 ini akan ada RUPSLB dan Infranexia akan resmi spin off.

“Tanggal 12 ini kita punya RUPSLB itu sebenarnya terkait dengan cut off ini. Dengan cut off ini kita Desember adalah fase 1, dan Insya Allah fase 2 kita targetkan di semester 1 tahun depan selesai,” kata Seno.

Prosesnya sekarang adalah transfer aset yang tersisa ke Infranexia. Hal ini termasuk lisensi seperti sistem kabel laut yang proses transisi lisensinya makan waktu.

“Kita ingin membesarkan Infranexia ini dan kita mengantisipasi Infranexia ini akan menjadi the next Telkomsel,” kata Seno.

Arthur Angelo dalam kesempatan yang sama mengatakan nilai dari aset yang ditransfer ke Infranexia mencapai Rp 130 triliun saat pembelian. Dengan depresiasi, write-off dll menjadi sekitar Rp 90 triliun. Pendapatannya 88% dari perusahaan di dalam Telkom Group.

“12% dari luar, dari ISP-ISP lain di Indonesia, ada dari operator local juga. Secara besaran kurang lebih Rp 2,7 triliun dari segi pendapatan,” kata Angelo yang akrab dipanggil Lolo.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Anggota DPR AS Desak Bill Gates Bersaksi di Bawah Sumpah soal Epstein

5 February 2026 - 11:14 WIB

Elon Musk Tuding Perdana Menteri Spanyol Tiran, Kenapa?

5 February 2026 - 11:10 WIB

Galaxy S25 Ultra Akan Abadikan Pembukaan Olimpiade Musim Dingin

5 February 2026 - 11:06 WIB

Mantan Bos Microsoft Minta Dikenalkan ke Tim Cook Lewat Jeffrey Epstein

4 February 2026 - 13:19 WIB

Kawin Campur Manusia dengan Spesies Lain, Anaknya Berumur Pendek

4 February 2026 - 13:16 WIB

Trending on Kabar Lifestyle